
''Hahahaa,kakak ada-ada saja,''ucap Ruby menghilangkan rasa gugup.
''Aku tak bercanda istriku'',ucap Sobri membuat Ruby menelan salivanya.
''Hehe,T-tapi Ruby ingin ke kamar mandi dulu'',ucap Ruby segera melangkah namun dicekal oleh Sobri,
''Eem,eem,eem'',gumam Sobri sambil menggeleng.
''Tapi kak'',ucap Ruby memelas.
''Sini ikut aku'',ucap Sobri menarik tangan Ruby dan mendudukan ditepi tempat tidur.
''Diem'',perintah Sobri,Ruby menurut.
Ruby memperhatikan Sobri yang melangkah menuju meja dengan jantung yang masih berdetak kencang bak orang sehabis maraton.
Saat Sobri jalan mendekat seolah,Sobri berjalan lambat dengan karismanya bak super model.
''Wow ternyata ganteng juga kak kantong semar'',gumam Ruby.
''Kenapa aku jadi gadis plin-plan sich'',batin Ruby.
''Ini'',Sobri menyerahkan kotak beludru kecil.
''Apa ini kak?'',tanya Ruby menerima pemberian Sobri.
''Buka nya nanti,sekarang'',ucap Sobri kemudian merebahkan badan diatas tempat tidur dan tengkurap,''Pijitin badan ku dulu,baru buka hadiah itu'',ucap Sobri.
''Kakak ini selalu minta pijit'',gerutu Ruby.
''Daripada aku minta yang lain'',ucap Sobri
''Minta apa maksudnya?'',tanya Ruby dengan nada kesal.
Sobri menoleh kearah Ruby,''Beneran kamu mau tau?'',tanya Sobri.
''Iya,cepat katakan'',ujar Ruby,Sobri kemudian duduk dan berhadap-hadapan dengan Ruby.
Sobri memegang kedua tangan Ruby,memajukan muka nya dan seketika mencium bibir Ruby.
''Aawwwhh'',
''Kenapa kamu menggigit bibir ku?'',tanya Sobri.
''Karena kakak mencium ku'',ucap Ruby memegang bibir nya.
''Aku bahkan berhak lebih dari itu,bukannya kamu tadi bertanya minta apa?'',ucap Sobri sambil mengusap bibirnya yang sakit dengan jari.
Ruby menghembuskan nafas perlahan.
''Maaf'',lirih Ruby,dia sadar kalau dirinya sudah sah menjadi istri Sobri bukannya wajar bila suami mencium istri bahkan lebih pun tak ada larangan,dan dia sendiri juga yang meminta agar pria yang dihadalannya ini menjadi suaminya.
''Sudahlah,aku maafkan,salah ku juga tidak meminta izin,''ucap Sobri yang tak tega melihat raut sedih istrinya.
''Benar kata orang tua bila lawan jenis berduanya yang ketiga pasti setan,''batin Sobri.
''Ayo kita jalan-jalan saja'',ucap Sobri.
__ADS_1
Ruby menatap Sobri dan mengangguk,Sobri turun dari tempat tidur kemudian mengulurkan tangan nya kepada Ruby.
''Bawa sini kotaknya'',ucap Sobri,Ruby menyerahkan kotak kecil itu,Sobri mengeluarkan sebuah cincin dan memasangkan ke jari manis Ruby.
''Cantik'',ucap Sobri.
''Terimakasih'',ucap Ruby tersipu.
''Cincinnya'',ucap Sobri,dan Ruby memanyunkan bibirnya.
''Enggak usah dikaya gituin itu bibir,mau cium lagi'', ucap Sobri dan Ruby menggeleng.
''Ayo kita berangkat'',ucap Sobri menarik pelan tangan Ruby,mereka berdua berjalan beriringan,untuk bergandengan masih canggung.
''Kak kita jalan kaki saja ya'',ucap Ruby.
''Panas Rub,''ucap Sobri.
''Sewa motor,naik motor sepertinya seru'',ucap Ruby masih berjalan keluar Hotel.
''Aku enggak bisa naik motor Rub'',ucap Sobri.
''Kakak aku bonceng'',ucap Ruby.
''Bahaya Rub,kita naik mobil saja lebih aman tak terkena polusi,bebas panas lagi'',ucap Sobri.
''Iya dech'',pasrah Ruby.
Mereka berdua akhirnya menikmati jalan-jalan pagi menjelang siang menggunakan mobil.
Didalam mobil
''Disana enggak higenis Rub'',ucap Sobri melajukan mobil perlahan.
''Kak,kita mampir disana yuk'',ucap Ruby menunjuk pedagang aneka kue kaki lima.
''Enggak Rub,disana berdesak-desakan'',ucap Sobri karena melihat orang yang antri.
''Aahh,kak Ruby mau disana'',ucap Ruby menunjuk ayunan.
''Kaya anak kecil saja'',ucap Sobri.
''Kan memang Ruby masih kecil,masih dua puluh satu tahun'',ucap Ruby kesal.
''Kecil-kecil tapi minta kawin'',cibir Sobri seketika Ruby sedih.
''Karena keadaan kak,kalau bukan karena tuduhan pelakor,Ruby juga enggak minta kakak buat nikahin Ruby'',batin Ruby,Ruby diam dan memalingkan wajah melihat kearah cendela mobil.
''Marah?'',tanya Sobri,Ruby menggeleng,Sobri kemudian memmbelokan mobilnya ke Restoran miliknya.
''Ayo turun'',ucap Sobri,Ruby hanya menurut kemudian berjalan mengikuti Sobri dari belakang.
''Selamat datang pak'',ucap pegawai resto,Sobri mengangguk sedang Ruby hanya diam.
''Kumpulkan semua pegawai'',perintah Sobri.
''Siap pak'',ucap pegawai.
__ADS_1
Setelah semua pegawai berkumpul.
''Saya datang kemari ingin memperkenalkan seseorang namanya Ruby Assyfa Hidayat'',ucap Sobri merangkul pundak Ruby,Ruby hanya tersenyum kaku.
''Cantik ya'',bisik pegawai laki-laki.
''Dia ini ISTRI saya'',ucap Sobri dengan penekanan.
''Tolong kalian ingat wajah istri saya ini,jadi bila istri saya kemari layani dia dengan baik'',ucap Sobri.
''Baik pak'',ucap serentak pegawai.
''Dan untuk hari ini,akan saya berikan bonus satu bulan untuk setiap pegawai'',ucap Sobri.
''Terimakasih pak'',ucap serentak pegawai merasa bahagia.
''Iya,silahkan kalian lanjutkan pekerjaan'',ucap Sobri masih merangkul pundak istrinya menuju ruang pribadinya.
''Kenapa kakak memperkenalkan Ruby sebagai istri?'',tanya Ruby.
''Karena kamu memang istri ku Rub'',ucap Sobri.
''Owwh,aku kira kakak akan menutupi status kakak,''ucap Ruby.
Cetak,''Sakit kak'',ucap Ruby mengusap dahinya.
''Memangnya kakak ini tokoh kejam yang ada dinovel-novel yang tak mau mengakui istri sah nya,dan masih punya hubungan dengan pacar atau kekasihnya begitu'',ucap Sobri menebak pemikiran Ruby,Ruby hanya tersenyum.
Sedangkan dilain tempat,
''Ma,bang Jou mau menikah loh'',ucap Dewi.
''Benarkah,''ucap mama Sora terkejut.
''Benar ma,karena bang Jou menggunakan jasa WO tempat ku bekerja'',ucap Dewi
''Dengan siapa dia menikah,kenapa tidak izin dulu dengan mama,dasar laki-laki tak bertanggung jawab tak punya etika'',cerocos Mama Sora.
''Dengan seorang gadis cantik,dan kenapa juga harus izin dengan mama,emang mama siapa?'',ucap Dewi meledek mamanya.
''Setidaknya mama kan mertuanya dulu'',ucap mama Sora.
''Mantan mertua ma,''ucap Dewi membuat mamanya mendengus.
''Dan mama tau tidak bila anak bang Jou itu cantik loh ma seperti calon istrinya",ucap Dewi mengingat wajah cantik Keke yang mirip Keysha.
"Itu karena dia anak kakak mu",ucap Mamanya tak terima bila cucunya mirip dengan calon istri menantunya.
''Yang mirip kak Raya hanya mata nya ma'',ucap Dewi mengingat pancaran mata Keke.
''Ck mana bisa seperti itu,yang mengandung dan melahirkan itu kan kakak mu,pasti mirip kakak mu'',ucap mama Sora kesal.
"Kalau mama tak percaya coba mama kunjungi cucu mama itu,apa mama enggak rindu dengan Keke?",tanya Dewi.
Mamanya hanya terdiam,"Mama ke kamar dulu",ucap Mama Sora.
Didalam kamar mama Sora memandang foto almarhum anak nya.
__ADS_1
''Mama tak terima Raya bila suami mu itu bahagia,mama akan membuat Jou kehilangan dan merasakan sakit seperti yang mama rasakan'',ucap mama Sora sedih.
''Tunggu apa yang akan aku lakukan terhadap mu Jou'',gumam mama Sora dengan pancaran benci.