
Dikota X
Gondrong tengah berada ditempat kejadian kecelakaan,menelusuri dan melihat sekitar.
''Unsur kesengajaan'',gumam Gondrong.
Kemudian gondrong berjongkok mengambil beberapa foto tak sengaja melihat ponsel dibawah patung manekin.
Gondrong segera menghidupkan ponsel walaupun terdapat password nya,itu mudah bagi seorang Ferdiyan.
Meneliti semua pesan dan panggilan masuk,tak berselang lama ponselnya berdering.
''Assalamualaikum San loe dimana?,dengan siapa?,sedang apa?'',tanya Rara.
''Waalaikumsalam,maaf saya bukan pemilik ponsel ini,saya hanya menemukannya'',ucap Gondrong.
''Loe siapa?'',tanya Rara terkejut mendengar suara pria.
''Saya yang menemukan ponsel ini'',ucap Gondrong santai.
''Kenapa loe bisa buka ponsel sahabat gue,loe ini siapa,jangan-jangan loe yang culik Santi ya?'',tuduh Rara.
Gondrong hanya berdecak,"Tidak penting",ucap Gondrong mematikan ponselnya.
Sedangkan Rara bingung serta penasaran menjadi satu,"Itu tadi siapa?,kalau penculik Santi kenapa tidak minta tebusan,atau jangan-jangan dia pembunuh",gumam Rara ketakutan.
"Gue harus kasih tau Ruby dan Maya",ucap Rara mengirim pesan kepada kedua sahabatnya.
Di Kairo.
Naima tengah berbincang dengan para mahasiswi lainnya.
__ADS_1
Byuuurrr,Naima hanya ternganga kaget dengan apa yang dialami nya,''Hei,kenapa kamu tidak sopan'',hardik Husna,membuat orang-orang sekitar memperhatikan merekan ada pula yang berbisik.
''Hahaha,maaf aku tak lihat aku kira kotak sampah'',ejek Melani dengan angkuh.
Naima menghela nafas,''Maaf nona,apa salah saya?'',tanya Naima sambil menyeka air yang membasahi wajah ayu nya.
''Salah kamu karena sudah mempermalukan kak Imran'',kata Melani.
Naima hanya tersenyum santai menanggapi,''Mempermalukan?'',tanya Naima mengulang kata.
''Iya mempermalukan dengan cara menolaknya mentah-mentah,dasar gadis sok jual mahal'',ucap Melani sinis.
''Mau nona apa?,saya menerimanya dan nona mengatai saya pelakor begitu?'',ucap Naima membuat Melani bingung.
''Iya juga ya,kenapa aku marah'',batin Melani bingung.
''Makanya belajar dulu nona,biar sedikit pintar jangan hanya pintar menilai dan merendahkan orang lain,''ucap Husna yang membantu Naima mengelap muka Naima dengan tisu.
''Dasar cewek gila plus beg* tuh'',ucap Husna kesal.
''Biarkan saja Na,kita pulang yuk,baju ku sudah basah'',ucap Naima dan diangguki Husna.
Dirumah sakit.
Sobri tengah mengabari istri serta keluarga yang lainnya untuk segera datang ke rumah sakit.
''Bagaimana nak Sobri?'',tanya bu Halimah.
''Mereka akan segera kemari bu'',
''Semoga setelah ini tak ada musibah atau masalah lagi,amiin'',ucap bu Halimah.
__ADS_1
''Amiin,bu'',timpal Sobri.
Kemudian Keysha keluar dari kamar mandi sudah menggunakan kebaya putih,walaupun make up seadanya namun membuat Key terlihat cantik natural,bu Halimah segera menghampiri calon menantunya.
''Maaf nak,acara akad nya harus dirumah sakit'',ucap Bu Halimah dengan sesegukan sambil memeluk Key.
''Tak apa bu,mari kita segera ke ruang rawat Jou'',ajak Keysha.
Setelah semua berkumpul ijab qobul pun dimulai.
''Saya nikahkan dan kawinkan Keysha Budiarto binti Budiarto almarhum dengan Muhammad Jouhari bin Hamdani almarhum dengan mas kawin dua puluh gram mas dibayar tunai.''
''Saya terima nikah dan kawinnya Keysha Budiarto binti Budiarto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai'',
''Bagaimana saksi?sah?'',tanya penghulu
''Sah'',kata semua orang dari keluarga Keysha serta jajaran dokter yang akan menangani Jouhari.
''Alhamdulilah'',ucap penghulu dan membacakan doa,setelah itu Keysha mendekat ke brankar Jou untuk mencium punggung tangan,Jou tersenyum bahagia.setelah sekian purnama akhirnya gadis yang dia tunggu menjadi milik nya.
''Sekarang kalian sah menjadi suami istri,''ucap penghulu.
''Terimakasih pak'',ucap Keysha dan Jou bersamaan.
Ayah Imam,Fikri,bu Khodijah,bu Siti,Ruby,Bu Halimah, dan Sobri semua mengucapkan selamat kepada Jou serta Key.
''Ayah apa sekarang Keke sudah boleh tidur dengan dipeluk bunda Key?'',tanya Keke dan Jou mengangguk.
Semua merasa bahagia,ada kelegaan juga dalam hati Key,melihat senyum semua orang dalam ruangan itu.
''Dokter Key,sekarang sudah waktunya pasien melakukan operasi'',ucap Seorang Dokter membuyarkan kebahagiaan yang baru saja dirasakan.
__ADS_1