
Sebuah pesan masu kembuat Sobri segera mengeceknya,''Sobri,sudah sampai mana?'',
Sobri menghela nafas ternyata pesan dari Keysha.''Sudah dibandara mbak'',balas Sobri.
''Aku kira dari istri'',ucap Sobri yang didengar supir.
''Kalau kangen,dihubungi saja den boss istri nya'',ucap Sang supir memberi ide pada Sobri karena dari sepanjang jalan terlihat wajah gelisah serta menggerutu tidak jelas.
''Iya pak ini juga mau hubungi,''ucap Sobri mencari nomor Ruby,saat nomor sudah didepan mata.
''Hubungi tidak,hubungi tidak,''gumam Sobri masih menimbang-nimbang.
''Hubungilah masa enggak'',sahut sang supir membuat Sobri terkekeh.
Kemudian Sobri mendial nomor Ruby,''Hallo assalamualaikum'',
Nyeeeesss,hati Sobri adem hanya mendengar suara istrinya.
''Waalaikumsalam,sudah makan?'',tanya Sobri.
''Alhamdulilah sudah kak,dan terimakasih'',ucap Ruby sambil tersenyum,
''Untuk apa?'',tanya Sobri.
''Untuk makan siang nya'',ucap Ruby.
''Oowh,kakak saat ini sudah sampai bandara,esok pagi mungkin sampai tujuan'',ucap Sobri memberitahu.
''Iya kak,hati-hati kalau sampai segera hubungi Ruby,''ucap Ruby.
__ADS_1
''He'em,''sahut Sobri.
''Apa kamu tidak merindukan ku?'',tanya Sobri ke Ruby.
Ruby ingin tertawa sekencang-kencangnya dengan pertanyaan suaminya itu.
''Tidak'',ucap singkat Ruby,''Dasar suami konyol,tadi pagi bertemu baru beberapa jam berpisah masa iya rindu'',batin Ruby.
''Ya,sudah assalamualaikum'',ucap Sobri datar.
''Waalaikumsalam'',ucap Ruby heran memandang layar ponselnya.
''Dasar suami aneh'',gumam Ruby sambil tersenyum mengingat pertanyaan suaminya tadi.
''Rub,loe masih waras kan?'',tanya Rara yang ngeri melihat Ruby senyum-senyum sendiri,pertanyaan Rara membuat Santi juga Maya ikut memperhatikan Ruby.
''Masih waras lah beb",ucap Ruby memeluk Rara,"Jangan meluk gue,gue takut loe kesambet penunggu disini",ucap Rara melerai pelukan Ruby.
"Penunggu sini kan loe",ucap serempak Santi,Maya dan Ruby menunjuk Rara.
"Asstagfirulloh,ampunilah teman-teman hamba ya Allah,hamba ikhlas bila dibully tiap hari asal mereka bahagia",ucap Rara menengadahkan kedua tangannya seakan meratapi nasib.
"AMIIINNN",ucap semua serempak.
Mereka menyelesaikan pekerjaan hingga menjelang magrib.
"Udah beres untuk hari ini,balik yuk",ujar Maya.
"Gue nebeng ya,tolong anter gue ke apartemen suami gue",ucap Ruby.
__ADS_1
"Loe bilang suami kenapa telinga gue gatel ya Rub",ucap Maya.
"Maya yang cantik dan semelehoi,Ruby yang cantik ini minta tolong dianter ke apartemen kak Sobri",ucap Ruby.
"Jadi nama suami loe Sobri Rub",ucap Rara.
"Iya",jawab Ruby.
"Kalau loe nanti punya anak gue yang kasih nama ya Rub",pinta Rara.
"Dicetak aja belum Ra,",ujar Maya
"Kok loe tau May?",tanya Rara.
"Tau lah gue kan cctv",ucap Maya.
"Sudah sudah,loe sama gue saja Rub,alamat apartemennya daerah mana?",ujar Santi.
"Ini",ucap Ruby menyodorkan secarik kertas.
"Ini bukannya searah pulang dengan Maya",ucap Santi dan Maya ikut membaca secarik kertas yang diberikan Ruby.
"Maka dari itu gue mau nebeng Maya saja yang searah",ujar Ruby memandang Maya.
"Ya sudah ayo kita pulang'',ucap Maya.
Lain Ruby lain Sobri yang saat ini sedang menggerutu tak jelas akibat pernyataan ''Tidak'' dari sang istri.
''Kenapa hanya aku yang rindu,waktunya kan dia juga harus rindu juga sama seperti ku'',gumam Sobri kesal.
__ADS_1