
Dikediaman Jouhari.
Mama Sora benar memberikan surat panggilan ke pengadilan atas pencabutan hak asuh anak.
''Ya Allah,dia benar-benar melakukannya'',gumam Jouhari saat membaca selembar kertas.
Ponsel Jou berdering,''Hallo assalamualaikum'',ucap Jou.
''Waalaikum salam bang,sedang apa?'',tanya Key.
''Sedang merenung kapan kiranya kita segera bersatu'',ujar Jou.
''Sebentar lagi'',jawab Key seakan tau gundah yang dirasakan calon suaminya.
''Kapan fitting baju nya?'',tanya Jou.
''Nanti kalau sudah ada kabar dari boutiqe,Key kabari bang'',ucap Key.
''Iya,jangan lupa makan'',ucap Jou.
''Abang juga,jangan telat makan,Keke kemana bang'',ujar Key.
''Keke masih dikamar sama ibu'',ucap Jou.
''Tumben,apa Keke sakit?'',tanya Key khawatir.
''Enggak Keke enggak sakit sayang,kemarin pengen ke rumah sakit ketemu bundanya namun ayah nya sibuk ya sudah begini lah,pagi-pagi enggak mau ketemu ayah'',ucap Jou mengadu bila putrinya ngambek.
''Hehehe,baiklah tolong bilang sama Keke,bunda akan kesana nanti siang'',ucap Keysha.
''Ok,kalau seperti itu ayah tidak jadi kerja,mending menunggu bunda saja'',ujar Jou sumringah.
''Jou'',panggil Key.
''Hahaha,iya calon istri aku akan berangkat kerja,''ucap Jou.
''Hati-hati'',ucap singkat Key.
''Iya sayang,dan terima kasih'',ucap Jou seperti mendapat dukungan.
''Heemm'',dehem Key dengan senyum.
''Selamat bekerja,assalamualaikum'',ucap Jou lembut.
''Waalaikumsalam,sayang'',ucap Keysha dengan segera mematikan ponsel dan wajah semerah tomat karena malu,sedang Jou yang mendengar kata sayang dari Key menjadi lebih semangat bagaikan moodboster hari ini.
''Semangat Jou,ini untuk kebahagiaan keluarga ku,untuk anak dan calon istri,aku harus bisa menyelesaikan masalah ini'',ucap Jou mensugesti diri sendiri.
Jouhari menghubungi pengacaranya,''Hallo,Assalamualaikum bagaimana pak?'',ucap Jou.
''Waalaikumsalam,90% hak asuh masih berada ditangan bapak karena bapak ayah biologis dan orang tua tunggal Keke,kami juga sudah mempunyai bukti kuat,inshaAllah kita akan memenangkan perkara ini'',jawab pengacara.
''Terimakasih pak,tapi jangan meremehkan lawan sebab nyonya Sora bisa melakukan apapun demi ambisinya'',ujar Jou.
''Baik pak,kami mengerti'',ucap pengacara.
Jou sedikit lega,dia segera menemui ibu dan putrinya yang masih betah didalam kamar.
Tok tok
''Assalamualaikum,atah boleh masuk?'',ucap Jou saat membuka pintu dan mendapat Keke yang melengos dengan kedua tangan dilipat didada.
''Salam ayah kok tidak dijawab?'',tanya Jou melihat putri yang diperjuangkan merajuk.
''Waalaikumsalam'',jawab Keke ketus.
''Ibu,sudah sarapan?'',tanya Jou kepada bu Halimah.
__ADS_1
''Sudah,hanya saja Keke yang tidak mau sarapan'',ucap bu Halimah menunjuk piring yang diatas nakas masih utuh belum tersentuh.
''Kenapa Keke tidak makan?,padahal nanti bunda Dokter mau kesini,kalau lihat Keke seperti ini bunda bisa marah,apa ayah hubungi bunda saja kalau tidak perlu kemari ?agar Keke tidak dimarahi'',ucap Jou membuat Keke yang tadinya enggan melihat sang ayah perlahan mencerna setiap kata ayahnya,saat Jou merogoh ponselnya.
''Jangan ayah,Keke mau makan agar bunda kesini'',pinta Keke.
''Anak pintar,bunda nanti kesini saat makan siang,jadi sekarang Keke sarapan dulu dengan nenek ya,ayah mau berangkat kerja'',ujar Jou.
''Kamu masih kerja nak?,masalah itu bagaimana?'',tanya bu Halimah sambil menyodorkan piring kepada cucunya.
''Ibu tenang saja semua sudah ditangani,''ucap Jou sambil memperhatikan Keke makan dengan lahap.
''Alhamdulilah,apa kamu akan menghadiri sidangnya nak'',ucap bu Halimah.
''Tentu bu,demi kebahagiaan kita'',ucap Jougar menatap bu Halimah dan Keke yang sedang makan.
''Ayah kapan kita foto seperti princes sama bunda?'',tanya Keke setelah menelan makanannya.
''Nanti tanya bunda saja ya sayang,ayah mau berangkat kerja,siang nanti kita makan bersama'',ujar Jou.
Keke mengangguk,''Jou berangkat dulu bu'',ucap Jou mencium punggung tangan bu Halimah dan mencium kening Keke.
''Assalamualaikum'',ucap Jou saat diambang pintu kamar Keke.
''Waalaikumsalam'',jawab Bu Halimah dan Keke.
Dikediaman Imam Wijaya.
Sobri keluar dari kamar dengan rambut basah,senyum merekah dibibir menuju dapur.
''Bik Nah,buat sarapan apa?'',tanya Sobri.
''Nasi goreng den,sama perkedel kentang dan udang goreng'',jawab bi Nah.
''Ayah dan ibu sudah sarapan?'',tanya Sobri
''Boleh'',jawab Singkat Sobri,dan Bi Nah segera mengambilkan.
''Tapi siapkan dinampan saja bi,saya mau sarapan dikamar dengan istri saya,soalnya dia juga belum sarapan'',sambung Sobri sambil tersenyum.
''Oh iya den'',ucap bi Nah gugup,karena baru kali ini selama bekerja sang anak najikan itu tersenyum kepadanya.
''Aden tunggu dikamar saja nanti bibik antarkan'',
''Sobri tunggu saja bik'',
''Baik den sebentar'',
Sesaat kemudian setelah makanan siap,Sobri segera membawa nampan berisi sarapan menuju kamarnya,perlahan Sobri membuka pintu kamar nya agar Ruby tak terganggu.
Terlihat sang istri masih tertidur pulas berselimut tebal.
''Ruby'',panggil Sobri sambil mengelus pipi istrinya.
''Heeemm'',
''Sarapan dulu,''
''Nanti kak,Ruby masih capek'',
''Sarapan dulu,keburu dingin makanannya,''
Dengan malas Ruby membuka matanya dan duduk sambil memegang selimut agar bisa menutupi tubuhnya.
''Kakak keluar dulu,Ruby mau ke kamar mandi'',
''Kenapa aku harus keluar,aku juga belum sarapan dan ingin sarapan berdua dengan mu'',
__ADS_1
''Ck,Ruby malu kak,''ucap Ruby.
''Malu kenapa?,aku juga sudah lihat semua bahkan merasakan semuanya,apa perlu aku bantu ke kamar mandi'',ucap Sobri.
''Enggak perlu,Ruby bisa sendiri'',ucap Ruby sambil membawa selimut berjalan perlahan menuju kamar mandi.
Sedang kan Sobri hanya tersenyum melihat tingkah istrinya,apalagi jalan Ruby yang seperti pinguin.
''Dasar suami tak peka,istri jalannya susah bukannya dibantu malah cuma ngeliatin,seenggaknya digendong ala bridal kek biar romantis seperti dinovel-novel romantis lainnya'',gerutu Ruby saat didalam kamar mandi.
Saat buang air kecil,''Auuuwww'',pekik
Ruby.
''Sakit'',lirih Ruby membasuh inti tubuhnya,Ruby mengingat apa yang terjadi tadi pagi bersama Sobri suaminya.
Flasback on
Saat Sobri sudah tidur tengkurap diatas tempat tidur,Ruby segera memijit.
''Kemarin ada kurir ke apartemen mengantar apa?'',tanya Sobri.
''Oh itu paket dari ibu Khodijah'',jawab Ruby sambil terus memijat punggung Sobri.
''Paket apa?,isinya apa?'',tanya Sobri.
''Belum Ruby buka,kata ibu nunggu kakak pulang baru boleh dibuka'',ujar Ruby membuat Sobri penasaran.
''Kamu bawa apa masih di apartemen?'',tanya Sobri juga ingin tau.
''Ruby bawa,takut barang berharga jadi Ruby masukan dalam tas itu'',ucap Ruby menunjuk tasnya.
''Coba bawa sini kita buka sama-sama'',perintah Sobri.
''Ck'',decak Ruby namun menuruti perintah Sobri.
Mereka berdua membuka kotak sedang kiriman bu Khodijah.
''Parfum'',gumam Sobri dan Ruby bersamaan.
''Ini untuk mu saja'',ucap Sobri tidur tengkurap lagi kemudian Ruby menyemprotkan parfum itu ke pergelangan tangan,menghirup aromanya.
''Wah,wangi kak,ini beneran untuk Ruby'',ucap Ruby.
''Heemm,cepat pijat lagi'',ujar Sobri.
''Iya'',ucap malas Ruby,menaruh botol parfum diatas nakas dan memijat Sobri kembali.
Namun saat memijat ada gejolak aneh yang dirasakan Ruby serta Sobri,Sobri yang merasakan bagian inti tubuhnya mengeras ditambah pijatan Ruby seperti sengatan-sengatan listrik kecil ditubuhnya.
Sobri yang tau kondisi tubuh nya sedang bergairah,segera berbalik badan menatap Ruby yang seperti menahan sesuatu.
''K-kakak sudah pijatnya?'',tanya Ruby.
Sobri menngangguk,''Ruby mau ke kamar mandi''.ucap Ruby namun pergelangan tangan nya dicekal Sobri.
''Kak'',panggil Ruby.
''Aku mau hak ku'',ujar Sobri tanpa persetujuan
langsung ******* bibir Ruby,sedang Ruby yang merasakan suhu tubuhnya memanas menerima apa yang dilakukan Sobri.
Hingga sesuatu yang berharga milik Ruby yang selama ini dua jaga diserahkan kepada Sobri suaminya dengan sukarela.
Flashback off.
''Kalau aku hamil bagaimana ya'',gumam Ruby berpikir sambil membasuh tubuhnya.
__ADS_1