Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
42


__ADS_3

Sobri menunggu Ruby,''Kenapa lama sekali'',gerutu Sobri sambil melihat pintu kamar mandi yang masih tertutup.


''Ruby,''panggil Sobri namun tak ada sahutan dari Ruby.


''Apa jangan-jangan pingsan'',gumam Sobri khawatir dan mengetuk pintu kamar mandi.


Tok tok tok,''Ruby,Rub'',panggil Sobri sambil mengetuk.


''Iya kak'',teriak Ruby.


Ceklek.


''Mandi lama banget,pantesan badan enggak bisa gede kebanyakan main air sich'',ucap Sobri.


''Apa hubungan air sama badan coba'',ucap Ruby.


''Ada lah,kelamaan dingin itu bisa menyusut,mengerut kaya kamu hahaha'',ucap Sobri.


''Garing'',ucap Ruby dan segera duduk ditepi ranjang mengamati nampan berisi dua piring nasi goreng yang masih utuh.


''Kakak belum makan?'',tanya Ruby.


''Belum,aku nungguin kamu,''ucap Sobri mengambil nampan dan menaruh dipangkuan Ruby.


''Terimakasih'',ucap Ruby sambil tersenyum,


''Makanlah'',ucap Sobri diiringi anggukan Ruby.


Saat menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya dan perlahan mengunyahnya,sebentar melirik kearah suami,''Kak nanti siang Ruby ada kelas'',ucap Ruby.


''Nanti aku antar'',jawab santai Sobri.


''Dan sekalian kita pulang ke apartemen,kamu kalau berangkat kuliah dari sini kejauhan'',ucap Sobri.


Ruby mengangguk dan melanjutkan makan,hanya keheningan yang ada.


Setelah selesai Ruby dan Sobri keluar dari kamar namun saat hendak menuju pintu utama.


''Kak,tunggu Ruby sebentar ya'',ucap Ruby

__ADS_1


''Mau kemana?'',tanya Sobri namun Ruby sudah melangkah cepat menuju taman belakang.


''Ibu'',panggil Ruby kepada ibu mertuanya.


''Lama banget nak'',ucap Ibu Siti sambil merapihkan tanaman bunga dan beberapa tanaman buah dekat bangku kayu.


''Maaf bu,tadi Ruby ketiduran,''ujar Ruby


''Sini duduk dengan ibu'',ucap bu Siti


''Maaf sekali lagi bu,hari ini Ruby tidak bisa menemani ibu,''ucap Ruby merasa tak enak hati karena sudah mengingkari janji akan berkebun bersama dengan ibu mertua.


''Memangnya nya mau kemana?'',tanya bu Siti sambil duduk.


''Ruby ayo keburu siang'',ucap Sobri menyusul Ruby.


''Kalian mau kemana?mau pulang?'',tanya Bu Siti.


''Ibu tumben enggak ikut ayah'',ucap Sobri.


''Ibu tanya dijawab dulu,bukannya diberi pertanyaan lagi'',ucap bu Siti.


''Iya bu,kasihan Ruby kalau harus berangkat ngampus dari sini'',ucap Sobri.


''Enggak bisa begitu ibu,Ruby sudah skripsi akhir sebentar lagi wisuda masa iya pindah'',ucap Sobri.


''Ya sudah,hati-hati dijalan'',ucap bu Siti yang kembali menata tanamannya.


Ruby memeluk ibu mertua dari belakang.


''Ruby janji akan sering kesini bu,maaf sudah membuat ibu sedih'',lirih Ruby kepada ibu Siti.


Bu Siti hanya tersenyum,''Ibu selalu menunggu mu nak,bila Sobri nakal lapor dengan ibu segera'',ucap Ibu Siti,dan Ruby mengangguk cepat.


''Ruby pulang dulu'',ucap Ruby sambil mencium pipi ibu mertuanya.


''Assalamualaikum'',


''Waalaikumsalam,hati-hati Sobri bawa anak gadis ibu'',

__ADS_1


''Sekarang sudah enggak gadis lagi bu,''


Bugh.


Ruby memukul lengan Sobri,sedang yang dipukul hanya tersenyum tipis.


Bu Siti hanya melongo mencerna kata-kata Sobri yang sudah pergi,kemudian tersenyum,''Akhirnya cucu baru segera lounching'',gumam bu Siti.


Didalam mobil.


''Kak,parfum dari ibu Khodijah ketinggalan dikamar'',ucap Ruby saat memeriksa tas nya.


''Biarkan saja,walaupun tanpa parfum itu,aku juga bisa melakukannya'',


''Maksud kakak?'',


''Apa kamu enggak merasa aneh,tiba-tiba ingin melakukan hubungan intim?'',


Ruby hanya diam berpikir,''Jadi maksud kakak,itu seperti obat perangsang begitu'',ucap Ruby dan Sobri mengangguk.


''Kalau Ruby hamil bagaimana?,apa kakak akan bertanggung jawab,apa kakak akan sayang dengan anak Ruby,atau kakak jangan-jangan akan meninggalkan Ruby'',ucap Ruby.


Ciiiittt.


Sobri menghentikan laju mobilnya menatap Ruby.


Ceeetaak.


''Sakit kak'',ucap Ruby mengusap keningnya.


''Kenapa bisa berpikiran hingga aku meninggalkanmu'',


''Karena Ruby berpikir kakak melakukannya bukan karena keinginan kakak,dan kakak menikahi Ruby juga karena ayah dan ibu,jadi apa salah bila Ruby berpikiran seperti itu'',


Sobri membuka selbelt dan mencium bibir mungil sang istri.


Cup


''Aku menyukaimu Rub,dan satu aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi,''ucap Sobri memeluk Ruby.

__ADS_1


''Terimakasih kak,jadi kalau Ruby hamil kakak akan tanggung jawab kan?'',tanya Ruby,dan Sobri mengangguk dengan senyum dibibir.


''Istri ajaib'',batin Sobri.


__ADS_2