
Dirumah sakit.
''Bunda'',panggil Keke saat memasuki ruangan Keysha.
''Hei,sayang salamnya mana?'',tanya Keysha.
''Assalamualaikum bunda'',ucap Keke menyalami dan mencium punggung tangan Key.
''Waalaikumsalam putri bunda'',ucap Keysha memangku Keke.
Jouhari yang mendengar itu tersenyum bahagia.
''Assalamualaikum Key'',ucap Jou.
''Waalaikumsalam Jou'',jawab Keysha sambil tersenyum.
''Bunda nanti makan siang bareng sama Keke ya'',ucap Keke.
''Iya sayang,'',ucap Keysha sambil memperhatikan wajah manis Keke.
''Ayah,Keke disini saja,terimakasih sudah mengantar Keke'',ucap Keke kepada Jou
''Kamu kira ayah ojek,begitu?'',ucap Jou berkacak pinggang seolah marah.
''Hehehe,''Keke hanya menampilkan deretan giginya.
''Gadis nakal,duduk Jou'',ucap Keysha mengusap kepala Keke.
''Key,aku ingin bicara serius dengan mu,''ucap Jou saat sudah duduk didepan Keysha,membuat Keke memandang ayahnya dan bunda dokter bergantian.
''Kalau ingin bicara serius,datang lah kerumah Jou,jangan ditempat kerja seperti ini,''ucap Keysha sebal.
Jou hanya mengusap tengkuknya sambil tersenyum kaku.
''Tak Romantis'',cibir Keysha.
Jou seperti tertantang.
''Baiklah nanti malam,aku dan ibu akan datang kerumah mu'',ucap Jou mantap
''Dengan Keke juga bunda'',sahut Keke sambil mengacungkan jari telunjuknya keatas.
Jou dan Key tersenyum.
''Assalamualaikum'',ucap bu Khodijah saat masuk ruangan.
''Waalaikumsalam'',jawab tiga orang yang ada didalam ruangan Keysha.
''Wah sepertinya ada obrolan yang seru nich'',ucap bu Khodijah.
''Iya bu,saya ingin menyampaikan salam dari ibu saya,''Assalamualaikum'',ucap Jou sambil berdiri dari duduknya.
''Waalaikumsalam'',ucap Bu Khodijah.
Jou mengatur nafas dan detak jantungnya.
''Dan saya juga ingin memberitahukan bila nanti malam saya dan ibu saya ingin bersilaturahmi kekediaman ibu'',ucap Jou sedikit gugup.
Bu Khodijah memandang Keysha dan Key hanya tersenyum dan mengangguk.
''Iya,ibu tunggu dirumah'',ucap bu Khodijah membuat Jouhari menghembuskan nafas lega.
''Alhamdulilah'',gumam Jouhari.
__ADS_1
''Duduk nak Jou,bagaimana kabar ibu mu?'',tanya bu Khodijah.
''Alhamdulilah beliau baik bu'',ucap Jou.
Tok tok
"Maaf Dok ada pasien darurat",ucap sang suster.
"Baik Sus,sebentar",ujar Keysha.
"Ibu mau keruangan baby Al dulu,Keke dengan nenek saja yuk,"ucap bu Khodijah mengajak Keke dan meninggalkan ruangan anaknya.
"Jou pergilah,Keke biarkan disini dengan ku dan ibu",ucap Keysha.
"Baiklah,aku titip Keke,semangat calon istri",ucap Jou segera meninggalkan ruangan Keysha.
Keysha hanya terdiam mencerna kata-kata Jouhari."Dasar Jou",gumam Keysha namun dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
Keysha segera menuju ruang dimaba pasiennya menunggu.
Di Kairo.
Pak Imam tengah mendapat kabar dari Adi Baskar bila sedang menggelar pesta pernikahan anak nya.
"Terus bagaimana dengan rencana kita",ucap pak Imam.
"Masih seperti rencana awal,atau jangan-jangan kamu yang tak mau berbesan dengan ku",ucap Adi Baskara.
"Ck,bukan seperti itu,tapi katamu tadi putri mu sudah menikah",ucap pak Imam.
"Aku punya dua putri,kalau kamu lupa Imam",ucap Adi Baskara mengingatkan sahabatnya.
"Hehe,iya tapi kata mu putri bungsu mu masih kuliah",ucap Imam.
"Kaliankan tidak akan langsung menikah kan putra mu dengan putri ku bukan",ucap Adi Baskara
"Yang penting kapan kamu kembali,saat itu tiba biar anak-anak yang menentukan kemauan mereka",ucap Adi Baskara.
Naima yang mendengar ayah nya sedang bertelepon mendekat kepada ibunya.
''Bu,berarti minggu ini jadi pulang ke tanah air?'',tanya Naima.
''Iya sayang,kenapa?,mau ikut?'',tanya ibu Siti,Naima menggeleng.
''Naima sudah betah disini bu'',ucap Naima,ibu Siti tersenyum dan mengusap punggung tangan sang putri dengan lembut.
Sore hari Ruby benar-benar langsung pulang ke kota X dengan diantar sopir.
''Semangat Ruby,bukankah ini yang kamu mau'',ucap Ruby pada diri sendiri.
''Semangat Ruby,sekarang dirimu hanya memikirkan untuk belajar,lulus kuliah dan membahagiakan diri sendiri'',batin Ruby mensugesti diri sendiri.
Setelah sampai di kosan Ruby segera merebahkan diri membalas pesan dari sahabatnya bila sudah sampai dikota X,Ruby memejamkan mata mencoba menghilangkan bisik-bisik yang dia dengar tadi saat pesta berlangsung.
''Nikah buru-buru pasti terjadi sesuatu'',
''Pernikahan bisnis mungkin'',
''Hamil duluan mungkin'',
Ah biarlah itu masalah kakaknya bukan urusan dia,kemudian Ruby terlelap menuju alam mimpi.
Hingga suara berisik mengganggu tidur Ruby.
__ADS_1
''Masha Allah,perawan bangun siang pamali woy'',teriak Santi.
''Siang apaan sich,gue ngantuk'',ucap Ruby.
''Ruby sayang,ini sudah jam delapan pagi'',Ucap Rara.
''Asstagfirullohalazim'',Ruby tersentak akan penuturan Rara dan langsung terduduk.
''Kenapa Rub?'',tanya Rara kaget karena tiba-tiba Ruby terduduk.
''Gue belum sholat subuh'',ujar Ruby menatap Rara.
''DiQodho aja sama dhuha,noh ada teman nya si Rara,''ucap Maya yang baru saja nongol.
Ruby hanya beristigfar berkali-kali.
''Udah sana cuci muka,sikat gigi,kalau enggak sekalian mandi sana terus kita ngampus''.ucap Santi.
''Iya bawel'',ucap Ruby,turun dari tempat tidur melangkah menuju kamar mandi,dan teringat sesuatu.
''Kalian kok bisa masuk kamar kos gue?'',tanya Ruby kepada tiga sahabatnya.
Semua hanya memandang Santi.
''Gue dobrak pintu nya'',ucap Santi enteng,Ruby hanya menghela nafas Santi dan Maya hanya tersenyum.
''Alamat ditelen idup-idup gue sama ibu kos'',ucap Ruby dan mendesah panjang.
''Pintunya lupa enggak loe kunci dari dalem Ruby'',ucap Rara yang kasihan melihat wajah Ruby lesu.
''Udah sana buruan mandi'',ucap Maya.
Ruby segera masuk kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Ruby sudah nimbrung dengan Maya,Santi serta Rara.
''Oleh-oleh nya mana?'',tanya Rara.
''Gue enggak sempet beli oleh-oleh'',
Rara mencebikan bibirnya,''bibir udah kaya bebek enggak usah digituin,nanti itu si soang kalah saing ama bibir loe'',ucap Santi kepada Rara.
''Pedes banget San ucapan loe,seperti sambel ayam geprek tingkat dewa'',ujar Maya.
''Lagi dapet ya'',ucap Rara.
''Tau ah'',ucap Santi sambil rebahan.
''Rub,kata loe bang Furqon nyusulin loe,terus bagaimana kelanjutannya?'',tanya Maya.
''Bang Furqon sudah jadi abang ipar gue'',ucap Ruby.
''WHAAAATTT!!!!",ucap Maya,Santi dan Rara berbarengan,Ruby menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.
''Biasa aja kale,enggak usah ngegas juga'',ucap Ruby.
''Kok bisa Rub?'',tanya Maya.
''Kejadiannya gue enggak tau,tiba-tiba saja bang Furqon sama Kak Safira dibawah selimut bareng,terus dinikahin dech sama bokap gue'',ucap Ruby.
''Tapi kenapa loe enggak sedih Rub?'',tanya Rara.
''Karena gue udah ikhlas Rara sayang'',ucap Ruby.
__ADS_1
Santi,Maya dan Rara mengacungkan jempol mereka.
''Udah yuk girl's kita berangkat'',ucap Santi mengajak sahabatnya untuk ke kampus dan diangguki oleh para sahabatnya.