Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
61


__ADS_3

,''Haus'',lirih Jouhari membuat Keysha menghentikan bacaan surahnya.


''Jou,kamu sudah sadar'',ucap Keysha menaruh mushafnya kemudian mengambil wadah berisi air dan menuangkannya kedalam gelas kemudian membantu Jou untuk meminumnya.


''Key,k-kamu sudah pulang'',ucap Jou tersenyum senang dan Key mengangguk dengan senyuman,Jou bergeser sedikit agar Keysha tak terlalu menempel pada dirinya.


''Ada yang kamu rasakan Jou?'',tanya Keysha serius,Jou mengangguk.


''Apa ada yang sakit?,yang sebelah mana?,''tanya Keysha khawatir,namun Jouhari malah tersenyum.


''Kenapa kamu tersenyum,katakan bagian mana yang sakit'',ucap Keysha galak.


''Sini'',ucap Jou memegang dadanya.


''Benarkah,aku panggil dokter dulu'',ucap Keysha melepas mukena nya.


''Key,tunggu'',cegah Jou saat Keysha hendak membuka pintu.


''Aku harus memanggil dokter dulu Jou'',


''Kau hanya perlu menekan bel itu,''


''Asstagfirulloh aku terlalu panik Jou'',ucap Keysha kemudian menekan bel.


''Sakit ini karena mu Key'',ucap Jou membuat Keysha menatap nya.


''Karena ku?'',tanya Keysha.


''Kenapa bisa karena ku?'',sambung Keysha.


''Iya,saat kamu pergi dada ini sesak sekali,sekarang kamu disini pun dada ini juga masih merasa sesak,bukan karena sedih atau senang entah karena apa'',ujar Jouhari merasa aneh.


Keysha tersenyun,''Kamu ingat siapa aku?'',tanya Keysha.


''Kamu Keysha Budiarto gadis jutek dan galak,namun aku suka'',ujar Jouhari sambil tersenyum.


''Selain aku gadis jutek dan galak,apalagi yang kamu ingat tentang ku?'',tanya Keysha dan Jou berpikir.


Ceklek.


''Kita periksa dulu pasien nya'',ucap seorang Dokter.


''Silahkan Dok'',ucap Keysha.


Dokter memeriksa Jou dengan intensif,''Bagaimana Dok?'',tanya Keysha.


''Alhamdulilah,semuanya sudah baik,secara fisik'',ujar sang Dokter.


''Pak Jou kenal dengan wanita ini?'',tanya Dokter menunjuk Keysha dan Jou mengangguk.


''Siapa dia?'',tanya Dokter.


''Keysha'',jawab Jou.


''Berapa sekarang umur pak Jou?'',tanya Dokter.


''23 tahun dok'',jawab Jou.


Dokter itu hanya mengangguk,''Dokter Key,bisa kita bicara sebentar saya tunggu diruangan kerja'',ucap sang Dokter.


''Baik dok,namun setelah ibu saya datang baru saya menemui dokter'',ucap Keysha.

__ADS_1


''Setelah ini,pak Jou makan dan diminum obat nya,kami permisi dulu'',ucap Dokter.


''Terimakasih Dok'',ucap Keysha.


''Key,sebenarnya ada apa dengan ku?,dan kenapa kepala ku diperban?'',tanya Jou penasaran


''Tidak ada apa-apa,kamu mengalami kecelakan dan sekarang pasca operasi mu Jou,apa kamu tidak ingat itu?'',tanya Keysha dan Jou hanya menggeleng.


Keysha mengirim pesan kepada ibu,ibu mertua juga kepada saudara yang lainnya,seketika Keysha teringat dengan putri sambungnya.


''Keke'',lirih Keysha dan menatap Jou yang mengamati ruangannya dengan bingung.


''Key,apa kita tidak apa bila satu ruangan tanpa ada seorang mahrom?'',tanya Jou.


''Tak apa,karena kalian ini sudah halalan toyiban'',celetuk bu Halimah saat membuka pintu.


''Ibu'',ucap Jou,Keysha menyalami bu Halimah.


''Maksud ibu apa?'',tanya Jou tak mengerti.


''Bu,jangan terlalu banyak bicara mengenai apa yang terjadi dulu bu,Keysha mau keruang dokter dulu,ingin tau lebih lanjut keadaan Jou bu''.ucap Keysha.


''Baiklah nak,ibu yang akan menjaga Jou'',ucap bu Halimah dan Keysha hanya mengangguk kemudian keluar dari ruangan.


''Bu,maksud ibu tadi apa?,kenapa Jou tidak paham'',ucap Jou bingung dan merasa kepalanya sedikit berdenyut.


''Nak,dengarkan ibu,kamu percaya dengan ibu kan nak?'',tanta bu Halimah.


''Aku selalu percaya dengan ibu'',ucap Jou.


''Keysha itu istri mu nak,ibu tak mau kehilangan Keysha lagi nak'',


''Iya coba lihat lah foto diponsel ibu ini'',tunjuk bu Halimah menunjukan ijab qobul kemaron dirumah sakit ini.


''Ini beneran bu'',ucap Jou seperti tak percaya,namun rasa sesak didada kembali menyelimuti,antara bahagia,sedih,dan rasa apalah itu dirasakan oleh Jouhari saat ini.


Diruangan Dokter.


''Nak,suami mengalami amnesia'',


''Apa ingatannya bisa kembali normal dok?'',


''Bisa namun harus dengan cara perlahan jangan terlalu dipaksakan untuk mengingat mungkin saat ini yang dia ingat hanya seorang yang dulu ada dimemorinya'',


''Baik dok'',


''Key,apa kamu akan bergabung dengan para Dokter spesialis bedah dari Mesir itu?'',


Keysha hanya tersenyum tipis dan mengangguk,''Saya permisi dulu Dok'',


Keysha berpikir keras,esok hari dimana sidang hak asuh Keke,namun kondisi Jouhari masih seperti ini,''Aku harus bagaimana ya Allah'',lirih Keysha bingung.Keysha kemudian berhenti sejenak dengan senyum misterius berjalan cepat menuju ruangan Jou berada.


''Assalamualaikum'',


''Waalaikumsalam nak'',


''Key'',panggil Jou.


''Bunda,ayah selalu memanggil dengan sebutan bunda'',ucap Keysha.


''Bunda?'',

__ADS_1


''Hem,bila kamu tak ingat siapa aku,aku akan membantu mu mengingatnya'',ucap Keysha duduk samping Jou.


''Aku sudah tau dari ibu,kalau kamu itu istri ku'',ucap Jou


''Benarkah?,apa kamu percaya?'',tanya Keysha.


''Tentu aku percaya'',jawab Jou.


''Alhamdulilah,apa kamu juga percaya bila kita juga sudah mempunyai seorang putri?'',tanya Keysha membuat Jou menatap ibu Halimah yang mengangguk.


''B-benarkah itu?'',ucap Jou seperti mendapatkan kejutan.


''Lihatlah ini,dia Keke'',ucap Keysha menunjukan foto seorang gadis kecil.


''Kenapa aku bisa melupakan darah daging kita'',ucap Jouhari menatap foto Keke dilayar ponsel,Keysha hanya tersenyum.


''Nak'',tegur bu Halimah namun Keysha menggeleng berisyarat agar bu Halimah tak mengatakan apapun.


''Maafkan aku bunda,gara-gara operasi ini aku tak mengingat anak kita,buah cinta kita'',sambung Jou.


''Tak apa ayah'',ujar Keysha


''Siapa tadi namanya?'',tanya Jou


''Keke yah'',jawab Keysha.


''Keke,kenapa dada ku sesak ya mengucapkan nama itu'',ucap Jou membuat Bu Halimah dan Keysha saling pandang.


''Nak ibu mau ke mushola dulu'',ucap bu Halimah.


''Iya bu'',ucap Keysha.


''Sekarang ayah juga istirahat dulu'',ucap Keysha,Jou hanya mengangguk.


Adzan subuh berkumandang Sobri segera bergegas bangun,dilirik nya Ruby yang masih pulas.


''Rub'',panggil Sobri membangunkan sang istri.


''Hem'',suara Ruby dengan mata yang berat intuk terbuka.


''Kakak mau jamaah di masjid'',ucap Sobri kemudian turun dari tempat tidur


''Iya kak'',ucap Ruby dengan suara serak.


Saat Sobri sudah selesai bebersih dan keluar dari kamar mandi sang istri masih berada dibawah selimut tebalnya.


''Mentang-mentang lagi libur sholat,nyenyak banget tidurnya'',gumam Sobri masih menatap sang istri.


''Nyenyaklah,mumpung libur semuanya kak'',sahut Ruby membuat Sobri sedikit kaget kemudian tersenyum.


''Itu sudah Ruby siapin baju koko nya'',ucap Ruby.


''Terimakasih istriku'',ucap Sobri mengambil baju yang sudah disiapkan Ruby.


''Sama-sama kak'',ucap Ruby.


''Aku ke masjid dulu,Assalamualaikum'',ucap Sobri.


''Waalaikumsalam'',ucap Ruby,setelah sang suami keluar kamar Ruby merasa ada panggilan alam dan segera ke kamar mandi.


''Kenapa tak keluar lagi'',gumam Ruby bingung.

__ADS_1


__ADS_2