
Ruby masih terdiam di gazebo belakang rumah.
''Nak'',panggil papa Adi.
''Papa'',ucap Ruby memeluk sang papa.
''Sabar ya,orang sabar jodohnya tampan'',ucap papa Adi.
''Enggak nyambung pa''.ucap Ruby tersenyum karena candaan papa Adi yang garing.
''Tapi bisa buat putri papa tersenyum'',ucap papa Adi.
''Pa setelah kak Fira menikah sorenya Ruby langsung balik ke kota X ya'',ucap Ruby.
''Kenapa terburu-buru?,apa sebegitu sakit nya hati putri papa ini'',ucap papa Adi.
Ruby menggeleng dan mengeratkan pelukan ke papa Adi.
''Maafkan papa nak,papa hanya memanfaatkan situasi yang ada,kelak bila sudah waktunya kau akan tau kenapa papa melakukan ini'',batin papa Adi,mengecup pucuk kepala Ruby yang terbalut hijab.
''Ayo ikut papa kesuatu tempat'',ucap papa Adi.
''Kemana pa?'',tanya Ruby mendongakkan kepala menatap sang papa.
''Sudah ikut saja'',ucap pap melerai pelukan dan menggandeng tangan si putri bungsu.
''Mama dan kak Fira bagaimana?'',tanya Ruby yang khawatir bila mama dan kakak nya akan marah.
''Mereka jangan sampai tau,''ucap papa Adi menggandeng putri bungsunya melewati pintu belakang atau pintu Rahasia.
''Pa ini seperti waktu Ruby ingin lihat pasar malam namun tak diijinkan oleh papa dulu'',ucap Ruby mengikuti papa Adi.
''Walaupun papa tak mengijinkan tapi kamu nekat juga kan lewat pintu ini'',ucap papa Adi dan Ruby hanya memerkan deretan gigi nya.
''Jadi papa tau pintu itu juga'',tanya Ruby
''Iya,sebelum kamu papa dulu yang pernah melewati pintu itu'',ucap papa Adi membuat Ruby tak percaya.
''Untuk kabur dari kakek dan nenek ya?'',tuduh Ruby.
''Untuk menyelinap sayang,kalau kabur itu tak pulang lagi,''ucap papa Adi menelusuri jalan setapak dan diikuti Ruby.
''Kenapa papa menyelinap pasti mau kencan ya'',tebak Ruby.
''Bukan nak,papa menyelinap karena iri melihat teman-teman yang papa tak sengaja jumpa bisa bahagia walau hidup sederhana,aman saja walau tanpa pengawalan,dan tersenyum tanpa beban'',ucap Papa Adi.
Setelah itu ada seorang pengawal yang membawa sebuah sepeda motor.
''Ayo kita naik itu?'',ucap papa Adi.
''Memang papa bisa?'',ujar Ruby sangsi.
''Bisa,jangan meremehkan papa ya,''ucap papa Adi menegang alih motor dari pengawal.
''Kan dari waktu Ruby kecil hingga sudah cantik begini digarasi enggak pernah ada motor'',ucap Ruby was-was saat naik dijok motor.
''Dulu teman papa yang ngajarin naik sepeda motor,yang anak nya akan papa jodohin ke Safira'',ucap papa Adi sambil perlahan melajukan motor matic.
Meninggalkan papa Adi yang sedang menghibur Ruby,
Diruang keluarga kediaman Adi Baskara Furqon tengah menghubungi keluarganya.
''Assalamualaikum ma,alhamdulilah abang sehat,abang hanya menyampaikan bila mama dan papa besok harus kesini,untuk menemani abang ijab kabul'',ucap Furqon.
''Alhamdulilah akhirnya mama dapat menantu dari abang,tapi kenapa mendadak bang?,''tanya mama Furqon.
''Kan kemarin abang sudah bilang bila abang direstui daripada kelamaan dan menimbulkan fitnah bukannya lebih baik dipercepat ma'',ucap Furqon.
''Iya,mama dan papa serta Sanah besok akan kesana,jangan lupa tanyakan Ruby mau mahar berapa,mama akan siapkan semuanya'',ucap mama Furqon semangat dan senang.
''Deg'',
''Iya,nanti Furqon akan tanyakan ma,sudah dulu ma abang tutup,assalamualaikum'',ucap Furqon.
''Waalaikumsalam'',ucap mama Furqon.
__ADS_1
Furqon hanya memandang ponselnya,dan menghela nafas.
''Kak ada apa?'',tanya Safira,dan Furqon hanya menatap Fira.
''Apa keluarga kakak tidak bisa kesini?'',tanya Safira sekali lagi.
''Mereka akan kesini,kamu mau mahar apa?'',tanya Furqon.
''Uang saja kak'',ucap Safira membuat Furqon dag dig dug,
''Berapa?'',tanya Furqon yang siap-siap mendengar nominal yang akan disebutkan.
''Satu juta saja'',ucap Safira membuat Furqon mencelos.
Furqon mengernyitkan dahi,melamun.
''Alhamdulilah'',batin Furqon lega,
''Kenapa kak?,ada yang salah atau mahar Fira kebanyakan?'',tanya Safira,karena menurut Safira uang satu juta itu hanya uang receh.
''Tidak,tapi abang minta besok waktu akad kamu pakai jilbab ya'',ujar Furqon tersenyum kepada Safira calon kakak ipar yang berubah menjadi calon istri.
''Iya kak,kalau begitu Safira mau menemui mama dulu'',ucap Safira
''Sekalian saja Fira,abang mau ke penginapan dulu'',ucap Furqon.
''Iya kak,hati-hati'',ucap Safira dan Furqon hanya mengangguk sedang Fira tersenyum senang.
Safira menghampiri mama Ratih yang sedang sibuk menelepon sana dan sini.
''Ma'',panggil Safira.
''Sebentar'',ucap mama Ratih dengan isyarat.
''Iya jeng acara nya besok,saya mau semuanya mewah,dana tidak masalah buat saya'',ucap mama Ratih.
''Ma",panggil Safira sekali lagi.
"Sudah dulu jeng, saya mau kasih tau yang lainnya dulu",ucap mama Ratih mengakhiri obrolannya.
"Ada apa sayang?",tanya mama Ratih.
''Sudah sayang,kamu terima beres saja ya'',ucap mama Ratih.
''Tapi kak Furqon ingin Safira pakai jilbab saat akad ma, jadi tolong diganti dengan gaun yang tertutup ya ma'',ucap Safira.
Mama Ratih menghela nafas,
''Iya sayang'',ucap mama Ratih.
''Belum apa-apa sudah main perintah putri ku,nanti kalau sudah jadi menantu pasti lebih ngelunjak'',gerutu mama Ratih dalam hati.
Acara yang ditunggu oleh Safira datang hari ini,hari yang istimewa walaupun mendapatkannya dengan cara ekstrim.
Dalam balutan kebaya putih dan jilbab membuat Safira begitu ayu,Safira masuk kedalam aula yang didekorasi untuk akad,diapit oleh mama Ratih dan tante Resti menuju calon mempelai pria.
Keluarga Furqon hanya mengernyitkan dahi seperti ada yang beda dengan Ruby.
''Mungkin karena efek make up'',batin Hasanah yang melihat perbedaan pada pengantin wanita.
Hingga Furqon mengucap ijab kabul dengan nama mempelai yang berbeda membuat Hasanah,mama dan papa Furqon hanya saling pandang.
''Sah''.kata yang sangat sakral terlontar masih membuat keluarga Furqon heran dan penasaran.
Acara sungkem kedua mempelai,mama Furqon ingin bertanya namun melihat situasi yang tak memungkinkan mengurungkan niat nya,mana Furqon memberi restu layaknya sudah saling kenal dengan Safira.
Berbeda dengan Hasanah yang nampak sedikit enggan dengan mencari sosok yang seharusnya berada disamping abangnya.
''Bang Aldi,aku mau ketoilet dulu titip putri kita'',ucap Sanah dan menuju toilet.
''Bruuukk'',
''Maaf'',ucap Sanah.
''Iya,tidak apa'',ucap Ruby.
__ADS_1
''Ruby?'',ucap Sanah.
''Mbak Sanah,maaf mbak'',ucap Ruby.
''Aku ingin bicara dengan mu'',ucap Sanah.
''Kita ke taman belakang saja mbak,agar bisa leluasa berbicara'',
Saat sudah berada di gazebo.
''Kenapa bukan kamu yang berada disana Rub'',tanya Sanah ke intinya.
''Maaf sebelum nya mbak,Ruby mengundang bang Furqon kemari memang ingin menjodohkannya dengan kakak Ruby,''ucap Ruby menutupi kejadian yang sebenarnya,tak mungkin dia membuka aib kakak nya itu sama hal nya dia membuka aib keluarganya bukan.
''Jadi itu kakak mu'',ucap Sanah
''Iya mbak,bang Furqon orang baik dan kak Fira juga cantik kurasa mereka cocok'',ucap Ruby tersenyum.
''Tapi abang itu cinta dengan mu Rub'',ujar Sanah.
''Tapi Ruby tak mencintai nya mbak,selama ini Ruby sering menyakiti bang Furqon jadi tak salah bukan bila Ruby menjodohkan dengan kakak Ruby,kak Safira cantik,baik,cerdas,sosok yang sempurna bila bersanding dengan bang Furqon'',ucap Ruby.
''Ruby,tatap mata ku'',ucap Sanah(Dalam hitungan ketiga author tertidur😆).
Ruby menatap mata Sanah,Sanah melihat ada sedikit kesedihan dimata itu,Hasanah langsung memeluk Ruby.
''Kamu berbohongkan'',ucap Sanah,dan Ruby menggeleng.
''Ruby minta,sayangi kak Safira seperti mbak Sanah menyayangi Ruby ya'',ucap Ruby sambil melerai pelukan.
Sanah mengangguk.
Sedangkan dikediaman Fikri,bu Khodijah sedang bersedih pasalnya Vilara mengatakan bila hari ini Ruby telah dipersunting oleh kakak Hasanah.
''Kenapa ibu yang sedih,mungkin jodoh Sobri bukan Ruby ibu'',ucap Vilara.
''Iya nak'',ucap bu Khodijah.
''Ibu harus memaafkan Sobri,kasihan dia bu sudah sibuk membantu mengurus perusahaan mas Fikri,restoran dia sendiri ditambah dengan hafalan yang ibu berikan'',ucap Vilara yang tak tega melihat Sobri yang ditolak ibu saat ingin bertemu,serta melihat mata panda Sobri yang begitu menghitam menandakan kurang tidur.
''Ibu akan berdamai'',ucap bu Khodijah.
''Kalau begitu,kita kerumah sakit bu,Vii ingin memberi Asi langsung jepada baby Al'',ucap Vilara.
''Ayo nak,ibu juga mau bergantian dengan ibu mu'',ucap bu Khodijah dan bersiap menuju rumah sakit.
Beberapa menit kemudian Vilara dan Bu Khodijah sampai di rumah sakit dimana putra nya dirawat.
Namun saat turun dari mobil Vilara melihat seorang yang dikenal.
''Bang jou'',panggil Vilara.
Jouhari menoleh,dan mengernyitkan dahi.
''Vilara'',ucap Jouhari dan mendekati Vii serta bu Khodijah.
''Bu'',ucap Jou menyalami bu Khodijah.
''Kenapa bang Jou kesini?,ada yang sakit?'',tanya Vilara.
''Tidak tante,ayah kangen dengan bunda Dokter'',celetuk Keke.
''Ehheeemmm'',bu Khodijah berdehem.
Jouhari menelan salivanya.
''Semangat Jou,demi masa depan mu,kau harus berani menghadapi calon mertua mu'',batin Jou.
''Maaf bu,saya mau izin untuk menemui Key'',ucap Jou.
''Iya,tapi harus ada mahrom yang menemani'',ujarbu Khodijah.
Vilara bingung hanya memandang bu Khodijah dan bang Jou bergantian.
''Ibu mau tengok cucu dulu,nanti ibu menyusul kalian'',ucap Bu Khodijah menggandeng tangan Vilara dan berjalan menuju poli khusus baby.
__ADS_1
''Bu'',tanya Vii.
''Nanti ibu jelaskan'',ucap bu Khodihah yang tau akan maksud Vilara.