
Malam hari.
Ruby sudah terlelap setelah bertukar cerita dengan bu Siti dan Vilara,melupakan sejenak bagaimana keadaan sahabatnya.sebelum meninggalkan kamar yang ditempati Ruby,bu Siti memberitahu bila Sobri tengah menyusul bu Khodijah.
''Nak,istirahatlah,tidak perlu menunggu Sobri karena dia sedang menyusul mbak Yu Khodijah'',ucap bu Siti sebelum menutup pintu.
''Iya bu'',jawab Ruby,kemudian merebahkan badan.
Namun saat tengah malam Ruby merasakan seperti ada gelitikan dilehernya,saat membuka mata,''Kakak'',ucap Ruby membelalakan mata terkejut karena Sobri berada diatas tubuhnya.
''Tssuuutt,aku menginginkannya'',ucap Sobri seperti pela.
''Ruby capek kak,besok saja ya'',ucap Ruby.
''Kamu diam saja biar kakak yang bergerak jadi kamu tidak akan capek'',ucap Sobri seperti berbisik dan mulai mengecap serta menggerayangi istrinya.
''Kaak'',rengek Ruby.
''Jangan keras-keras sayang,kamar ini tidak kedap suara,diam dan nikmatilah'',bisik Sobri membuat Ruby meremang.
Dan terjadilah adegan ranjang.
Pagi harinya.
Fikri dan Vilara bersiap menjemput jagoan kecilnya.
''Sudah siap sayang?'',
''Sudah dari tadi mas,ayo sudah tidak sabar ingin bertemu dengan baby Al'',ucap Vilara menggandeng lengan Fikri menuruni anak tangga.
''Pagi-pagi sudah rapih kalian mau kemana?'',tanya paman Imam.
''Mau menjemput baby Al paman'',
''Cucu ku pulang hari ini ya,kalau begitu cepat kalian kerumah sakit segera bawa pulang cucu ku'',
''Siap paman'',
Di dapur.
''Bu,dimana Sobri dan mantu kita,kenapa ayah tidak melihatnya?'',ucap paman Imam sambil duduk dan mencomot bakwan.
''Mereka masih dikamar,mungkin masih buat cucu untuk kita'',sahut bu Khodijah.
''Benarkah,wah jadi tidak sabar dipanggil kakek'',ucap paman Imam setelah menelan bakwan goreng.
''Sama yah'',ucap bu Siti sambil menaruh secangkir teh hangat.
''Kalau aku sudah dipanggil nenek,''ucap bu Khodijah sombong.
''Iya,percaya orang cucu mbak yu sudah besar cantik lagi'',ucap bu Siti,mengetahui Keke putri Jouhari.
''Sidang lanjutannya kapan mbak yu?'',tanya paman Imam.
''Dua hari lagi Mam,namun aku pesimis akan hasilnya melihat Jou yang belum ada perkembangan'',ucap bu Khodijah.
''Bagaimana kalau Keysha mengadopsi Keke saja mbak yu'',ucap bu Siti.
''Nanti akan aku pertimbangkan,karena Key sedang fokus dengan kesadaran dan kesembuhan Jou.''ucap bu Khodijah.
__ADS_1
Di dalam kamar.
Setelah melaksanakan sholat subuh dua insan Sobri dan Ruby kembali terlelap karena tadi malam mereka begadang yang ada artinya tentunya.
Sobri mengerjap,melihat jam di dinding sudah menunjukan jam tujuh pagi.
''Asstagfirullihalazim,sudah siang'',ucap Sobri,saat akan bangun melihat Ruby yang masih tertidur pulas dia tersenyum.
Sobri mendekati istri nya,''Sayang bangun'',bisik Sobri.
''Ruby capek kak,nanti malam saja ya'',igau Ruby membuat Sobri terkekeh dan hanya mencium pelipis sang istri sebelum beranjak dari tempat tidur.
Di Kairo.
Naima tengah berdoa diatas sajadah nya,''Ya Allah berilah kebahagian di dalam keluarga besar hamba,'',ucap Naima.
''Hamba yakin Engkau tak akan memberikan ujian kepada hamba-Mu melebihi kemampuannya",ucap Naima sambil menengadahkan kedua tangannya.
"InshaAllah hamba dan keluarga hamba akan ikhlas menerima segala ujian dari Mu,Dan semoga dari keikhlasan kami bisa mempermudah menjalani dan melewati setiap fase ujian,Amiin",ucap Naima mengakhiri.
Kemudian terdengar suara adzan subuh,setelah Naima melaksanakan kewajibannya Naima bergegas menyiapkan sarapan.
Satu pesan masuk ke ponselnya.
imran.
Assalamualaikum Nai,aku ingin membicarakan sesuatu kepada mu,temui aku diperpustakaan,bawalah mahrom untuk menemani mu.
Naima mengerutkan dahi,"Bicara soal apa lagi,ada-ada saja",gumam Naima meletakan ponselnya dan menuju kulkas menyiapkan anrka sayuran.
Di Rumah sakit.
Jouhari tengah berada dipersimpangan jalan seperti sedang bingung.
"Raya",lirih Jou terheran.
Raya hanya tersenyum kemudian menggandeng tangan Jou untuk melewati jalan yang remang-remang.
"Raya,jalan ini sangat menakutkan,kamu bawa aku kemana?",tanya Jou namun Raya hanya menuntun Jou dan sedikit tersenyum.
"Raya,aku sudah mencoba jalanan yang ada dan berakhir hanya berputar-putar disini",ucap Jou namun Raya hanya menuntun menuju sebuah lorong bercahaya.
"Dengarkanlah bang Jou,siapa yang memanggilmu",ucap Raya.
"Ayah,bangunlah ini sudah siang,kata ayah jika bangun siang uang jajannya dipatuk ayam,memangnya ayah mau uang jajan ayah dipatuk ayam?",oceh Keke.
"Keke",lirih Jou sambil menatap Raya yang mengangguk.
"Bangunlah Jou,kami merindukanmu,aku akan menunggumu hingga kau membuka mata,seperti kau dulu menunggu ku",ucap Keysha membisikan ditelinga Jou.
"Keysha",lirih Jou.
"Iya,wanita yang selama ini bang Jou tunggu,namun saat sudah dipertemukan malah bang Jou terjebak disini",ucap Raya santai.
"Aku ingin pulang Raya",ucap Jou yang seketika merindukan Keysha.
"Abang jalanlah lurus tanpa menoleh kebelakang,apapun yang terjadi atau suara apapun itu teruslah berjalan maka abang akan pulang",ucap Raya.
"Ayo,kamu juga ikut Raya",ajak Jou
__ADS_1
Raya menggeleng",Tempat ku disini bang,"ucap Raya.
"Tapi Raya",ucap Jou bingung.
"Cepat pergilah bang,aku mencintai kalian",ucap Raya mendorong Jouhari.
Jouhari berjalan lurus kedepan tanpa menoleh kebelakang,namun dari belakang seolah suara Raya minta tolong.
Jou akan menoleh namun didepan seolah suara bu Halimah mengaji,suara yang menyejukan,suara yang membuat hati tenang dan merasa aman,Jouhari melangkah kembali hingga dia menemukan cahaya yang menyilaukan mata.
"Air",lirih Jou.
"Kau sudah bangun nak",ucap bu Halimah tersentak.
"Haus",lirih Jou bu Halimah segera memencet tombol untuk memanggil Dokter.
Dokter segera menuju ruangan Jou untuk memeriksa pasien.
"Pasien sudah sadar bu,namun masih perlu pengawasan dokter,dan juga perlu",ucap Dokter.
"Alhamdulilah",ucap syukur Bu Halimah,menatap haru sang putra yang sedang diperiksa.
Di Kediaman Fikri.
Keysha dan Keke kerumah Fikri untuk menyambut baby Al.
"Hai cantik",sapa Sobri kepada Keke.
"Hai juga",ucap ketus Keysha.
"Aku tidak menyapa mbak,tapi menyapa putri cantik mu",ucap Sobri.
"Ck,Keke sayang kedapur dulu bersama nenek ya,bunda mau bicara dulu dengan om tengil ini",
Keke tersenyum dan berlari kedapur,"Mbak jangan mengajari hal yang tak sopan seperti itu kepada anak kecil",ucap Sobri.
"Tidak sopan bagaimana?",
"Itu tadi panggil Sobri om tengil,"
"Kan memang benar kamu anak tengil,bahkan aku menambahkan om jadi tak ada yang salah bukan",
"Terserah mbak sajalah,mbak kan memang selalu benar",
"Good,jadi sekarang kamu pasang spanduk itu kesana",perintah Keysha dan Sobri hanya menghela nafas.
Saat Sobri memasang spanduk,"Ruby mana Sob?",tanya Keysha.
"Sedang istirahat,"jawab Sobri.
"Geser kurang ke kanan itu",ucap Keysha.
"Iya",patuhs Sobri,"Dasar betina galak",batin Sobri kesal.
"Mbak Key ini teh hangat nya",ucap Ruby yang tiba-tiba datang membawa nampan dan juga teh.
"Sayang,aku juga mau",pinta Sobri manja tanpa malu didepan Keysha.
a
__ADS_1
"Ini juga sudah Ruby bawa kan kak",ucap Ruby sedikit tersenyum kikuk malu.
"Kamu harus kuat mental Rub,karena memang seperti itu kelakuan suami mu,kalau sudah cinta malu-maluin",ucap Keysha duduk dan mengambil secangkir teh hangat,sedangkan Sobri hanya berdecak.