
Sobri hanya melongo,''Lepas kak,Ruby laper banget'',ucap Ruby membuat Sobri menghela nafas dan melepas cekalannya.
''Kamu disini saja,biar kakak yang belikan'',ucap Ruby.
''Terimakasih kak,aku mau dua porsi jadikan satu saja'',ujar Ruby sebelum suaminya turun dari mobil.
''Iya'',ucap Sobri akan melepas sabuk pengaman.
''Aah,yang pedas ya kak'',ucap Ruby.
''Iya'',ucap Sobri akan membuka pintu.
''Bilang abangnya,bumbu kacangnya yang banyak'',tutur Ruby,membuat Sobri menghela nafas.
''Sekalian saja Rub pesan gerobak plus penjualnya'',ucap Sobri kesal.
''Hehehe kalau penjualnya seperti kakak,mau dong dibungkus'',ucap Ruby yang sudah berani menggoda Sobri.
''Nakal'',ucap Sobri mengacak pucuk kepala Ruby sebelum turun dari mobil.
''So sweet banget enggak sich'',gumam Ruby tersenyum menatap suaminya menuju gerobak Batagor.
Beberapa menit kemudian Sobri datang menenteng pesanan sang istri dan juga dua botol minuman mineral.
''Makanlah,dibuka dulu jangan wadahnya juga kamu makan'',seloroh Sobri.
''Iihh,memangnya Ruby kuda lumping apa'',ucap Ruby sambil membuka kresek dan segera melahap makanannya sedang Sobri segera mlìelajukan kembali mobilnya.
''Kakak mau?'',tanya Ruby
''Enggak'',jawab Sobri.
''Ini enak loh kak'',ucap Ruby sambil memasukan potongan batagor kedalam mulutnya.
''Aku enggak terbiasa makan makanan seperti itu'',ucap Sobri.
''Sombong'',ucap Ruby setelah menelan makanannya.
''Bukan sombong'',kilah Sobri
''Terus apa?'',tanya Ruby.
''Hanya tak terbiasa,bukannya lebih baik buat sendiri kalau kita bisa daripada beli yang belum tentu higenis'',ucap Sobri.
''Kalau Ruby lebih baik beli karena tinggal hap,tanpa bersusah-susah memasak dan membuat'',ucap Ruby.
''Itu karena kamu tak bisa memasak kan'',ucap Sobri.
''Betul'',ucap Ruby membenarkan perkataan Sobri.
''Belajarlah memasak karena suami mu ini juga ingin merasakan masakan seorang istri,menikah sudah hampir satu minggu namun sepiring nasi pun kamu tak menyuguhkannya'',tutur Sobri membuat Ruby menghela nafas,entah mengapa membicarakan soal masak memasak membuat Ruby enggan lagi menyuapkan makanannya.
''Tapi Ruby belum bisa membuat perkedel kentang kak'',ucap Ruby,mengingat kemarin belajar memasak dengan ibu mertua membuat makanan kesukaan Sobri namun tak berbentuk.
''Tak harus perkedel kentang,dicoba dulu apa yang bisa kamu masak'',ucap Sobri segera memarkirkan mobilnya.
''Hanya mie instan dan air'',ucap Ruby jujur.
''Sudah sampai'',ucap Sobri keluar dari mobil disusul Ruby menuju apartemennya.
__ADS_1
Didalam apartemen.
''Rub,nanti tidur dikamar kakak kan'',
''Iya kak,Ruby ke kamar dulu'',
''Kakak tunggu'',
Ruby hanya berdehem,selang beberapa menit Sobri rebahan setelah membersihkan badannya namun sang istri tak jua menyusul dirinya.
''Kenapa lama'',gumam Sobri segera duduk hendak berdiri.
Ceklek.
''Boleh Ruby masuk'',ucap Ruby menyembuljan kepalanya saja.
''Sini'',perintah Sobri sambil menepuk tepian tempat tidur,Ruby mendekat.
''Duduk sini'',ucap Sobri menarik tangan Ruby untuk duduk disampingnya.
''Ada yang ingin kakak katakan'',ucap Sobri menatap Ruby.
''Ruby juga ingin mengatakan sesuatu pada kakak'',ucap Ruby membuat Sobri mengernyitkan dahi.
''Katakanlah'',ucap Sobri menatap Ruby.
''Kakak dulu saja baru Ruby,kalau Ruby duluan nanti bisa lama'',ucap Riby.
''Baiklah,kakak mau keluar kota'',ujar Sobri
''Kapan?'',tanya Ruby.
''Pasti kakak mengurus kerjaan kan'',terka Ruby.
''Bukan,kakak kesana karena calon suami mbak Key mengali kecelakaan dan dinyatakan koma'',ucap Sobri
''Innalillahi wa innailahi rojiun,kecelakaan apa kak?,kok bisa?'',ucap Ruby.
''Kecelakaan mobil,maka dari itu kita kesana ya,kamu mau kan Rub'',ucap Sobri.
''Kalau Ruby disini saja bagaimana kak'',ucap Ruby bernego
''Kakak enggak jadi pergi,kakak juga akan disini menemani mu'',tutur Sobri.
''Jangan kak,mbak Key butuh suport kakak,''ucap Ruby.
''Daripada kakak kesana dan digantung dua kali oleh dua ibu,lebih baik disini kakak masih bisa memantau juga mendoa kan untuk kesembuhan bang Jou'',ucap Sobri,membuat Ruby terdiam sesaat.
''Kapan kita kesana?'',tanya Ruby.
''Besok'',ucap Sobri.
Ruby menghela nafas.''Baiklah,Ruby akan berkemas dulu'',ucap Ruby tersenyum sambil berdiri.
''Nanti dulu,katanya ada yang ingin kamu katakan juga'',ucap Sobri memegang lembut tangan istrinya.
''Ehm,besok sajalah kak,setelah kita pulang dari luar kota'',ucap Ruby.
''Kenapa harus besok,sekarang saja,katakan'',ucap Sobri mendesak.
__ADS_1
Ruby menghela nafas,''Ruby ke kampusnya naik motor saja ya kak,tak perlu diantar jemput,''ucap Ruby,
''Kenapa?,apa kamu tak nyaman naik mobil dengan kakak?'',tanya Sobri dan Ruby mengangguk dan menggeleng.
''Bukan tak nyaman dengan kakak,tapi tak nyaman dengan mobilnya'',tutur Ruby.
''Sebenarnya,Ruby tak nyaman dengan tatapan aneh para mahasiswa disana kak'',batin Ruby.
''Baiklah,mulai besok kakak juga akan belajar naik motor agar istri ku ini merasa nyaman'',ucap Sobri menatap Ruby sambil tersenyum.
''Besok kan kita harus keluar kota kak'',ucap Ruby mengingatkan.
''Bagaimana kalau sekarang kita belajar laju lambat dan cepat naik motor tapi diatas tempat tidur'',ucap Sobri dengan menaik turunkan alis nya.
''M-maksudnya?'',tanya Ruby gugup menatap wajah suaminya yang tersenyum aneh diwajahnya.
Dilain tempat.
''Kurang ajar,gara-gara Santi gue malu'',ujar Mulan yang tengah berjalan menuju kontrakannya.
''Mulan'',panggil seseorang.
''Apa!",jawab ketus Mulan.
''Gue bisa bantu loe jadi ketua genk sosialita loe lagi,bahkan gue akan kasih loe sebuah apartemen dan juga uang lima juta setiap bulannya'',tutur seseorang.
''Benarkah?,apa yang harus gue lakukan'',tanya Mulan.
''Gampang,loe hanya celakai Santi'',ucap seorang pemuda.
''Maksud loe?,gue harus melenyapkan Santi begitu?'',tanya Mulan.
''Tak harus mati,koma atau sekedar terluka parah juga tak apa,''tutur seorang pemuda.
Mulan nampak berpikir,''Daripada loe harus melayani aki-aki gendut itu dan imbalan tak seberapa,bukankah lebih mudah pekerjaan dari gue'',
''Ok,gue setuju,gue juga kesal dengan gaya sok nya Santi dan kawan-kawannya'',ucap Mulan.
''Gue kasih loe waktu tiga hari,setelah berhasil mencelakai Santi akan gue transfer dan gue kasih kunci apartemennya'',tutur Seorang pemuda.
''Deal'',ucap Mulan mengulurkan tangan dan dijabat oleh seorang pemuda.
Setelah pemuda dan Mulan menyepakatinya sang pemuda lekas pergi mengendarai motor sportnya,setelah menjauh dari tempat dimana Mulan berada.
Ponsel pemuda itu berdering.
''Hallo,semua sudah beres'',ucap pemuda setelah menghentikan motornya.
(Bagus,awasi terus mereka)
''Baik,kita tinggal menunggu hasilnya'',ucap pemuda.
(Segera temui aku dihotel XX)
"Segera meluncur",ucap pemuda.
(Aku tak mau lama menunggu,dan jangan lupa berikan aku servis yang memuaskan,karena suami ku tak seperti dirimu),
''Baik tunggu diri ku honey'',ucap pemuda.
__ADS_1