
Naima tengah menatap langit yang bersemu jingga,''Apa keputusanku sudah tepat'',batin Naima.
''Disaat hati kita merasa gundah,mengadulah kepada sang pemilik hati,niscaya pasti mendapat ketenangan'',ucap Vilara membuat Naima menatap kakak iparnya dan tersenyum.
''Hay,baby Al'',sapa Naima kepada putra Vilara.
''Kenapa disini sendirian?'',tanya Vilara setelah duduk disamping adik iparnya.
''Hanya ingin menikmati lebih lama suasana yang tak ada di negara sana mbak'',ucap Naima
''Apa kamu ragu?'',tanya Vilara dan Naima menggeleng.
''Cinta itu tak hanya diungkapkan Nai,apa gunanya ucapan cinta kalau tak juga di halalkan'',ucap Vilara.
''Ku lihat dia pria yang baik,apa lagi yang kamu ragukan'',sambung Vilara.
''Dia memang baik mbak,yang kupikirkan apa aku pantas untuk nya,melihat aku dulu pernah jahat,apalagi yang merasakan kejahatan ku kamu mbak'',lirih Naima menyesal.
''Dengar semua orang itu punya masalalu buruk,tapi baik buruk nya masadepan tidak tergantung dengan masalalu,namun tergantung dari orang yang punya masalalu itu,bagaimana orang itu bisa berproses menjadi lebih baik'',ucap Vilara.
''Iya mbak'',ucap Naima merasa kagum dengan kakak iparnya.
''Terimakasih mbak'',ucap Naima setelah mencium pipi gembul baby Al.
''Untuk apa?'',tanya Vilara.
''Untuk nasehat itu tadi'',ucap Naima,Vilara hanya tersenyum.
''Kalian disini?'',tanya Fikri.
''Iya mas'',jawab Vilara,Fikri menghampiri Vilara mencium kening sang istri dan mengambil alih baby Al dari buaian Vilara.
''Dia masih bobo mas'',lirih Vilara.
''Pelan-pelan sayang,ayo boy kita kedalam'',ucap Fikri.
Sedangkan Naima tersenyum,melihat keharmonisan rumah tangga kakak kandungnya.
''Ya Allah semoga kelak hamba juga bisa merasakan keluarga yang harmonis seperti bang Fikri'',batin Naima.
__ADS_1
''Ayo masuk Nai,sudah mau magrib'',ujar Vilara menengok kearah belakang.
''Iya mbak'',seru Naima mengikuti kakak iparnya.
Di dalam kamar.
''Bunda aku cantik tidak?'',tanya Keke.
''Cantik'',jawab Keysha sambil menyisir rambut Keke.
''Bunda,Keke mau pakai kerudung seperti bunda boleh?'',tanya Kekem
''Tentu boleh sayang,karena setiap muslimah itu wajib memakai hijab dan menjulurkan hingga kedada'',ujar Keysha.
''Benarkah bunda'',ucap Keke bahagia,
''Iya sayang,besok kita belanja keperluan mu,dari baju yang tertutup hingga hijab mau?'',tanya Keysha kepada putri sambungnya.
''Iya bunda mau,Keke bahagia banget,sekarang Keke bisa bilang kepada teman-teman kalau Keke cantik seperti bunda'',antusias Keke
''Iya sayang,sekarang kita ambil wudhu dan sholat berjamaah'',ucap Keysham
''Siap bunda'',ucap Keke patuh.
Sepasang suami istri tengah selesai melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.Kemudian Sobri melantunkan beberapa surah tanpa memegang mushaf,setelah selesai dia mengusap perut rata sang istri.
''Kak,mau makan apa?'',tanya Ruby setelah merapikan mukenanya.''Kamu mau nya apa?'',tanya balik Sobri.
''Mau apa saja yang penting bikin kenyang'',jawab Ruby.
''Beff Teriyaki mau?'',tawar Sobri.
''Mau'',jawab singkat Ruby.
''Oke,aku pesankan'',ucap Sobri segera mengirim pesan kepada Ferdiyan.
''Kenapa kita tidak ke restauran kakak saja,setelah makan kita kan bisa jalan-jalan'',ujar Ruby.
''Kita pesan saja sayang,dan dengarkan ini tak ada negosiasi dalam peraturan ku kali ini,mulai besok Ferdiyan akan mengantar dan jemput kemana pun kamu pergi'',ucap Sobri.
__ADS_1
''Tapi kak'',ucap Ruby akan protes namun Sobri sudah sudah memotong,''Tak ada protes,apa kamu ingat apa yang terjadi pada Rara tadi,bagaimana kalau itu terjadi pada mu?,''tanya Sobri mengintimidasi,membuat Ruby mengelus perut ratanya,bila yang terjatuh tadi Ruby mungkin calon anaknya tak akan selamat.
''Dengar sayang,bila sampai terjadi hal buruk padamu orang yang paling terluka itu aku,bukan aku tak mau merasakan sakit,tapi melihat orang yang kita cinta terluka itu sungguh menyiksa,jadi patuhi peraturan dari ku ini sayang'',ucap Sobri.
''Baiklah,tapi aku juga punya syarat untuk itu'',ucap Ruby.
''Katakanlah,''ucap Sobri.
''Setiap akhir pekan aku mau kencan dengan kakak berdua saja,dari pagi hingga petang,seperti nonton,diner,jalan-jalan romantis dan sebagainya,bagaimana suamiku?apa kamu mau memenuhi syarat ku'',ucap Ruby dengan mimik wajah yang menggemaskan menurut Sobri,namun Sobri nampak berpikir,''Hanya sekedar meluangkan waktu seharian untuk istri tercinta'',batin Sobri,
''Baiklah'',ucap Sobri setuju,''Yes,bawa sini ponselnya'',ucap Ruby senang.
''Untuk apa?'',tanya Sobri menyerahkan ponselnya.
''Aku akan menyetel alarm,sebagai pengingat agar suami ku tak ada alasan lupa atau sibuk'',ujar Ruby sambil memicingkan mata membuat Sobri terkekeh.
"Dasar bumil dengan tingkah ajaibnya",batin Sobri.
Dirumah sakit.
''Ayah,aku tidak apa-apa,aku sudah sembuh,ayo kita pulang'',rengek Rara.
''Tunggu sampai memar dikaki dan kening mu hilang nak,itu pasti sangat sakit'',ucap Sang ayah yang tak tega melihat memar biru didahi putri semata wayangnya.
''Ayolah yah,ini sudah sembuh ayah,ayo kita pulang,Rara mau istirahat dirumah saja,Maya terlalu berlebihan",ucap Rara,ya Maya tadi menghubungi Ayah Rara mengatakan bila Rara tak sadarkan diri,karena terpeleset dikamar mandi.
''Kamu harus dirawat sayang,setidaknya dua atau tiga hari lagi'',ucap Ayah Rara"Oh tidak",batin Rara menjerit.
''Ini hanya luka ringan ayah,ini bukan luka serius,hanya memar saja dikompres dengan air hangat besok juga sudah hilang,ayolah yah,ayah kan tau Rara tak suka rumah sakit'',tutur Rara memelas.Ayah Rara menatap putri semata wayangnya,''Ayah hanya ingin yang terbaik untuk mu sayang'',lirih ayah Rara sedih seperti tak bisa menjaga putri satu-satu nya dengan baik.
''Ayah sudah memberikan semua yang terbaik untuk Rara,oke jangan sedih Rara akan dirawat sampai Dokter memperbolehkan Rara pulang agar ayah tak khawatir",ucap Rara mengalah,melihat wajah sedih sang ayah dia tak bisa.
"Itu baru putri ayah,ayah ingin peluk tapi takut menyakitimu nak",ucap ayah Rara.
"Ini tidak sakit ayah,"ucap Rara merentangkan kedua tangan agar sang ayah memeluknya.
"Ayah sangat menyayangimu nak",ucap ayah Rara dengan pelukan kasih sayang.
"Rara juga sangat sayang ayah",balas Rara.
__ADS_1
"Bila ayah tak ada nanti,ayah berdoa agar kelak ada yang menjaga dan menyayangi mu melebihi ayah",ucap Ayah Rara mengelus kepala anaknya.
"Ck,ayah ini bicara apa,ayah akan selalu ada untuk Rara sekarang dan selamanya",ucap Rara mengeratkan pelukan manja pada orang tua satu-satunya itu.