Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
30


__ADS_3

Didalam ruangan.


''Kak,bagaimana kabar mbak Vii?'',tanya Ruby memecah keheningan.


''Baik,dan mungkin beberapa minggu ini baby Alvian sudah bisa pulang kerumah'',ujar Sobri sambil memeriksa beberapa berkas.


''Kakak akan kesana?'',tanya Ruby dan Sobri mengangguk.


''Kamu mau ikut kakak?'',tanya Sobri menatap Ruby yang nampak berpikir.


''Ingin ikut tapi kuliah Ruby bagaimana?'',tanya Ruby.


''Izin dulu beberapa hari'',ucap Sobri memberi saran.


''Ruby udah banyak izin kak,semakin sering izin semakin menumpuk nanti tugas Ruby'',ucap Ruby,dia ingin ikut suaminya tapi tak mau ketinggalan kuliahnya.


Sobri tampak berpikir,''Bagaimana kalau sekarang saja kita kesana'',Ucap Sobri memberi ide.


Ruby menghela nafas,''Emang kakak enggak capek?,kasian badan kakak juga butuh istirahat nanti kalau sakit bagaimana?'',ucap Ruby,Sobri tersenyum tipis dan mendekati istrinya.


''Kamu khawatir dengan ku'',ucap Sobri duduk disamping Ruby,menatap wajah istrinya.


''B-bukan khawatir hanya saja Ruby enggak mau egois,Ruby ikutnya nanti saja kalau benar-benar sudah ada waktu luang'',ucap Ruby sambil menunduk.


Cetak'',Aawhh,kakak ini kebiasaan,sakit tau'',gerutu Ruby mengusap keningnya membuat Sobri terkekeh.


''Kakak juga harus merasakannya'',tutur Ruby melirik Sobri.


''Apa?'',tanya Sobri yang melihat Ruby akan menyentil kening nya.


''Kakak enggak bisa mengelak'',ucap Ruby tersenyum dengan tangan siap menyentil suaminya.


''Aku tak mengelak,lakukanlah satu sentilan satu ciuman'',tantang Sobri dengan seringai.


Ruby mengurungkan niat,''Enggak adil'',ucap Ruby cemberut,Sobri menarik lengan Ruby,kemudian memeluk istrinya itu,meresapi rasa yang ada,menghirup dan menghafalkan aroma yang ada ditubuh istrinya,menenangkan namun juga menegangkan sesuatu.


Deg deg deg,jantung Ruby berdetak lebih kencang tak seperti biasanya,karena moment romantis ini pikir Ruby.


''Kak'',panggil Ruby yang masih dalam pelukan karena takut sang suami mendengar detak jantungnya.


''Heemm,kenapa tak terasa ya?'',ujar Sobri melerai pelukan.


''Maksud kakak?'',bingung Ruby.


''Itu'',tunjuk Sobri pada dada Ruby.


Bugh bugh bugh,Ruby melayangkan pukulan pada lengan Sobri bertubi-tubi namun yang didengar hanya gelak tawa.


''Ruby sebel,kesel sama kakak'',ucap Ruby emosi dan berdiri meninggalkan Sobri yang tengah tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Saat keluar ruangan untuk mengurangi rasa kesal terhadap suaminya.''Itu tadi kan waktunya jadi moment romantis,''gumam Ruby sambil berjalan menuju kursi kosong duduk dan termenung.


''Apa salah kalau aku punya dada kecil,enggak kecil-kecil amat?'',gumam Ruby melirik kearah dadanya.


''Bu bos mau pesan apa?'',tanya pegawai yang melintas dan tak sengaja melihat bu bos nya.


''Fillet dada ayam yang besaaaaarrr'',ucap Ruby membuat pegawai nampak berpikir namun mengangguk.


Dilain tempat,


Jouhari dan Keysha tak tertinggal Keke berada dibutik untuk memesan baju.


''Yang simpel saja yah'',ucap Key saat melihat berbagai gaun pengantin.


''Ayah,Keke mau gaun princes itu'',ucap Keke antusias dengan gaun-gaun nan cantik.


''Untuk acara apa pak dan ibu'',tanya pemilik butik.


''Acara akad'',jawab singkat Jouhari.


''Oh,saya kira Aniversary'',ucap sang pemilik butik membuat Key tersenyum kaku.


''Bisa tunjukan beberapa model gaun atau kebaya'',ucap Jouhari.


''Bisa pak'',ucap pemilik butik menyodorkan brosur serta pegawainya memperlihatkan beberapa rancanang yang sudah jadi.


''Kami bisa membuatnya,untuk kapan?'',tanya pemilik butik.


''Untuk dua bulan kedepan,saya ingin yang simple tapi elegant'',ujar Keysha.


''Baik,kami akan persiapkan'',ucap pemilik butik.


Selepas dari butik,Jou mengantar Keysha untuk bertemu ibunya.


''Memangnya ada rencana apa kalian'',tanya Jou pebasaran dengan acara ibu dan calon istri tak lupa pula putri cantiknya


''Rencana wanita yah'',ucap Keysha yang dibiasakan memanggil Jou dengan sebutan ayah.


''Apa ayah enggak boleh tau?'',tanya Jou.


''Tidak'',jawab Key dan Keke bersamaan.


''Kalian semakin kompak menindas ayah yah'',ucap Jou seakan sengit,Key dan Keke yang mendengar tertawa bersama.


Sesampainya dikediaman ibu Halimah,Keke menggandeng tangan Key dan Jou dengan raut wajah yang berbinar.


''Assalamualaikum nenek'',ucap Keke saat memasuki rumah.


''Waalaikumsalam'',ucap bu Halimah dan seorang wanita paruh baya.

__ADS_1


Deg.


Jou diam,saat melihat siapa tamu ibunya.


''Cucu oma'',ucap bu Sora mendekati Keke,Namun Keke bersembunyi dibalik tubuh Keysha.


''Sini nak sama oma'',bujuk Sora.


''Bunda'',rengek Keke menarik baju Keysha seakan meminta pertolongan,Key kemudian menggendong Keke.


''Ada perlu apa anda kemari?'',tanya Jou dingin kepada bu Sora.


''Jou'',tegur bu Halimah.


''Apa salah seorang nenek mengunjungi cucunya'',ucap bu Sora dengan nada sinis.


''Nenek?,cucu?'',ucap Jou seakan meledek bu Sora.


''Asal anda tau,nenek Keke hanya ibu ku,dan Keke hanya cucu bu Halimah'',ucap Jou menegaskan.


''Kurang ajar'',batin bu Sora.


''Mari kita duduk dulu bu'',ucap Key yang menyadari akan ada perseteruan.


Bu Sora dengan angkuh langsung duduk diikuti Jou yang duduk disamping bu Halimah.


''Bunda,Keke takut'',bisik Keke kepada Key saat akan duduk.


''Maaf,saya mau kedalam dulu sepertinya Keke mengantuk'',ucap Keysha pergi dari ruangan itu tanpa persetujuan ''ya'' dari orang yang ada disana.


''Apa yang anda mau'',ucap Jou seakan tau maksud dari mama almarhum istrinya.


''Aku mau,Keke ikut dengan ku,karena bagaimana pun dia anak putri ku'',ucap Bu Sora.


Jou hanya tersenyum mengejek,''Bukannya anda sendiri tak mau menerima kelahirannya,kenapa tiba-tiba anda meminta anak saya,saat anda tak mengakui Keke cucu anda disaat itu juga aku tak mengakui anda mertua saya'',ucap Jou.


''Tapi aku tak rela bila darah daging putri ku mempunyai ibu tiri,daripada menikah dengan orang lain bukankah lebih baik turun ranjang,Raya pasti akan lebih bahagia disana bila Dewi lah yang menggantikan perannya'',ucap bu Sora.


Jouhari dan bu Halimah hanya menggeleng tak habis pikir dengan apa yang diinginkan wanita didepannya ini.


''Maaf jeng,tapi Keke sudah nyaman dengan calon istri Jou,mereka juga sangat dekat seperti ibu dan anak,Keke sangat menyayangi calon istri Jou,jadi jangan khawatir tentang image ibu tiri yang selalu jahat,saya jamin bila calon menantu saya akan selalu sayang Keke'',ucap Bu Halimah.


''Halah,itu hanya awalnya saja jeng,bila Jou tidak mau turun ranjang berikan hak asuh Keke kepada saya'',ucap Bu Sora.


''Itu tak akan pernah terjadi,saya ayah kandungnya,jadi hak asuh tetap berada pada saya'',ucap Jou lantang.


''Bila seperti itu persiapkan mental mu,saya akan ajukan kepengadilan atas hak asuh Keke dan saya pastikan itu jatuh ketangan saya'',ucap bu Sora dengan angkuh,dan tanpa permisi meninggalkan kediaman mantan menantunya itu.


''Akan aku lakukan apa pun itu,demi sakit hati yang aku rasakan'',batin bu Sora menatap rumah Jou dengan sinis sebelum pergi.

__ADS_1


__ADS_2