
Pagi hari
"Tumben kak Fira mengirim pesan'',gumam Ruby.
''Kenapa belum bersiap?,cepat bersiap setelah itu sarapan jangan lupa minum susu nya'',ucap Sobri menaruh segelas susu kemudian mengecup pipi kiri istrinya.
''Iya kak'',ucap Ruby segera melepas lilitan handuk dikepala,mencari hijab memadu padankan dengan baju yang dipakainya.
''Apa kakak yang akan mengantar Ruby?'',
''Iya'',jawab Sobri
''Tapi nanti yang jemput pulang Ferdi,tidak apa-apa kan?'',sambung Sobri.
''Tidak apa kak,''ucap Ruby menyendokan nasi goreng kemulutnya menyelesaikan sarapannya,saat didalam mobil''Kak,nanti sebelum menjenguk Rara,aku mau mampir sebentar ke minimarket dan toko bunga'',
''Hati-hati dan suruh Ferdi untuk mengikuti mu'',
''Bila hari ini tanpa Ferdi bagaimana?'',
''Kalau begitu tak perlu ke minimarket,tak perlu ke toko bunga dan tak perlu menjenguk Rara'',jawab Sobri sambil mengemudi,Ruby hanya menghela nafas.
''Sayang demi keselamatan mu,hal sekecil apapun itu tolong beritahu aku'',ujar Sobri membuat Ruby menatap Suaminya.
''Haruskah aku mengatakan bila kak Fira ingin bertemu dengan ku'',batin Ruby.
''Sayang'',panggil Sobri,''Eh iya kak'',ucap Ruby.
''Sudah sampai'',
''Terima kasih kak'',ucap Ruby melepas selbelt nya,"Hanya terimakasih?",tanya Sobri,"Eh",suara Ruby saat Sobri sudah mencium seluruh wajah Ruby dan sedikit menahan tekuk istrinya mengecup bibir merah istrinya sedikit lama.
"Sama-sama istriku",ucap Sobri setelah melepas ciumannya.
"Dasar",ucap Ruby tersenyum sambil memukul pelan dada suaminya.
"Kakak hati-hati ya",ucap Ruby mencium punggung tangan Sobri sebelum turun,"Iya",ucap Sobri memandang Ruby yang sepertinya sudah ditunggu temannya,hingga sang ustri tak terlihat pandangan baru Sobri meninggalkan tempat itu.
Dirumah sakit.
"Kamu jangan pulang dulu",ucap Ferdiyan kepada Rara.
"So sweet,tak perlu khawatir seperti itu bang,aku sudah sembuh kok",ucap Rara tersipu,sedang Ferdiyan hanya menghembuskan nafas kasar.
"Aku tak mengkhawatirkan mu,hanya saja nona boss akan menjenguk mu",ucap ketus Ferdiyan.
''Sakit hati ku bang,mendengarnya'',ucap Rara pura-pura sedih,namun mata nya mencuri pandang kearah Ferdiyan.
''Kalau bukan karena ayah mu yang meminta tolong agar menjaga mu,mana mungkin aku mau'',gumam Ferdiyan sambil fokus dengan ponselnya.
''Tapi tak apa lah,oh ya terimakasih ya bang kemarin mau membopong ku'',ucap Rara.
''Hem'',deheman Ferdiyan,Ferdi hanya menatap layar ponsel saat Rara bercerita tentang para sahabatnya,''Bang Ferdi tau tidak kami sebenarnya sudah berjanji untuk lulus bersama,saat mendengar Ruby menikah dan Santi kecelakaan ada rasa takut janji itu tak terwujud,namun Alhamdulilah atas kegigihan Maya serta aku Santi diketemukan sedang Ruby juga mulai masuk kuliah lagi'',cerita Rara.
__ADS_1
''Hem'',suara Ferdi agar Rara merasa ditanggapi,Rara bercerita ngalor ngidul,''Andai aku bawa headset,Ya Allah selamatkanlah telinga hamba'',batin Ferdi,kemudian terdengar pintu terbuka.
''Assalamualaikum,maaf nak Ferdi tadi ayah terlalu lama ya'',ujar Ayah Rara.
"Waalaikumsalam'',jawab Ferdi dan Rara.
''Tidak apa pak,kalau begitu saya permisi dulu'',ucap Ferdi pamit.
''Terimakasih sekali lagi nak'',ucap Ayah Rara tulus.
''Sama-sama pak'',ucap Ferdi segera keluar dari ruang rawat Rara,''Ternyata benar doa orang yang teraniaya itu mudah dikabulkan'',batin Ferdi tersenyum tipis dan pergi meninggalkan rumah sakit menuju kampus istri boss nya,karena sudah dari tadi sang boss mengirim pesan.
Di kampus
''May,loe ikut gue jenguk Rara kan?'',tanya Ruby,''Tentu dong kemana pun loe pergi gue ikut'',
''Serasa anak kolongmerat dech'',ucap Ruby
''Kan loe emang anak kolong emmpph'',ucap Maya mulutnya sudah dibekap Ruby.
''Ck'',Maya berdecak disaat melepas bekapannya.
''May,gue mau ketemu sama kak Fira'',ujar Ruby.
''Eh,yakin loe Rub?,''tanya Maya,dan Ruby hanya mengangguk.
''Emang ada apa,sampai kakak loe pengen ketemu?'',tanya Maya kembali.
''Kata nya ngidam pengen ketemu gue'',ucap Ruby.
''Curiga bagaimana?,nama nya juga bawaan orok mungkin karena ayah nya cinta sama gue jadi anak nya yang belum lahir pengen ketemu sama gue'',ucap Ruby
''Takutnya loe diapa-apain gitu Rub,cuma alasan sana saja buat nyakitin loe'',ucap Maya.
''Iya juga ya,apalagi kak Fira ingin hanya gue datang sendirian'',ucap Ruby mulai takut juga.
''Gue punya ide,sini gue bisikin'',ucap Maya membisikan sesuatu dan Ruby hanya manggut-manggut saja.
''Bagaimana?'',
''Oke,gue setuju'',
Setelah mata kuliah selesai Maya serta Ruby menuju mobil yang menjemput Ruby,Ferdi mengerutkan dahi saat Ruby dan Maya masuk kedalam mobil,''Minimarket'',ucap singkat Ruby.
''Baik non'',ucap Ferdiyan patuh,kemudian melajukan mobil menuju mini market,mengikuti kedua gadis itu melangkah,''Cafetaria'',ucap Ruby.
''Bukannya non mau ke toko bunga?'',tanya Ferdiyan.
''Tiba-tiba ingin makan es krim disana'',ucapa Ruby.
''Baiklah'',ucap Ferdiyan.
Setelah sampai tujuan Maya turun dari mobil,''Teman non mau kemana?'',tanya Ferdi.
__ADS_1
''Loh,bang Ferdi tau ini Ruby?'',
''Tau non'',
''Yah,padahal kita sudah tukeran baju dan Maya merubah suaranya seperti suara ku,kita juga sudah memakai masker,namun bisa tertebak oleh bang Ferdi,padahal dikampus tadi semua menyangka aku Maya'',ucap Ruby.
''Apa ada sesuatu non?'',
''T-tidak ada,aku mau turun'',ucap Ruby Ferdi pun mengekor kemana istri bos nya itu melangkah.
Maya keluar dari kafe bersama Safira,''Terimakasih By,mau datang menemuiku memenuhi ngidam ku'',
''Sama-sama'',ucap Maya kesal,pasalnya Safira hanya memamerkan foto kemesraan waktu honeymoon bersama Furqon,serta barang-barang branded yang katanya pemberian orang tua Ruby,saat Maya tak fokus,''Akh'',Safira seolah merasa pusing,sempoyongan dan menabrak Maya,sehingga Maya oleng kejalan dan diwaktu yang bersamaan sebuah mobil melaju kencang kearah Maya.
''MAYA AWAS!!!!!,teriak Ferdi sambil berlari menarik tubuh Maya kedalam dekapannya,Ferdi berhasil menyelamatkannya,''Kamu tidak apa-apa?'',tanya Ferdi.
''Iya kak,aku,aku baik'',ucap Maya shock.
Sedang Safira yang mendengar itu hanya mematung dan kemudian mundur beberapa langkah,''Maya?,siapa dia?,terus Ruby kemana?,apa aku salah orang?'',batin Safira.
Ruby melangkah namun tatapannya tak lepas dari kakak kandungnya Safira,Ruby berlari kecil menarik tangan Safira disaat sebuah motor melaju dengan cepat berada tak jauh dibelakang Safira.''Auuhkk'',rintih Ruby saat sikunya mendarat dengan kasar diaspal,''Non boss,RUBY'',teriak Ferdi dan Maya bersamaan.
''Ru-Ruby'',lirih Safira,kemudian dia berdiri dibantu Ferdi.Ruby membuka maskernya dan tersenyum kearah kakak nya,''Kakak tidak apa-apa?'',tanya Ruby sambil duduk.
''A-aku baik-baik saja'',gugup Safira.
''Rub,loe bagaimana?,ada yang sakit tidak?perut mu bagaimana?,ayo kita kerumah sakit'',panik Maya meneliti Ruby.
''Sayang'',panggil Sobri sambil tergopoh-gopoh menuju Ruby kemudian memeluknya dan membantu sang istri untuk berdiri.
''Bos lebih baik kita bawa kerumah sakit semua'',ucap Ferdi.
''Ayo sayang,''
''Aduh,perut ku sakit kak'',ucap Ruby mencekram lengan Sobri,Sobri dengan sigap membopong istrinya masuk kedalam mobil menuju rumah sakit terdekat.
Sedangkan Ferdiyan mengikuti boss nya dari belakang,''Kak cepat kak'',ucap Maya kepada Ferdi.
''YaAllah,semoga keduanya baik-baik saja'',gumam Maya,Safira duduk dengan Maya hendak bertanya kepada wanita disebelahnya namun diurungkan karena mendapat tatapan tajam,''Bila terjadi sesuatu dengan bayinya Ruby,kamu yang bertanggung jawab kalau perlu bayi mu akan aku celakai'',gertak Maya,
''B-bayi?,Ruby hamil?'',tanya Safira sambil nengelus perutnya.
''Iya Ruby hamil,loe itu jadi kakak kenapa jahat banget sich,padahal Ruby tadi tau loe berniat celakain dia,tapi lihat?,dia nyelamatin loe,harusnya loe itu malu,''
Safira menunduk.
''Sudah ngerebut calonnya Ruby sekarang mau celakain Ruby dan anaknya,apa karena loe tau Ruby hamil terus loe takut anak loe punya saingan gitu?!!.''ucap Maya kesal.jengkel campur aduk membrondong pertanyaan kepada Safira.Safira hanya menggeleng kecil.
''Maya,sudah'',tegur Ferdi membelokan mobil kerumah sakit.
''Kesal aku kak'',ucap Maya.
''Bantu dia untuk turun dan temani dia untuk periksa kandungan'',ucap Ferdiyan,Maya hanya berdecak namun menuruti perintah Ferdi.
__ADS_1
Sedangkan Ferdi menemani Sobri yang berada diluar ruang UGD.