
''Kak,kenapa suami mbak Key harus operasi,padahalkan baru saja sadar'',bisik Ruby kepada Sobri.
''Nanti akan aku jelaskan'',ucap Sobri sambil tersenyum.
''Bunda,ayah mau dibawa kemana?'',tanya Keke.
''Ayah mau di beri obat dulu sayang,agar cepat sembuh'',ucap Key menggendong Keke.
Sedangkan para perawat sudah mendorong brankar Jou menuju ruang operasi.
''Ya Allah lancarkanlah operasinya,sembuhkanlah putra hamba seperti sediakala'',ucap Bu Halimah.
''Amiin'',semua orang mengaminin doa bu Halimah.
''Ya Allah,hamba mohon berilah kelancaran dalam operasi ini agar putri hamba segera merasakan kebahagiaannya'',batin bu Khodijah.
''Keke berdoa ya,agar ayah segera sembuh'',ucap Key dan Keke mengangguk.
''Ya Allah semoga ayah cepat sembuh agar kita bisa makan es krim cup besar,amiin'',ucap Keke membuat raut muka semua orang yang tegang menjadi sedikit ada senyuman.
''Fikri kamu disini juga,Vilara dirumah dengan siapa?,''tanya Keysha.
''Vii dan baby Al dijaga asisten rumah tangga mbak'',ucap Fikri.
''Pulanglah kasian Vilara,paman,bibi dan ibu ikutlah Fikri pulang,''ucap Keysha.
''Ibu disini saja nak,menemani bu Halimah'',ucap bu Khodijah merangkul pundak sang besan.
''Sobri pulanglah,''ucap Keysha menyuruh Sobri.
''Sobri juga disini saja mbak'',ujar Sobri sedang Ruby menatap suaminya.
''Ruby pulangkan?'',tanya Keysha namun Ruby masih menatap Sobri
''Ingin pulang,tapi suamiku masih disini'',batin Ruby,kemudian beralih menatap Key dengan senyuman.
''Ayo nak Ruby pulang saja'',ajak bu Siti.
''Iya Rub pulanglah,mbak titip Keke,Keke pulang dengan aunty Ruby ya sayang'',ucap Keysha.
''Tapi ayah bagaimana bunda?'',tanya Keke.
''Nanti kalau ayah sudah sembuh bunda hubungi Keke,bagaimana?'',bujuk Key.
''Iya bunda'',ucap Keke.
''Ayo sayang dengan aunty'',ajak Ruby akan menggendong Keke.
''Jangan digendong Rub,Keke berat'',ucap Keysha sambil menurunkan Keke dari pangkuan.
''Ruby kuat kok mbak tenang saja'',ujar Ruby.
''Jangan Rub,Keke jalan saja ya nak,jangan minta gendong aunty ya sayang,kasian aunty nya'',ucap Keysha membuat Sobri bingung dia hanya memandang Ruby dan Key bergantian.
''Baik bunda'',ucap Keke mencium pipi Key,juga mencium punggung tangan kedua nenek nya.
Setelah sebagian keluarga pulang,disana hanya ada bu Halimah,bu Khodijah serta Sobri.
''Mbak mau makan?'',tanya Sobri dan Key menggeleng.
__ADS_1
''Duo ibu mau makan apa,biar Sobri belikan'',tawar Sobri.
''Tidak nak,mungkin bu Khodijah?'',ucap Bu Halimah.
''Saya belum lapar Sob'',ucap bu Khodijah.
''Kalau kamu lapar belilah makanan dulu Sob'',ucap Keysha.
''Tidak mbak'',tolak Sobri.
Kemudian hanya keheningan,''Mbak Key,kenapa tadi Ruby tidak boleh menggendong Keke?'',tanya Sobri.
Keysha tersenyum,''Karena dari penglihatan seorang Dokter Obgyn,istri mu itu sedang...
''Hamil ya mbak'',tebak Sobri sumringah,senyum terukir dibibirnya seakan mentari pagi bersinar cerah,Sobri berlari menuju Ruby dan memutarnya dengan bahagia.
Bugh,pukulan dilengan membuyarkan lamunan,''Bukan,istri mu sepertinya menstruasi hari pertama,dan sepertinya mengalami nyeri pada perutnya jadi mbak takut bila menggendong Keke,nanti Ruby pingsan atau sempoyongan dan terjatuh kan bahaya'',jelas Keysha.
Sobri menghela nafas kecewa,''Kenapa?,memangnya dengan tiap malam kamu menanam benih mu terus cepat jadi begitu?'',tebak Keysha dan Sobri mengangguk.
''Makanya konsultasi dulu sebelum bertindak,''ucap Keysha.
''Iya mbak,memangnya kapan waktu terbaik Sobri bercocok tanam mbak?'',tanya Sobri.
''Waktu mu bertanya tidak tepat,sekarang mbak sedang tidak praktek datang saja ke rumah sakit dimana aku praktek'',ucap Keysha.
Sobri mendengus kemudian beranjak dari duduk,''Mau kemana?,pulang?,ngambek atau mau ngadu,itu masih ada ibu disana'',ucap Keysha meledek.
''Mau cari makan,soalnya ngomong sama mbak itu nguras tenaga dan emosi jadi bikin lapar'',ucap Sobri,bu Halimah dan bu Khodijah yang mendengar perdebatan kecil mereka pun ikut tersenyum.
''Bagus dong,jadi bicara dengan ku itu bisa buat orang gemuk dan sehat'',ucap Key.
''Iya,dari dulu mereka selalu seperti itu,dekat selalu berdebat,jauh seakan rindu,namun bila salah satu mendapat masalah yang satu mencari solusi,bila yang lain terpuruk yang satu mengobati,itulah keluarga kami jeng'',ucap bu Khodijah dan bu Halimah mengangguk.
Saat akan menyahut ponsel Sobri berdering,Sobri menjauh,''Bos,kemungkinan besar teman nona bos ini seorang mata-mata,atau semacam seorang bodyguard yang dikirim oleh seseorang'',ucap Gondrong membuat Sobri mengeritkan dahi.
''Selain itu?'',tanya Sobri.
''Kemungkinan korban selamat,karena ponsel korban berada pada baju yang dikenakan pada patung manekin'',ucap Gondrong.
''Cari tau semuanya,siapa sebenarnya teman istri ku itu'',perintah Sobri.
''Baik bos'',ucap Gondrong mematikan ponsel nya.
''Mata-mata untuk apa,dan bodyguard untuk menjaga siapa?'',gumam Sobri sambil berpikir.
Di kediaman Fikri.
Ruby dan Keke berada dikamar Vilara,''Aunty,adik nya kenapa tidur terus?'',tanya Keke melihat baby Al yang sedang menyusu sambil memejamkan mata.
''Karena masih kecil sayang,kalau sudah kenyang pasti langsung bobo'',ucap Ruby.
''Keke mau adik juga seperti adik Alfian aunty'',ucap polos Keke.
''Nanti minta bunda Key saja ya'',ucap Ruby sambil tersenyum.
''Kalau minta sama aunty boleh tidak?'',tanya Keke.
''Hehehe,boleh nanti kita beli di supermarket ya'',ucap Ruby bercanda.
__ADS_1
''Yang seperti adik Al aunty'',ucap Keke.
"Tidak ada yang jual sayang kalau yang seperti adik Al",ucap Ruby.
"Yaaah",ucap Keke kecewa,mendengar itu Ruby memberi kode Vilara.
''Keke sayang,sudah makan belum?'',tanya Vilara.
''Belum Aunty'',jawab Keke.
''Makan dulu yuk,aunty lapar,habis itu nanti kita makan es krim'',tawar Vilara.
''Iya aunty,Keke mau'',ucap Keke,kemudian Vilara meletakan baby Al dalam box bayi dengan perlahan.
''Ruby ayo kita makan dulu'',ajak Vilara.
''Nanti saja mbak,masih kenyang'',ucap Ruby.
''Mbak tinggal dulu ya'',ucap Vilara sambil menggandeng tangan Keke.
''Iya mbak,Ruby disini jagain baby saja'',ucap Ruby.
Vilara mengangguk dan segera keluar dari kamar.sedangkan Ruby memeriksa ponselnya ada beberapa pesan dari sahabat-sahabatnya.
''Seorang pria,siapa?,apa jangan-jangan penculik Santi'',gumam Ruby sesaat setelah membaca pesan dari Rara.
Ruby kemudian menghubungi nomor ponsel Santi namun tidak aktif.''Tidak aktif,apa Rara hanya berhalusinasi ya'',gumam Ruby,kemudian mengirim pesan dalam grup chat.
Rara
Nomor ponsel Santi aktif namun yang menerima suara pria,pasti itu penculik.
Maya
Tapi gue hubungi enggak aktif Ra.
Rara
Aktif May
Maya
Ini Ruby mana?
Rara
Rub loe masih hidupkan?
Ruby
Gue masih hidup,dan benar kata Maya nomornya Santi tidak aktif Ra,mungkin kamu lagi ngigau kali.
Rara yang membaca pesan Ruby berpikir sejenak,''Apa memang gue lagi ngigau ya'',gumam Rara bingung sendiri dan mengecek panggilan keluar dalam ponsel.
''Enggak ini nyata,buktinya ini ada panggilan keluar beberapa menit'',gumam Rara.
''Gue harus lacak ponsel Santi'',ucap Rara semangat.
Kemudian lesu,''Gue kan anak ekonomi mana bisa ngelacak'',gumam Rara.Otak Rara buntu,
__ADS_1