Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
38


__ADS_3

Di Kairo.


Naima tak bisa terlelap,''Kenapa aku memikirkannya?'',


''Ingat Naima kamu disini untuk belajar bukan untuk mengingat cinta,cinta akan datang diwaktu yang tepat,''gumam Naima.


Naima membolak balikan tubuhnya namun tetap tak bisa tidur,''Asstagfirullohalazim'',lirih Naima,kemudian hingga suara tarkhim terdengar dia memutuskan untuk mengambil wudhu,menantikan adzan subuh.


Saat berangkat menuju kampus Naima terkantuk-kantuk,''Nai,kamu kenapa?'',tanya Husna.


''Ngantuk'',jawab singkat Naima dengan kepala ditempelkan diatas meja.


''Apa tadi malam kamu begadang?'',tanya Husna.


''Begadang yang tak sengaja'',ujar Naima.


''Kok,bisa?'',tanya heran Husna.


''Nanti kalau dosen masuk bangunin aku ya'',pinta Naima sambil memejamkan mata.


Husna hanya menggeleng sambil tersenyum.


Sedangkan Sobri sebelum pulang ke kota X,dia nenyempatkan untuk menjenguk putra abang nya.


''Assalamualaikum'',ucap Sobri menyapa Fikri yang sedang berada didepan pintu poli anak.


''Waalaikumsalam,pengantin baru'',ucap Fikri memeluk Sobri.


''Selamat ya,semoga menjadi keluarga Sakinah mawadah warahmah'',ucap Fikri menepuk punggung Sobri.


''Amiinn'',ucap Sobri sambil melerai pelukan.


''Istri mu mana?'',tanya Fikri,


''Hehehe,masih dikota X bang'',ucap Sobri.


''Ck,dasar bocah nakal'',ucap Fikri sambil memukul lengan Sobri.


''Kalau tidak urgent mana mungkin aku tinggal bang'',ujar Sobri.


''Iya,abang tau'',ucap Fikri sambil melihat pintu ruangan baby Al yang masih tertutup.


''Bagaimana baby Al,kapan bisa dibawa pulang?'',tanya Sobri.


''Alhamdulilah sudah gemuk,mungkin dua minggu lagi sudah bisa kami bawa pulang'',ucap Fikri dengan nada semangat.


''Nanti kabari Sobri bang,Sobri juga ingin menggendong baby Al'',ucap Sobri.


''Makanya cepat buat sendiri seperti baby Al,agar bisa puas gendongnya'',ucap Fikri.

__ADS_1


''Tenang saja bang pulang dari sini,aku akan segera membuatnya'',ujar Sobri.


''Berarti belum sempat buat dong,jadi kamu masih perjaka ya'',ucap Fikri menggoda Sobri.


''Apa sich bang,jangan kencang-kencang bilangnya malu tau kalau ada yang dengar'',ucap Sobri tengok kanan dan kiri.


''Hahahaha,''


Ceklek.


''Loh ada Sobri'',ucap Vilara.


''Iya mbak,mbak Vii sehat?'',ucap Sobri menjabat tangan Vii.


''Alhamdulilah sehat,''ucap Vii.''Ruby nya mana?'',tanya Vilara.


''Ruby nya ditinggal sayang karena masih PMS,''ujar Fikri menggoda Sobri.


''Kok begitu?'',tabya Vilara.


''Bukan mbak,bukan begitu kok asal nich abang ngomongnya'',ucap Sobri.


''Terus?'',tanya Vii.


''Ruby enggak ikut karena Sobri hanya sehari disini mbak,dan hari ini Ruby juga ada kelas,daripada cuti untuk hari ini lebih baik untuk nanti saat resepsi'',jelas Sobri.


''Jadi ini enggak mampir kerumah dulu?'',tanya Vii.


''Ok,kami tunggu'',ucap Fikri sambil merangkul pundak Vilara.


''Aku mau lihat baby Al dulu'',ucap Sobri sambil mendekati cendela kaca.


''Sobri,sayangi Ruby ya jangan terlalu ketus sama Ruby,dia itu sudah mbak anggap adik sendiri'',ucap Vilara.


''Insha Allah mbak'',ucap Sobri beralih dari baby Al menatap Fikri dan Vilara.


''Dan satu lagi,Ruby itu enggak bisa masak loh kok kamu mau Sob?'',tanya Vilara.


''Udah cinta yang'',goda Fikri terhadap Sobri,Vilara hanya memandang wajah suaminya dan Sobri bergantian.


''Apaan'',elak Sobri.''Sudah lah,Sobri pamit pulang'',sambung Sobri.


''Salam untuk Ruby,''ujar Vilara.


''Iya nanti akan Sobri sampaikan mbak'',ucap Sobri.


Setelah itu Sobri menemui Keysha,agar tenang saja dan fokus untuk acara resepsi,untuk masalah anak sambungnya biar calon suaminya serta anak buah nya yang bertindak,serta Sobri juga memberitahu bila bu Khodijah juga akan menemani Keysha karena saat ini Sobri akan terbang kembali ke kota X.


''Hati-hati'',ucap Keysha.

__ADS_1


''Iya,mbak juga harus semangat dan positive thinking'',ucap Sobri dan diangguki oleh Keysha.


Keysha melambaikan tangan saat Sobri meninggalkan pekarangan rumah sakit.


Sedangkan diapartemen Ruby tengah bersiap,saat bell apartemen berbunyi dia bergegas membukanya.


''Ibu'',ucap Ruby dan mengecup punggung tangan mertuanya.


''Sudah siap nak'',ucap Bu Siti memasuki apartemen anak dan menantunya.


''Ruby ambil tas dulu bu'',ucap Ruby menuju kamarnya.


''Loh bukannya kamar Sobri yang ini nak'',ucap bu Siti menunjuk kamar satunya.


''Itu kan kamarnya kak Sobri bu,''ujar Ruby.


''Apa Sobri yang melakukan ini?'',tanya bu Siti.


''Bukan bu,hanya Ruby tak ingin dianggap lancang'',ucap Ruby.


''Apa Sobri yang mengatakan itu?,''tanya bu Siti.


''B-bukan bu,itu,itu hanya pemikiran Ruby bu'',ucap Ruby serba salah.


Bu Siti hanya menghela nafas,dan memeluk Ruby'',Maafkan ibu ya nak,ibu tak tau,''ucap bu Siti sedih.


''Ibu tidak salah,ini hanya inisiatif Ruby sendiri bu,jika nanti kak Sobri sudah pulang, pasti kita juga tidur sekamar kok bu'',ucap Ruby mengira bu Siti sedih karena tidur yang terpisah.


''Bukan nak,ibu hanya sedih pasti kamu tadi malam tak bisa tidur ditempat seperti ini,apalagi hanya sendiri'',ucap Bu Siti.


''Oh,kalau itu Ruby sudah terbiasa bu untuk tidur sendiri kalau tempat ini terlalu mewah loh bu,sebelum disinikan Ruby kos yang dulu ditempati mbak Vilara'',ucap Ruby jujur membuat Bu Siti melongo dan memeluk kembali menantunya itu dan menangis.


''Kenapa ibu menangis,sudah bu,benar Ruby tak apa'',ucap Ruby berusaha menenangkan mertuanya.


''Bukan karena itu nak,ibu terharu saat tau kamu anak orang berada namun bisa hidup sederhana,sungguh beruntung ibu punya menantu seperti mu'',ucap Bu Siti mengecup kening Ruby,bu Siti teringat dengan sifat Naima yang dulu karena dia Naima mempunyai sifat yang amat manja.


''Tapi Ruby tak bisa masak bu,apa menurut ibu masih beruntung?'',ucap Ruby.


''Hahaha,memasak itu hanya butuh belajar dan terbiasa nak,nanti ibu akan mengajarimu,namun sebelum itu ibu mau kasih pelajaran dulu untuk suami mu itu,ayo segera kita pergi dari sini'',ucap bu Siti dan Ruby hanya mengangguk.


''Ternyata begini rasanya disayang seorang ibu'',batin Ruby berjalan dan tangannya digandeng sayang oleh ibu mertuanya.


Saat didalam mobil Ruby merogoh ponsel akan menghubungi Sobri suaminya.


''Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif'',suara operator yang Ruby dengar.


''Menghubungi siapa nak?'',


''Kak Sobri bu,Ruby hanya ingin izin untuk keluar apartemen'',ucap Ruby mengetik sesuatu.

__ADS_1


''Dari tadi Sobri ibu hubungi juga tidak aktif,biarkan saja enggak usah dihubungi anak itu,ibu juga masih sebel banget sama dia,nanti ponsel mu dinon-aktifkan saja nak,ponsel ibu juga akan ibu matikan,biar tau rasa itu anak bangor'',ujar bu Siti kesal,membuat Ruby yang akan mengirim pesan dia urungkan,Ruby tak menyangka ternyata dibalik sifat lembut sang ibu mertua juga mempunyai sifat yang mengerikan dan itu ditunjukan kepada putra kandungnya.


__ADS_2