
Dikota X.
David mengerutkan dahi,''Bukankah ini,gadis yang dicari keluarganya tadi'',gumam David menyamakan identitas orang hilang dan gadis yang harus dia pantau.
''Ternyata benar,''gumam David.
''Siapa sebenarnya gadis ini,kenapa bang Ferdi harus berurusan dengan gadis ini juga'',gumam David sambil meraba dagunya.
''Capeknya'',seru Rara menghandle pekerjaan.
Onlineshop hanya sekedar pekerjaan sampingan untuk Rara,Santi,Maya dan Ruby,dari sini mereka bisa menerapkan ilmu yang mereka dapat dari bangku kuliah mereka.
''Aku merindukan kalian'',gumam Rara memandang figura potret empat sahabat.
"Semangat Rara",ucap Rara menyemangati dirinya sendiri.
Hingga ponselnya berdering",Hallo assalamualaikum",sapa Rara.
"Benarkah!,Alhamdulilah...baik besok saya akan kesana,terimakasih banyak atas bantuannya",ucap Rara bahagia.
Dipinggir jalan.
"Mama tak perlu turun,biar Maya saja",ucap Maya karena mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba mogok.
"Tak apa nak,mama ingin menemanimu",
"Tapi panas ma,mama berteduh dulu dibawah pohon itu ya",ucap Maya menunjuk pohon rindang,menuntun sang mama menuju pohon yang dituju.
"Maya hubungi jasa derek dulu ya ma",
"Iya,"
"Maaf ya ma,acaranya gagal dech",
"Tak apa nak,bukankah tadi kamu beli beberapa snack dan cemilan bawalah kemari",ujar Mama Maya,Maya pun patuh.
"Kita makan disini,hitung-hitung piknik dadakan",ucap mama Maya setelah putri semata wayangnya itu mendekat.
"Iya ma,maaf ya ma",ucap Maya memeluk mamanya,nama Maya mengelus punggung anak gadisnya.
Mereka berdua menikmati cemilan dengan sekali-kali Maya bercerita layaknya anak kecil yang sedang mengadu dengan sang mama,namun Maya sejenak diam karena matanya seketika menangkap sosok yang ia kenal.
''Santi'',gumam Maya.
''Siapa nak?'',tanya Mama Maya.
''Ma itu,bukankah itu Santi'',ucap Maya menunjuk seorang gadis yang duduk dikursi roda didorong seorang ibu-ibu.
''Iya nak,benar itu Santi teman mu'',ujar mama Maya membenarkan.
Maya hendak menghampiri namun sayangnya jasa derek yang dia hubungi tadi sudah datang.
''Temui dulu teman mu nak'',ucap mama Maya.
''Besok saja ma aku akan menemuinya bersama Rara,yang terpenting Santi selamat dalam kejadian itu jadi tak khawatir lagi'',ucap Maya.
''Terserah kamu nak,kita pulang saja ya'',ucap mama Maya dan Maya hanya mengangguk.
Pagi harinya.
__ADS_1
Sobri menggandeng tangan Ruby menelusuri lorong rumah sakit menuju Dokter Obgyn rekomendasi Keysha.
''Kalian sudah datang?'',tanya Keysha,Sobri dan Ruby mengangguk.
''Masuklah,sudah ditunggu dokter'',ujar Keysha.
''Terimakasih mbak sudah mendaftarkan'',ucap Ruby.
''Sama-sama,Sob setelah dari sini nanti temui ibu dulu'',ucap Keysha.
''Iya mbak,''ucap Sobri,Keysha pun berlalu menuju ruang rawat suaminya.
Setelah memasuki ruangan,Sobri dan Ruby menyodorkan tespeck,sang Dokter melakukan USG untuk memastikan.
''Selamat pak,buk,kalian akan menjadi calon orang tua'',ucap sang Dokter saat alatnya menangkap satu titik didalam kantung rahim.
''Alhamdulilah'',ucap Sobri menggenggam tangan Ruby dengan pandangan tetap menatap layar monitor.
''Usianya baru dua minggu ya'',ujar Dokter.
''Ada yang mau ditanyakan?'',
''Kenapa saya tidak mual-mual seperti wanita hamil dok?'',tanya Ruby.
''Setiap wanita hamil itu berbeda-beda bu gejalanya,bukannya bagus kalau tak mengalami mual,itu artinya ibu bisa nelakukan aktiitas seperti biasa,namun perlu diingat harus dalam porsinya dan jangan terlalu capek ya,karena mengingat kondisi janin masih muda'',terang Dokter.
''Ada yang ingin ditanyakan lagi?'',tanya Dokter,karena dari tadi sang calon ayah seperti ingin bertanya namun diurungkan.
''Untuk calon ayah,harus membuat calon ibu terus bahagia ya,jangan sampai ibu hamil mengalami stres karena bisa mempengaruhi kesehatan janin juga,untuk menambah nutrisi ibu hamil bisa mengkonsumsi susu khusus ibu hamil,dari sini ada yang ingin ditanyakan?'',jelas Dokter.
''Sudah cukup dok'',ucap Sobri,perawat membersihkan gel diperut Ruby,kemudian Sobri membantu Ruby bangun dan turun dari brankar.
''Terimakasih Dok'',ucap Sobri dan Ruby bersamaan.
Ruby dan Sobri menuju ruang rawat Jouhari setelah menebus obat.
''Kakak kenapa dari tadi diam saja?'',tanya Ruby penasaran.
''Tidak apa-apa'',
''Apa ada yang kakak pikirkan?'',tanya Ruby.
''Ternyata istriku semakin peka ya'',ucap Sobri tersenyum.
''Memang kakak memikirkan apa?'',
''Hehe,tadi aku ingin bertanya apa kita masih bisa bercocok tanam atau tidak namun aku malu,mengingat bang Fikri kemarin berpesan pada ku bahwa saat istrinya hamil dia libur hingga mbak Vii melahirkan'',ucap Sobri,Ruby hanya menghela nafas.
''Coba nanti kakak tanya mbak Keysha'',ucap Ruby.
''Baiklah'',ucap Sobri.
Sesaat mereka sudah sampai didepan pintu kamar rawat.''Assalamualaikum'',ucap Sobri.
''Waalaikumsalam'',
''Bagaimana?'',tanya bu Khodijah.
''Alhamdulilah,positive bu,ibu akan dapat cucu lagi'',ucap Keysha saat Ruby memberikan hasil usg nya.
__ADS_1
''Alhamdulilah,hahaha kalau bukan karena minyak itu aku jamin kamu belum bisa menyentuh Ruby'',ucap bu Khodijah,Sobri berdecak.
''Apa kamu masih sering menggunakannya?'',tanya bu Khodijah.
''Tidak'',ketus Sobri.
''Bagus,berarti sudah jantan,hahaha'',ucap Bu Khodijah membuat yang lain bingung berbeda dengan Ruby yang sudah ingin menghilang ke planet Mars karena malu.
''Mbak Key bisa kita bicara diluar sebentar,Sobri puyeng disini mendengar suara ibu yang ngelantur dari tadi'',ucap Sobri menarik tangan Keysha.
Bugh bugh bugh bu Khodijah memukul Sobri dengan bantal saat melewatinya,''Dasar bocah tengil'',ucap bu Khodijah,
''Apa yang ingin kamu bicarakan?'',tanya Key saat mereka berdua diluar ruang rawat.
''Mbak,apa aku masih bisa bercocok tanam?'',tanya Sobri membuat Key mengerutkan dahi.
''Bercocok tanam dengan siapa dulu'',
''Ck,jelas dengan istriku Ruby lah,kadang mbak Key ini ngadi-ngadi'',ucap Sobri.
''Kenapa tadi tidak tanya dengan Dokternya'',kesal Keysha.
''Aku malu mbak,cepat katakan,karena aku bimbang diinternet aku baca boleh tapi bang Fikri bilang,dulu bang Fikri libur' waktu mbak Vii hamil',ujar Sobri.
''Kalau menurut mbak Key bagaimana?'',tanya Sobri penasaran.
Keysha menghela nafas'',Menurut mbak,tinggal lahannya mau dicocok tanami apa tidak'',ucap Keysha kemudian meninggalkan Sobri yang masih mencerna kata-kata Keysha.
Beberapa hari kemudian dikediaman Fikri tengah ramai dan sibuk karena nanti malam akan mengadakan acara syukuran atas kesembuhan Jouhari,kelahiran baby Al serta pernikahan Sobri dan Ruby.
''Gadis manja,bagaimana penampilanku?'',tanya Keysha kepada Naima.
''Cantik,tapi masih cantikan Nai'',ucap Naima sambil memoles wajah Ruby.
''Wow,ternyata aku berbakat dalam merias'',ucap Naima terpana dengan kecantikan Ruby.
''Itu karena Ruby sudah cantik dari sana nya,bukan karena polesanmu'',seloroh Keysha,Naima hanya mencebik.
''Apa tak terlalu menor ini Nai?'',tanya Ruby menatap dirinya dalam pantulan cermin,Ruby sedikit tak nyaman karena wajahnya berbeda sekali setelah memakai pemerah pipi,lipstik merah dan bulu mata palsu.
''Tidak mbak,mbak sangat-sangat cantik,iya kan mbak Key'',ucap Naima.
''Iya,apa kamu tidak nyaman?'',tanya Keysha kepada Ruby.
''Sedikit mbak,mata Ruby berat banget'',ucap Ruby jujur.
''Keberatan bulu mata ya mbak?'',tanya Nai.
''Sepertinya iya,dilepas saja ya Nai'',ucap Ruby,segera Naima melepas bulu matanya.
''Bagaimana,sudah nyaman?'',tanya Keysha.
''Masih berat mbak,''tutur Ruby memejamkan mata.
''Tapi sudah Nai lepas loh mbak,apa karena lem nya ya'',ujar Naima bingung.
''Sepertinya bukan karena bulu mata Nai tapi karena Ruby ngantuk'',ucap Keysha mendapati Ruby terpejam dengan menyederkan kepala dikursi dengan mulut menganga.
''Dasar Bumil'',decak Naima kemudian tersenyum melihat Ruby dengan gaya tidur absurd.
__ADS_1