
Ruby terdiam.
''Apaan sich kak'',ucap Ruby memasukan kembali Atm beserta uang nya kedalam dompet.
''Kata nya mau kode pin,sini'',ucap Sobri menepuk sebelah kasur nya.
''Enggak jadi,Ruby mau mandi'',ucap Ruby menggeser duduk nya,Sobri mendekati Ruby.
''Kakak mau ngapain?'',tanya Ruby yang melihat Sobri kian menggeser dirinya.
''Rggeeerrr'',
''Kakak mau apa?'',tanya Ruby dengan nada takut namun Sobri tetap mendekat dan Ruby menggeser tubuh nya.
''Gggeeerrr'',suara Sobri menggoda Ruby.
''Kak,Ruby mohon jangan'',ucap Ruby memelas serta menggeser duduk nya hingga jatuh kelantai.
Sobri tetap mendekati Ruby kebawah Ruby mundur hingga terpentok dinding kamar dengan wajah takut.
''Aarrgeeerrrhh'',suara Sobri seperti macan yang siap menerkam.
''Jangan kak'',ucap Ruby memelas ketakutan.
''Haaahaahaa dasar gadis ugal-ugalan,padahal aku belum melihatkan kantung semar ku tapi kamu sudah ketakutan'',Sobri tertawa jahat.
Braakk.
Hingga suara pintu kamar mandi tertutup membuyarkan lamunan Sobri.
''Loh kemana gadis ugal-ugalan itu'',gumam Sobri mulai sadar akan lamunan gila nya.
Didalam kamar mandi.
''Suami aneh,masa senyum-senyum sendiri'',gumam Ruby bergidik ngeri.
Ruby berlama-lama didalam kamar mandi,berendam dalam bathup dengan aroma terapi yang menenangkan.
''Ini keputusan ku,ini pilihan ku,aku harus bisa menjalani apapun resiko nya'',gumam Ruby sambil memejamkan mata.
Selesai membersihkan diri Ruby keluar kamar mandi sudah rapi menggunakan piyama tidur,dilihatlah lelaki yang terlentang diatas tempat tidur dengan mulut terbuka.
''Bila didalam novel malam pertama seperti ini yang ditunggu,berkesan dan romantis,lah ini bini lagi mandi bukan ditungguin eh suaminya tidur enggak ada cakep-cakepnya lagi'',gerutu Ruby menatap lelaki yang berstatus suaminya.
Ruby mendorong tubuh Sobri dan merebahkan tubuhnya sebelum itu memberi pembatas antara dia dan suami dengan dua guling.perlahan tapi pasti matanya mulai berat dan terlelap.
Dilain kota,Keysha dan Vilara mendapat kabar dari bu Khodijah jika yang dijodohkan bahkan sekarang sudah sah menjadi istri Sobri adalah Ruby.
Ucapan syukur serta bahagia menyelimuti keluarga besar Imam Wijaya.Tak lupa pula bu Siti memberitahu Naima tentang acara perjodohan menjadi acara akad dadakan.
''Resepsinya kapan bu?,Nai harus hadir bila abang Sobri menggelar resepsi'',ucap Naima.
__ADS_1
''Iya sayang,nanti ibu akan tanya kapan rencana akan menggelar resepsinya'',ujar bu Siti kepada Naima.
''Mbak Key bagaimana bu,maksud Nai kapan akad mbak Key?'',tanya Naima.
''Masih mengurus untuk acaranya nak'',ucap bu Siti.
''Kenapa resepsinya tidak digabungin aja bu,jadikan Nai tidak bolak balik'',ucap Naima.
''Nanti ibu akan usulkan,terus kapan putri ibu ini dikhitbah'',ucap bu Siti.
''Ibu'',rengek Naima.
''Heheehee,iya-iya maaf ibu lupa kalau putri ibu ini jomblo'',ucap bu Siti menggoda Naima.
''Sudah tau putri cantik nya jomblo,masih saja ditanya'',ucap Nai merajuk.
''Iya sayang,maafin ibu ya'',ucap bu Siti seperti membujuk Naima.
''Ibu,sudah malam,ibu istirahat jangan terlalu malam bila tidur takut nanti ibu sakit,Nai tutup dulu ya Assalamyalaikum ibu'',ucap Nai mengakhiri obrolannya.
''Waalaikum sayang'',ucap bu Siti.
Keysha yang mendapat kabar tentang akad dadakan Sobri juga memberi tahu Jouhari.
''Apa aku juga perlu seperti Sobri,langsung saja ijab qobul'',
''Jangan macam-macam Jou'',ucap Key seperti nada ancaman.
''Bisa tidak panggilannya yang sedikit mesra,mas,Aa',bang,sayang juga boleh'',ucap Jou.
''Jangan dibiasakan sayang,cobalah panggil aku dengan mesra begitu,agar setelah kita sah jadi enggak canggung'',ucap Jou membuat Key berpikir membenarkan.
''Ok,akan aku coba'',ucap Keysha.
''Aku mau dengar sekarang'',pinta Jou
''Besok saja Jou'',ucap Key yang belum siap akan panggilan baru.
''Baiklah,aku mengalah untuk hari ini,besok jangan lupa kita bertemu dengan WO untuk membicarakan konsep pernikahan kita'',ucap Jou membuat Key deg-degan.
''Iya,kamu ajak Keke juga ya'',ucap Keysha.
''Siap calon istri,sudah malam istirahat lah besok kami akan menjemputmu,Love you'',ucap Jouhari namun bisa membuat wajah Keysha merona.
''Issh apa sich Jou,Assalamualaikum'',ucap Keysha memejamkan mata karena malu.
''Waalaikumsalam'',ucap Jou dengan senyum yang terus terukir dibibir,walaupun hanya mendengar suara calon istri namun bisa membuat Jou sebahagia ini.
Pagi harinya didalam kamar hotel.
''Aaaaakkkhhh,kamu siapa berani-beraninya memeluk ku'',kaget Ruby karena ada tangan kokoh memeluk pinggang nya.
__ADS_1
Bugh bugh bugh Ruby memukul brutal seorang memeluk pinggang nya dengan bantal,serta menendang nya.
''Auuw,''
Bugh bugh bugh.
''Seenak nya masuk kamar orang'',ucap Ruby terus memukul.
''Ruby STOOPP'',teriak Sobri dan seketika Ruby berhenti.
Sobri berdiri dan menatap Ruby yang linglung dan terbengong,mendekati Ruby.
Cetak,''Auuhh,sakit kak'',Sobri menyentil dahi Ruby.
''Sudah ingat siapa aku?'',tanya Sobri dan Ruby mengangguk pelan.
''Ternyata selain ugal-ugalan kamu juga sangat bar-bar'',ucap Sobri sinis.
''Maaf kak,''lirih Ruby.
''Maaf kata mu,apa seperti ini cara istri membangunkan suaminya?'',tanya Sobri dan Ruby menggeleng pelan.
''Lakukan tugas mu seperti layaknya seorang istri'',ucap Sobri.
''Tapi udah mau subuh kak'',ucap Ruby
''Tak ada penolakan'',ucap Sobri kembali duduk ditepi tempat tidur membuat
Ruby merengut.
''Cepat pijitin bahu ku'',perintah Sobri.
''Ck,'',decih Ruby namun menurut.
''Kak,kenapa kakak mau memenuhi syarat ku untuk menikah malam ini?'',tanya Ruby sambil memijat.
''Karena itu kamu'',batin Sobri.
''Karena orang tua ku'',ucap Sobri singkat.
''Oowh,sudah adzan kak'',ucap Ruby.
''520 530'',ucap singkat Sobri sebelum berdiri,dan meninggalkan Ruby yang masih mencerna kata-kata Sobri.
''520 530 apa?'',gumam Ruby sambil berpikir dan teringat mas kawinnya.
''Oh,kak itu kode kartu yang mana'',teriak Ruby saat pintu kamar mandi tertutup.
''Kamu cari tau sendiri'',sahut Sobri dari dalam kamar mandi.
''Ck,kasih tau setengah-setengah,awas nanti kalau minta jatah juga Ruby akan kasih setengah'',gumam Ruby menunggu pintu kamar mandi terbuka dengan memicingkan mata seolah pintu itu musuh nya.
__ADS_1
Didalam kamar mandi Sobri terkekeh,sungguh pagi yang menyenangkan bisa menjahili seorang gadis yang notabennya adalah istrinya.
''Istri'',gumam Sobri sambil terus tersenyum.