Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
59


__ADS_3

Dirumah sakit.


Keysha tengah menunggu Jouhari sadar,sedangkan ibu Khodijah dan bu Halimah sudah pulang diantar oleh Sobri.


Keysha memandangi suaminya yang tengah terpejam,masih terngiang saat Dokter bilang operasinya berjalan lancar namun kemungkinan besar ada sebagian memori ingatannya terhapus entah itu masa lalu atau masa sekarang.


''Aku tak takut bila harus hilang dari ingatan mu,karena aku akan selalu mengingatkanmu karena aku adalah milik mu'',gumam Keysha.


Keysha hanya bisa berdoa yang terbaik,menggenggam tangan Jou dan mengecupnya.


Setelah itu beranjak untuk mengambil wudhu kemudian melantunkan ayat-ayat suci.


Didalam kamar.


Sobri baru keluar dari kamar mandi,''Kakak kenapa lama sekali didalam kamar mandinya?'',tanya Ruby,Sobri hanya menghela nafas sungguh disaat keinginan sedang memuncak sang istri berpenampilan seperti apa pun tetap menggoda.


''Kak'',panggil Ruby karena Sobri hanya berlalu tanpa menjawab dan dengan santai duduk disofa.


''Heeemm",dehem Sobri yang fokus menatap ponselnya.


"Kak,bagaimana penyelidikan bang Ferdi?",tanya Ruby.


Sobri seketika menatap sang istri dengan dahi berkerut.


"Gondrong",kata Sobri dengan penekanan.


"Sama saja,bagaimana apa menemukan sesuatu atau sudah bertemu dengan Santi?",tanya Ruby

__ADS_1


"Iya,teman mu itu selamat",ujar Sobri.


"Alhamdulilah",ucap Ruby lega.


"Namun anehnya seperti ada yang sengaja mencelakainya dan sekarang seperti disembunyikan",ucap Sobri membuat Ruby heran dan sedikit berpikir.


"Maka dari itu Gondrong masih mengawasinya",sambung Sobri dan Ruby masih terdiam.


"Apa bang Ferdi yang menemukan ponsel Santi?",tanya Ruby.


"Mungkin",jawab Sobri yang kembali fokus dengan ponselnya.


"Kak",rengek Ruby.


"Ruby,jangan membuat suara seperti itu aku tak sekuat kelihatannya,nanti aku bisa sakit bila terus-terusan mandi air dingin dan berlama-lama dikamar mandi",ujar Sobri.


"Memang kenyataan nya seperti itu kalau tak percaya kau lihat lah sendiri",ucap Sobri sambil menunjuk kepangkal paha membuat wajah Ruby bersemu merah.


"Kalau begitu Ruby tidur duluan,selamat malam suamiku",ucap Ruby segera bergumul dengan selimut.


Sobri hanya berdecak dan mengecek berkas untuk besok sidang hak asuh Keke.


Dikota X.


Rara masih penasaran",Maya loe bisa lacak ponsel Santi tidak?",tanya Rara dalam sambungan telepon.


"Enggak bisa Ra,gue bukan hakcer kali,bagaimana kalau kita nanti minta bantuan polisi saja",ucap Santi memberi ide.

__ADS_1


"Baiklah,besok kita bertemu ditempat biasa ya",ujar Rara.


"Ok,ngomong-ngomong kapan Ruby pulang ya,gue mau hubungi dia takut ganggu secara dia dengan suaminya",ucap Maya.


"Gue juga enggak tau,tapi kemaren gue kirim chat dia bales kok,nanti gue tanya kapan tuh anak balik kesini",ucap Rara.


"Oh iya Ra,pengiriman baju besok loe ya yang handle,soalnya gue sore mau pergi",ucap Maya.


"Bisa diatur,emang loe mau kemana?",tanya Rara.


"Gue mau nganter nyokap refreshing di Villa keluarga,hitung-hitung Qualitytime begitu",ujar Maya.


"Iya bagus dech,selagi orang tua kita masih ada perbanyak tuh ngebahagiain nya,sejatinya orang tua itu hanya butuh perhatian kecil dari anaknya sudah membuat mereka bahagia",tutur Rara.


"Tumben loe lempeng",heran Maya dengan nada meledek.


"Hahaha,iya ya mungkin karena banyak mikirin Santi kali ya jadi bisa lempeng gini,tertular kepintaran Santi sepertinya",tutur Rara.


"Ngaco loe,udahlah gue tutup lama-lama ngobrol sama loe bisa mlehoy nanti'',ucap Maya.


''Dasar teman tak ada akhlak'',sebel Rara.


''Hahaha,assalamualaikum'',ucap Maya.


''Waalaikumsalam'',jawab Rara kemudian mematikan ponsel.


Disebuah taman belakang rumah,''Selamat malam nona'',ucap pemuda perawakan tinggi tegap.

__ADS_1


''S-siapa kamu?!!'',ucap Santi terkejut menatap heran pemuda itu.


__ADS_2