
Kairo.
Naima dan Husna berjalan menuju kelas mereka,namun setiap mahasiswi yang melihat Naima akan memberikan balon serta bunga mawar putih.
''Nai,kamu ulang tahun?'',bisik Husna dan Naima yang bingung hanya menggeleng.
''Tapi kenapa semua memberikan kamu bunga dan balon'',ucap Husna heran.
''Sudahlah ayo ingin segera sampai kelas'',tutur Naima sambil menarik tangan Husna.
Saat sudah didepan kelas,Naima dan Husna lebih tercengang dengan spanduk bertuliskan,WILL YOU MARRY ME NAIMA.
''Wow'',satu kata lolos dari mulut Husna.
''Terima,terima'',sorak para mahasiswi dan mahasiswa.
Husna tersenyum bingung,sedangkan Naima menatap sekitar mencari dalang dari kehebohan ini dan seorang pemuda dengan stelan jas berjalan mendekat,dengan senyuman yang mempesona serta buket bunga mawar merah ditangan,kesan romantis seakan melekat pada dirinya.
Naima hanya memandang datar,''Imran'',ucap Husna tak menyangka.
Imran berdiri didepan Naima,''Naima Almaira,mau kah kamu menjadi istri ku?'',ucap Imran menyodorkan kotak kecil berisi cincin.
Naima semakin dingin menatap Imran,''Nai,kamu ditanya itu'',bisik Husna.
''Maaf Imran,aku disini berniat untuk menuntut ilmu bukan mencari pendamping hidup,jadi carilah gadis lain'',tolak Naima kemudian segera masuk kelas dengan teriakan riuh ''Hhuuu'' dari semua mahasiswa.
Imran hanya menghela nafas dan tersenyum kemudian pergi dari sana,''Aku tak akan pernah menyerah begitu saja Nai,aku sungguh ingin menjadikan dirimu berarti dalam hidup ku''batin Imran.
Sedangkan dilain sisi Melani bak kepiting rebus merah padam menahan amarah melihat seorang yang dia cinta melamar gadis lain dan parahnya lamaran sang pujaan ditolak oleh gadis itu.
''Dasar gadis belagu,lihat saja akan aku buat kau lebih malu daripada yang dirasakan kak Imran'',umpat Melani sambil menatap tajam kearah ruangan Naima.
Di kediaman Fikri.
__ADS_1
Keysha,Sobri dan Ruby sedang mendekorasi ruang tamu untuk menyambut baby Al,sedangkan bu Khodijah dan bu Siti memasak di dapur.
''Selesai'',ucap Sobri setelah memasang spanduk dan juga balon-balon.
''Mbak Key enggak kerumah sakit?'',tanya Sobri sambil duduk disamping Ruby,dan menatap Ruby.
''Nanti setelah Fikri dan Vii pulang mbak langsung ke rumah sakit,''ucap Key.
''Kondisi calon mbak Key bagaimana mbak?'',tanya Ruby mengalihkan pandangan sang suami,''Karena sejujurnya Ruby grogi'',batin Ruby.
''Masih belum sadarkan diri,tapi tenang saja karena hari ini juga akan datang tim Dokter specialis dari luar negeri,''ucap Keysha dan Ruby mengangguk sedang Sobri tetap menatap Ruby.
''Semoga segera sadar ya mbak calonnya'',ucap Ruby berusaha bersikap biasa saja.
''Amin'',ucap Key dan Sobri.
''Sarapan dulu'',teriak bu Khodijah.
''Iya bu'',ucap Keysha.
''Mau ngapain Rub?'',tanya Keysha.
''Mau bantuin ibu mbak'',ucap Ruby dan Keysha mengangguk.
Ruby beranjak menuju dapur,Sobri pun ikut berdiri akan mengikuti Ruby.
''Kamu mau kemana Sob?'',tanya Keysha
''Mau ikut Ruby mbak'',jawab Sobri.
''Disini saja temani mbak'',
''Tapi itu kasihan istri Sobri mbak'',
__ADS_1
''Kasihan kenapa?,yang ada kalau kamu disana kasihan Ruby nya seperti ditempelin lintah'',
''Asstagfirullohalazim,mbak ini mulutnya pedes banget,''
''Apa yang pedes?'',tanya Paman Imam muncul dari arah belakang.
''Itu yah,mulutnya mbak Key karena pawangnya sakit jadi enggak ada yang jinakin lagi'',
''Enggak sopan Sobri'',tegur paman Imam.
''Maaf yah'',
''Maaf nya sama nak Key bukan sama ayah'',
''Maaf mbak Key,tapi mbak Key kan juga salah'',
Tin tin.
''Itu mereka sudah datang'',ucap paman Imam.
''Bu,mereka sudah datang'',teriak Sobri.
''Jangan teriak-teriak Sob'',
''Iya-iya mbak'',
Kemudian semua orang menyambut Fikri dan Vilara serta baby Al yang berada dalam gendongan Vilara.
''Selamat datang baby Al'',teriak Sobri.
Buugh,''Jangan teriak-teriak'',ucap Keysha dan Sobri hanya mengusap kepala bagian belakang sambil manyun.
Fikri dan Vilara tersenyum bahagia,atas sambutan keluarganya saat mereka akan melangkah.
__ADS_1
''Jangan bergerak kalian berdiri disitu dulu'',perintah Key,Fikri dan Vii menurut ternyata Keysha mengambil beberapa potret keluarga kecil Fikri.
''Sifat sok ngaturnya kembali dah'',batin Sobri.