Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
57


__ADS_3

Kairo


Naima tengah berbicara dengan ibu Siti melalui sambungan telepon,''Jadi mbak Key sudah menikah bu?'',tanya Naima.


''Iya nak,segeralah kesini,setelah suami Key sadar kita akan mengadakan syukuran serta resepsi untuk Keysha serta Sobri,''ucap bu Siti.


''Baiklah bu,besok Nai akan segera memesan tiket'',ucap Naima.


''Iya ibu tunggu,dan apa Key juga sudah mengirim foto baby Al'',ucap bu Siti.


''Sudah bu,bahkan bukan hanya foto baby Al saja,namun foto satu keluarga besar,hanya Nai yang tak ada'',ucap Naima.


''Makanya segeralah kembali ke tanah air,agar kita bisa kumpul bersama'',ujar bu Siti.


''Siap bu bos'',ucap Naima


''Gadis nakal'',ucap Bu Siti.


''Hehehe,sudah dulu ya bu,Assalamualaikum'',ucap Naima dengan senyum.


''Waalaikumsalam'',jawab bu Siti mengakhiri obrolan.


Naima segera membuka aplikasi untuk memesan tiket,kemudian menghubungi universitas untuk izin beberapa hari.


''Ya Allah,semoga keluarga hamba selalu bahagia dan selalu dalam lindunganmu,amiin'',ucap Naima berdoa.


''Aku harus menghubungi Husna juga'',gumam Naima.


''Hallo Assalamualaikum Nai,ada apa?'',ucap Husna dalam sambungan telepon.


''Bisa temani aku Na?'',tanya Naima.


''Kemana?'',tanya balik Husna.


''Aku ingin membeli hadiah untuk keponakan ku yang baru keluar dari rumah sakit hari ini'',ujar Naima.


''Baiklah,aku akan ke apartemen mu'',ucap Husna.


''Ok aku tunggu,assalamualaikum'',ucap Naima.


''Waalaikumsalam'',jawab Husna.


Naima segera mengambil tas slempangnya,memasukan beberapa kartu juga ponsel kedalam tas.


Tak berselang lama,ada ketukan pintu,''Itu pasti Husna'',ucap Naima segera menuju ke pintu.


''Iya sebentar'',ucap Naima membukakan pintu.


''Imran'',kaget Naima.


''Assalamualaikum Nai'',salam Imran.


''Waalaikumsalam,ada apa?'',tanya Naima.

__ADS_1


''Imran,kenapa kamu disini?,''tanya Husna kaget


''Aku hanya ingin minta maaf atas kelakuan Melani tadi,aku tau dari anak-anak bila tadi Naima disiram oleh Melani'',ujar Imran.


''Aku sudah memaafkan,''ucap Naima.


''Dan tolong kalau perlu itu tunangan di jaga baik-baik takut nya lepas kan membahayain orang lain,takutnya gigit kan bisa rabies,ayo Nai,kita jadi pergi kan'',ucap Husna dan Naima menutup pintu apartemennya.


''Maaf Imran,aku mau pergi dulu,assalamualaikum'',ucap Naima.


''Sudah ayo Nai'',ucap Husna dengan menarik tangan Naima,''Waalaikumsalam'',ucap Imran hanya memandang Naima yang kian menjauh.


''Aku harus menemui Melani'',gumam Imran meninggalkan apartemen Naima.


Naima segera mencari beberapa stelan baju yang menurutnya lucu,''Husna kenapa ada baju untuk anak perempuan?'',


''Soalnya lucu Nai'',ucap Husna dengan senyum tanpa dosa dan Naima hanya menggeleng kemudian mengembalikan beberapa potong baju khusus bayi cewek.


''Kita kesana dulu yuk Na'',ajak Naima menunjuk toko baju dewasa.


''Lets go'',ucap Husna.


''Nai kamu mau cari baju model apa?'',


''Yang simple saja'',ucap Naima sambil memilih-milih.


''Nai,kamu sudah kenal dengan bang Rinan ya?'',


''Dulu iya untuk sekarang inshaAllah tidak'',


''Tapi aku rasa sekarang kamu pun masih jadi pengganggu'',


''Maksudnya?'',ucap Naima tak mengerti,karena selama disini dia tak lagi mengganggu hubungan orang lain.


''Pengganggu pikiran dan hati bang Rinan'',canda Husna sambil tergelak.


''Enggak lucu'',ucap Naima.


''Emang enggak lucu,yang ini Nai bagus cocok untuk mu'',ucap Husna.


''Ini ukuran ku Na,cari yang ukuran M'',ucap Naima.


''Memangnya buat siapa sich Nai'',tanya Husna.


''Jangan bilang buat Melani'',sambung Husna


''Asstagfirullohalazim Husna,memangnya ada acara apa hingga aku kasih si Melani itu baju coba,aku cari baju untuk kado buat kakak-kakak ipar ku dan mbak Key'',jelas Naima.


''Oh,Nai tapi ya aku lebih suka jika kamu dengan bang Rinan,daripada dengan Imran'',ucap Husna.


''Lagi enggak butuh pendapat dan lagian aku tidak akan memilih'',ucap Naima menuju kasir saat sudah menemukan yang cocok dengan selera Vilara,Keysha dan juga Ruby.


''Kan aku hanya mengutarakan isi hati ku Nai'',ucap Husna mengikuti Naima.

__ADS_1


''Iya,terimakasih Husna atas suara isi hatinya'',ucap Naima.


''Sama-sama'',jawab Husna.


''Kita cari kopi dulu apa langsung pulang?'',tanya Naima.


''Ngopi dulu'',


''Ok,sambil ngopi ada sesuatu yang akan aku sampaikan'',


''Aku tunggu didepan saja ya'',


''Ok'',


Setelah beberapa menit Naima sudah menenteng beberapa paperbag,''Sudah pesan?'',tanya Naima


''Sudah'',jawab Husna.


''Husna besok aku balik ketanah air'',ucap Naima.


''Huk,huk,huk,kenapa mendadak?'',


''Karena ibu ku mengabari kalau resepsi bang Sobri diadakan bersamaan dengan mbak Keysha dan baru tadi juga ibu mengabariku'',


''Tapi kamu masih balik kesini kan?'',


''InshaAllah masih Na'',


''Ok,kalau seperti itu salam ya buat keluarga mu kalau masih punya abang boleh juga kok dikenalkan ke aku'',


''Kamu ini,kuliah yang bener dulu'',


''Kalau abangku sudah sold out semua,tapi masih ada namanya bang Gondrong asisten bang Sobri orangnya ganteng namun irit bicara'',


''Pasti rambutnya gondrong,sok cool,orang yang seperti itu bukan tipe ku'',


''Ya sudah,namanya gondrong ya grondonglah rambutnya'',ucap Naima kemudian menyeruput kopinya.


Di Kota X


''Haccih,haaciih,haciih'',Ferdiyan alias bang Gondrong tengah bersin-bersin,''Sepertinya aku tak cocok dengan cuaca dikota ini'',gumam Gondrong mengusap hidungnya.


Dan kembali memantau sebuah vila yang cukup megah.''Target sudah ditemukan'',tulis Gondrong mengirim pesan kepada Sobri.


Dirumah Sakit.


Setelah kurang lebih dua jam menunggu akhirnya seorang Dokter keluar dari ruang operasi.


''Bagaimana Dok?'',tanya Keysha mendahului ibu dan juga ibu mertuanya.


''Alhamdulilah operasinya berjalan lancar'',ucap Dokter membuat lega hati semua orang.


''Alhamdulilah'',ucap Semua.

__ADS_1


__ADS_2