Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
28


__ADS_3

Sedangkan Jouhari dan Keke berada didalam mobil.


''Ayah kita mau kemana?'',tanya Keke saat sang ayah memasangkan sabuk pengaman.


''Kita jemput bunda kerja'',ujar Jouhari.


''Yeeeyy,asyik ketemu bunda,''ucap Keke berdorak sorai.


''Keke bahagia?'',


''Sangat bahagia,kapan bunda bisa tidur bareng dengan Keke ayah?'',tanya Keke.


''Sebentar lagi sayang,sebentar lagi kita bertiga akan bahagia sama-sama'',ucap Jouhari tak sabar rasa nya menanti hari itu tiba.


''Lets goo ayah'',ucap Keke begitu semangat dan segera meluncur menuju rumah sakit dimana Keysha sudah berada di area parkir menunggu calon suami.


''Bunda'',teriak Keke antusias saat melihat Keysha berdiri.


''Sayang,jangan teriak-teriak'',tegur Jouhari.


''Hehehe,maaf ayah'',ucap Keke,kemudian mobil Jou berhenti tepat di depan Keysha.


''Assalamualaikum bunda'',ucap Keke saat Keysha membuka pintu mobil dan menvium punggung tangan Keysha.


''Waalaikumsalam anak bunda'',ucap Keysha sambil mengecup dahi Keke.


''Assalamualaikum sayang'',sapa Jouhari kepada Keysha dengan nada lembut.


''Ayah genit'',ucap Keke membuat Keysha tertawa.


''Waalaikumsalam ayah nya Keke'',


''Bunda ayo cepetan naik,kata ayah kita akan beli baju'',


''Benarkah,ayo'',


Mereka bertiga seperti potret keluarga kecil bahagia disepanjang perjalanan Keke tak berhenti bercerita dan Keysha menanggapi dengan seksama,kadang juga Jouhari menggoda putrinya dan akan mengadu kepada calon istrinya.


Setelah beberapa menit mereka sampai di cafe.


''Ayo sayang kita sudah sampai'',ucap Jouhari membukakan pintu mobil untuk kedua wanita tersayang.


Jouhari dan Keysha menggandeng tangan Keke dan masuk kedalam cafe.


''Itu sayang orang nya'',ucap Jou dan menuju meja dimana sahabat nya yang berprofesi menjadi WO melambai.


''Selamat siang,maaf menunggu lama'',


''Bagaimana kabar mu sehat'',


''Alhamdulilah sehat'',


''Kenalkan ini Keysha calon istri ku'',


''Perfect,''


''Silahkan duduk'',ucap Bagas


''Kamu sendirian?'',tanya Jou


''Enggaklah tadi sama teman tapi masih ditoilet'',ucap Bagas.


''Ah,itu dia'',ucap Bagas menunjuk seorang gadis yang berjalan mendekati meja mereka,Jouhari mengerutkan dahi begitu juga sosok gadis itu.


''Bang Jou'',lirih Dewi tak menyadari bila ada seorang wanita disamping dengan memangku gadis kecil.


''Maaf menunggu,saya tadi ke toilet sebentar'',ujar Dewi kikuk kepada Keysha.


''Tak apa nona'',ucap Keysha yang memangku Keke.

__ADS_1


''Jadi konsep nya mau bagaimana,kami menyediakan paket-paket eksklusif juga untuk outdoor ataupun Indoor?'',tanya Bagas kepada Jou dan Key.


''Mau yang mana sayang?'',tanya Jou.


''Indoor saja,bisa lihat brosurnya'',ucap Keysha kepada Bagas.


''Bunda yang ini saja'',tunjuk Keke.


''Keke mau yang ini sayang'',tanya Keysha dan Keke mengangguk.


''Keke,berarti itu keponakan ku'',batin Dewi,


Dewi menatap sendu kearah Keke,''Tunggu,berarti bang Jou akan menikah lagi dan Keke akan mendapat kasih sayang seorang ibu sambung'',batin Dewi.


''Dewi,hei Dewi'',panggil Bagas


''Eh,iya pak maaf bagaimana'',


''Kamu ini kenapa sich,sakit?'',tanya Bagas.


''Tidak pak,jadi bang Jou mau pilih konsep yang mana?'',tanya Dewi membuat Keysha mengerutkan dahi dan menatap Jou selidik sedang Jouhari hanya tersenyum lain halnya Bagas yang hanya memandang bergantian.


Dewi seperti tidak fokus.


''Maaf maksud saya,pak Jou dan calon istri mau pilih paket yang mana?'',ucap Dewi.


''Tak apa Wi,sekalian kenalkan ini calon istri saya,KEYSHA dan sayang ini adik almarhumah istri saya dulu'',ucap Jou.


Keysha hanya tersenyum dan mengangguk.Jou,Bagas dan Dewi merundingkan konsep,catering,dan segala pernak pernik hingga kata deal,lain Keysha yang hanya menurut Jou baik dia menurut.


''Bunda,Keke mau es krim'',bisik Keke kepada Key.


''Sebentar sayang'',bisik Keysha sambil menggelitik perut Keke membuat si empu terkikik dan itu tak luput dari pandangan Dewi.


''Gas,ini acara aku serahin ke kamu,aku percaya dengan mu'',ucap Jou.


''Siap bos'',


''Ayah,Keke mau es krim'',


''Sama tante saja yuk'',ajak Dewi namun Keke menggeleng dan meminta gendong ayah Jou.


''Maaf Wi,Keke tak terbiasa dengan orang asing'',ucap Jou.


Deg.


''Orang asing'',batin Dewi,Jou menjabat tangan Bagas dan berjalan diikuti Keysha.


''Kami permisi dulu pak Bagas dan nona Dewi mari'',ucap Keysha sebelum pergi.


''Wi'',tegur Bagas menepuk pundak Dewi.


''Dia satu-satunya ponakan ku,tapi karena kesalahan keluargaku dia tak mengenali ku sebagai keluarganya'',lirih Dewi.


''Kok bisa?'',tanya Bagas penasaran.


''Mama dulu menyalahkan akan kelahiran Keke,beranggapan bila kelahiran Keke yang membuat kakak ku meninggal,hingga tak mau mengurus bahkan mengakui bila Keke adalah cucunya'',jelas Dewi


''Dan kamu juga mengikuti langkah mama mu'',ucap Bagas


''Tidak,aku tak membenci dan tak berpikiran seperti mama,namun salah ku aku tak pernah menjenguk keponakanku itu hanya beberapa kali saat masih bayi,aku bahkan tak tau bila Keke tumbuh jadi gadis kecil yang cantik'',ucap Dewi.


''Hati mu sakit saat Keke menolak mu'',tebak Bagas, Dewi menatap Bagas serta mengangguk pelan.


''Anak kecil itu sosok yang jujur bisa merasakan mana orang yang tulus sayang dan tidak,bila kamu benar sayang dengan Keke,dekatilah perlahan,namun ingat hanya Keke nya saja jangan ayah nya Keke'',ucap Bagas.


''Ck,kamu kira aku pelakor apa'',sungut Dewi.


''Iya siapa tau,dari pada dengan Jou lebih baik dengan ku,aku ganteng,punya usaha,jomblo lagi'',ucap Bagas sambil menaik turunkan alis.

__ADS_1


''Isshh,ogah'',ucap Dewi.


''Kenapa?'',tanya Bagas.


''Udahlah ayo pulang'',ajak Dewi.


''Baik nyonya Bagas'',ucap Bagas berdiri sambil mendekati Dewi mensejajarkan jalan


''Apaan sich gas,enggak lucu tau kalau ada yang dengar'',ucap Dewi merona.


''Kan bukan pelawak'',


''Udah lah ayo'',ucap Dewi menarik lengan Bagas,yang ditarik hanya senyum-senyum saja.


Didalam mobil Jouhari.


''Bunda'',panggil Jou.


''Iya ayah'',jawab Keysha.


''Bunda enggak marah kan?'',tanya Jou,melirik Keysha.


''Bukan bunda yang marah tapi Keke yang marah sama ayah'',ucap Keke galak.


''Kenapa putri ayah marah?'',tanya Jou heran.


''Es krim ayah,Keke mau es krim'',ucap Keke,Jou menepuk jidatnya.


''Ayah lupa sayang,kita ke mini market saja ya'',ucap Jou


''Terserah ayah'',ucap Keke ketus sambil memalingkan muka,Keysha yang baru pertama melihat Keke merajuk hanya terkekeh.


''Lucu banget sich anak bunda ini'',ucap Keysha mencoel hidung Keke


''Kalau ayah lucu enggak?'',tanya Jou.


''ENGGAK'',sahut Key dan Keke bersamaan,Jouhari mencebikan bibirnya.


Dihotel.


''Papa dan mama pulang dulu sayang'',ucap papa Adi mengecup kening Ruby.


''Hati-hati pa'',ucap Sobri.


''Jaga putri ku'',pesan papa Adi,Sobri hanya mengangguk.


Papa Adi segera masuk kedalam mobil dan melajukannya.


''Ayah dan ibu sekalian pamit juga nak'',ujar ayah Imam kepada pengantin baru.


''Enggak jadi nginap diapartemen ayah?'',tanya Sobri.


''Iya bu,aku kira ibu Siti dan ibu Khodijah menginap'',ucap Ruby.


''Enggak nak,kami takut ganggu pengantin baru'',goda Ibu Siti,membuat Ruby merona malu.


''Sobri,ibu ikut pulang orang tua mu saja,''ucap Bu Khodijah.


''Iya bu'',ucap Sobri mencium punggung tangan bu Khodijah.


''Dan ingat,cepat beri ibu cucu,gas pol jangan kasih kendor nanti ibu kirim obat khusus kalau ibu sudah sampai'',bisik bu Khodijah,Sobri mengangguk pasrah.


Setelah para orang tua pulang,Ruby dan Sobri berjalan menuju kamar hotel mereka.


''Kak,Ruby juga pamit mau pulang'',ucap Ruby enteng membuat Sobri berbalik menatap Ruby.


''Pulang?'',tanya Sobri,Ruby mengangguk semangat.


Sobri mendekati Ruby'',Papa Adi sudah menyewa kamar hotel untuk kita selama tiga hari tiga malam jadi kita tetap disini'',ujar Sobri dan berjalan lagi.

__ADS_1


''Tapi mau apa kita disini lama-lama kak?'',tanya Ruby sambil melangkah masuk ke kamar hotelnya mengikuti Sobri.


''Unboxing dirimu'',ucap Sobri santai dan menutup pintu kamar.


__ADS_2