
"Aku asisten dari suami sahabatmu'',ucap pemuda itu,Santi hanya mengerutkan dahi namun tetap waspada.
''Nona Santi segeralah hubungi nona Ruby agar beliau tidak khawatir memikirkan nona,''ucap Gondrong,Santi segera mengangguk mendengar nama Ruby.
''Dan satu lagi,tak perlu pasang kuda-kuda seperti itu walaupun nona atlet Taekondow nona tak bisa menyerang dengan kaki cedera seperti itu'',sambung Gondrong membuat Santi bersikap biasa saat Gondrong hendak pergi ditahan oleh Santi.
''Tunggu'',tahan Santi.
''Ada apa nona?,apa ada yang anda sampaikan atau anda akan memberitahukan hal yang anda sembunyikan?'',tanya Gondrong.
''Aku perlu bukti bila kamu benar orang kepercayaan suami Ruby'',ujar Santi kemudian Gondrong mendial sebuah nomor mengirim pesan dan orang tersebut melakukan panggilan video,Gondrong memperlihatkan Ruby yang tengah tertidur pulas.
''Aku tak bisa memberitahukan keberadaan ku kepada Ruby maupun kepada kedua sahabatku,itu sangat berbahaya untuk mereka'',ucap Santi membuat Gondrong menyimak tanpa bertanya.
Santi menghela nafas,''Aku adalah bodyguard sekaligus sepupu Ruby,tugas ku melindungi Ruby dari segala ancaman,namun saat ini ada yang sedang mengintai ku,aku berusaha menghindar sementara agar pelaku tak fokus dengan ku,namun aku tetap mengawasi Ruby dari jauh'',jelas Santi.
''Apa dengan mengawasi dari jauh nona bisa menjamin keselamatan nona Ruby?,apa disaat anda berburu dari jauh mangsa akan anda peroleh?,itu terlalu beresiko nona,dengan kondisi nona seperti ini membuat pelaku bisa leluasa menyakiti orang yang anda lindungi'',ucap Gondrong membuat Santi bingung akan menjawab apa.
''Itu'',Ragu Santi.
''Setidaknya beritahulah keberadaan nona kepada orang yang nona percaya'',ucap Gondrong.
''Nanti aku akan memberitahu mereka,tunggu waktu yang tepat dulu'',ucap Santi kembali duduk dibangku.
__ADS_1
''Dan kira nya apa anda sudah tau siapa yang ingin mencelakaimu?'',tanya Gondrong kemudian Santi mengangguk.
''Katakan'',ucap Gondrong tegas.
''Hanya seorang yang tidak suka dengan ku,seorang yang bernama Rizal dan Mulan,'',jelas Santi.
''Dan nona kenapa harus melindungi nona Ruby,siapa yang memerintah nona?'',tanya Gondrong.
''Tentang itu aku tak bisa memberitahu mu,sedang yang memerintah ku itu papa nya Ruby'',tutur Santi.
''Apa motif dari pelaku?,kenapa juga tuan Adi tak langsung meringkus orang yang akan mencelakai putrinya'',ujar Gondrong.
''Aku tidak tau pastinya'',ucap Santi.
''Oh,itu aku pun juga tak tau'',ucap Santi.
''Ck,ternyata hanya seorang Bodyguard amatiran'',ejek Gondrong.
''Hei,kenapa kamu selalu mengkritik ku,seolah paling bisa dan paling benar saja'',ucap kesal Santi membuat Gondrong berlalu pergi.
''Sok cakep loe'',teriak Santi namun Gondrong menganggap angin lalu,sebab ada yang lebih penting dari ocehan Santi.
Gondrong segera mengendarai mobilnya,setelah mengirim pesan kepada Sobri.
__ADS_1
Kairo.
Naima segera bergegas menuju bandara,saat mencari kursi nya,ternyata sudah ada seorang yang mendudukinya.
''Excuse me,sorry sir its...
''IMRAN'',Naima kaget melihat Imran yang duduk dan memamdang dirinya dengan senyum.
''Minggir itu tempat ku'',ucap Naima.
''Baiklah'',ucap Imran bergeser dari tempat duduk dekat cendela.
''Kenapa kamu disini?,jangan bilang kamu mengikuti ku'',ucap Naima dan Imran hanya nyengir kuda.
''Aku akan mengikuti kemana calon istri ku berada'',ucap Imran,sedang Naima hanya berdecak dan memalingkan muka menatap keluar cendela.
''Nai,kenapa kamu tak mau dengan ku?'',tanya Imran lirih namun bisa didengar oleh Naima.
''Karena aku bukan wanita yang baik untuk mu Imran'',ucap tegas Naima.
Imran tersenyum,''Yang baik belum tentu baik untuk ku Nai,tapi kamu itu seorang yang terbaik untuk hidup ku,kasih aku kesempatan Nai untuk membuktikan bila akj benar-benar mencintaimu,benar-benar serius untuk menjadikan mu pendampingku'',ucap Imran.
''Terserahlah'',ucap jutek Naima membuat Imran tersenyum merekah.
__ADS_1