Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
32


__ADS_3

''Eehhhemmm'',Sobri berdehem untuk mengurangi rasa canggung setelah mencium istrinya sendiri ditempat umum,walaupun restauran miliknya sendiri namun bukankah tak sopan melakukan apa yang tadi dia lakukan.


Sedang Ruby menggigit bibir nya,dan menoleh kanan kiri,berharap tak ada orang atau pegawai yang melihatnya.


''Kak,bisa antar Ruby ke kampus'',ucap Ruby menghilangkan rasa canggung.


''Bisa,ayo'',ucap Sobri menggandeng tangan Ruby.


''Kak,apa keluarga kakak akan mengadakan resepsi?'',


''Iya,tapi acaranya menunggu adik ku kapan bisa datang ke sini'',


Sobri membukakan pintu mobil untuk Ruby'',terimakasih'',ucap Ruby.


''Sama-sama'',ucap Sobri mengitari mobilnya.


''Nanti pulang jam berapa?'',tanya Sobri setelah memakai sabuk pengaman.


''Mungkin agak sore'',jawab Ruby.


''Nanti hubungi kakak saja bila kelas sudah


selesai'',ucap Sobri sambil mengemudi.


''Tidak perlu kak,nanti Ruby pulang dengan Santi saja soalnya Ruby harus pakcing barang untuk jualan online,''ucap Ruby


Sobri menghela nafas,''Pulang nya hati-hati,langsung menuju hotel saja,kakak menunggu mu'',ucap Sobri sederhana namun bisa menghangatkan hati Ruby.


Ruby mengangguk sambil tersenyum,''Dan ingat nanti sepulang kuliah tolong lihat tutorial diponsel mu bagaimana cara memijit yang baik dan benar'',ujar Sobri.


''Untuk apa kak dan kenapa?'',tanya Ruby heran.

__ADS_1


''Agar kamu bisa memijat suami mu ini dengan baik dan benar pula'',ucap Sobri dengan senyum menghiasi bibir nya.


''Jangan bilang kakak menungguku hanya untuk mememijat kakak?'',tebak Ruby.


''Betul emangnya apalagi'',jawab Sobri,namun seketika hati yang hangat menjadi dongkol.


''Stop'',teriak Ruby,Sobri menghentikan mobilnya.


''Ada apa?'',tanya Sobri heran.


''Ruby mau turun disini saja'',ucap Ruby menghela nafas.


''Tapi ini masih jauh Rub dari gerbang kampus'',ucap Sobri.


''Tak apa kak,terimakasih assalamualaikum'',ucap Ruby setelah melepas sabuk pengaman dan keluar dari mobil.


''Waalaikumsalam'',jawab Sobri masih memperhatikan sang istri yang sudah menjauh.


''Waalaikumsalam,cepat pulang mbak ada tugas buat mu'',perintah Key


''Mbak Key tau kan,Sobri ini masih pengantin baru loh,masih anget-anget nya hubungan kok sudah disuruh pulang cepet'',gerutu Sobri.


''Ck,kan kamu bisa ajak Ruby kesini Sob diangetin disini juga sama saja'',ucap Keysha.


''Sayur kali diangetin,setidaknya biarkan Sobri tenang barang dua hari saja disini kenapa sich mbak'',ucap Sobri,karena bila sudah dekat Key pasti ada saja tugas menanti.


''Enggak bisa,besok mbak tunggu direstauran mu,''ucap Keysha.


''Mbak Key yang cantik dua hari lagi ya Sobri kesana nya'',rayu Sobri.


''Enggak ada bantahan titik,assalamualaikum'',ucap Key mengakhiri panggilan.

__ADS_1


''Waalaikumsalam betina galak'',jawab Sobri sesudah Key menutup panggilan.


Sedang Ruby berjalan dengan menggerutu,''Ketagihan kok dengan pijatan,''gumam Ruby.


''By'',panggil seorang yang sangat Ruby kenal.


''Assalamualaikum kak'',ucap Ruby kepada Safira yang ditemani Furqon.


''Waalaikumsalam'',jawab Safira dab Furqon.


''Selamat ya atas pernikahanmu'',ucap Safira.


''Iya,terimakasih'',ujar Ruby tersenyum.


''Aku dan kak Furqon akan pergi honeymoon,karena mama dan papa memberi kami tiket untuk liburan selama sepuluh hari di Maldives'',ucap Safira menyombong sambil memeluk lengan Furqon.


''Kalau begitu hati-hati kak,bang,dan maaf Ruby ada kelas jadi Ruby tinggal Assalamualaikum''.ucap Ruby meninggalkan kakak dan kakak iparnya.


''Kata nya hanya mengucapkan selamat,kenapa kamu pamer pada adik mu'',ucap Furqon yang tak tega melihat wajah Ruby sedih.


''Memang kenapa kak?,kan aku berkata benar,memang ada yang salah?'',tanya Safira kepada Furqon.


''Bukan begitu Fira,alangkah baik nya bila kita tak mengatakan tiket dari mama dan papa,kasihan Ruby terlihat sedih padahal dia juga pengantin baru'',ucap Furqon menasehati Safira.


''Kenapa kakak peduli dengan Ruby,kakak masih cinta dengan Ruby?'',tanya Safira.


Furqon menggeleng,''Kamu pikir saja sendiri'',ucap Furqon berjalan meninggalkan Safira yang terdiam.


''Sungguh aku harus bagaimana lagi Fira,aku ingin kamu menjadi istri yang baik,aku ingin kamu kelak bisa menjadi ibu dari anak-anak ku,tapi setiap aku nasehati terus saja mengungkit masalalu,dan terus menyalahkan Ruby,padahal yang salah itu kamu'',gumam Furqon saat berada dalam mobil.


''Aku harus bisa lebih tegas'',batin Furqon saat sang istri sudah masuk dalam mobil duduk disampingnya dan hanya memasang wajah datar.

__ADS_1


__ADS_2