
Disebuah gedung rumah sakit
''Key,bangun'',ucap Jouhari menepuk
"Ini dimana?",
"Aku juga tidak tau",
"Sobri,Ruby kenapa kalian juga disini?",,
"Bang Fikri juga disini",tunjuk Sobri kearah Fikri dan Vilara yang tengah menggendong baby Al.
"Ini sebenarnya ada apa?",
"Apa kita diculik?",
Ceklek,suara pintu terbuka"Terkejutnya nanti saja,sekarang kalian siap-siap dan kenakan pakaian yang sudah disediakan",tutur bu Khodijah,meletakan setumpuk pakaian kepangkuan Keysha.
"Ini sebenarnya ada apa sih bu?",
"Nanti kalian juga akan tau,sekarang cepat berganti baju kami tunggu di loby",
Fikri menghela nafas,sedang Keysha,Jouhari,Ruby dan Sobri hanya saling pandang dan mengedikan bahu,bingung serta penasaran kenapa mereka bisa berkumpul dalam satu ruangan namun tak dapat mengingat yang terjadi."Sini baby Al,ganti baju lah dulu",ucap Fikri.
"Mas duluan saja,yang ganti baju",ucap Vilara.
"Baiklah",
"Vi,apa kamu tau sesuatu?",
"Nanti mbak dan bang Jou pasti akan tau",
"Ruby,bagaimana keadaan mu?'',
"Alhamdulilah sudah membaik mbak",
"Mbak Keysha,Keke mana?",
"Keke yah,Keke dimana?'',
"Keke dengan Naima",
"Cepat banget mas ganti baju nya",ucap Vilara berusaha menggoda Fikri saat Fikri secepat kilat mengganti pakaiannya dengan setelan jas,"Naima'',lirih Keysha,''Apa ini ulah Naima?'',
''Naima akan menikah hari ini'',ujar Fikri
''APA!!!!".semua orang terkaget.
''Kalian mengagetkan anak ku'',ucap Fikri sambil menepuk punggung baby Al dengan lembut untuk menenangkan.
"Kenapa mendadak,apa terjadi sesuatu?'',tanya Sobri.''Tidak ada sesuatu tapi ini terjadi karena calon suami Naima yang menginginkannya,dia telah membuktikan bila tidak ada hubungan apa-apa dengan gadis lain itu jadi mempercepat menghalalkan Naima'',jelas Fikri.
''Seperti ada yang tidak beres'',gumam Sobri sambil berpikir.
__ADS_1
Namun Ruby menarik lengan Sobri perlahan"Kak apa aku juga harus menggunakan baju itu",bisik Ruby kepada Sobri sambil memandang Vilara menggunakan baju bridesmaid yang tak nyaman bila Ruby memakainya.
''Kalau kamu tidak mau tidak perlu memakainya,nanti aku akan membelikan baju yang warnanya sama namun nyaman dipakai oleh istreri ku ini'',
''Terimakasih kak'',ucap Ruby.
Tok tok,pintu terbuka dan seorang yang tak lain Ferdiyan membawakan paper bag,''Ini bos'',ucap Ferdi memberikan keoada Sobri,''Terimakasih'',ucap Sobri,Ferdiyan hanya mengangguk dan keluar dari ruangan.
Semua sudah bersiap,dan benar suasana rumah sakit dimana Ruby dirawat menjadi riuh karena mendadak menjadi tempat pernikahan Naima,diloby disulap menjadi taman bunga.
''Ruby denganku saja'',ucap Keysha akan mendorong kursi roda Ruby,''Ruby tetap denganku mbak'',ucap tegas Sobri.
''Pelit'',cibir Keysha kemudian berlalu meninggalkan Sobri dan Ruby.
''Kak'.panggil Ruby.
'Ada apa?'',
''Apa yang kakak pikirkan?''.
''Tidak ada'',ucap Sobri kembali mendorong kursi roda.
''Sah'',kata sakral yang terdengar disaat ijab qobul dilantunkan oleh Imran dengan satu tarikan nafas,Naima sah menjadi istri Imran.
Isakan bahagia terdengar,dari para orang tua,terutama bu Siti dan bu Khodijah,raut wajah tegang Imran terganti dengan raut binar kebahagian,''Sekarang kalian sah menjadi suami istri'',ucap Fikri selaku kakak kandung dan orang yang menikahkan Naima dengan Imran.
''Jaga adik ku,sayangi dan cintai dia'',pesan Fikri kepada Imran,''Akan ku sayang dan cintai dia sampai ajal menjemputku'',ucap Imran.
''Jadilah istri yang sholehah'',ucap Fikri saat Naima meminta restu,''Abang'',lirih Naima memeluk Fikri,beralih kepada kedua orang tua yang telah merawatnya Ayah Imam dan bu Siti.
''Biang rusuh,kenapa membuat acara mendadak,''ucap Sobri kepada Imran.
''Sureprise bang,maaf dan selamat atas kehamilan kakak ipar'',ucap Imran.
''Iya terimakasih,semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah'',ucao Sobri.
''Amin'',ucap Imran.
''Gadis kecilku,''
''Abang'',lirih Naima.
''Bermanjalah dengan suami mu sekarang,''ucap Sobri,Naima mengangguk.''Bermanja dengan suamiku sesekali juga tidak apa Nai'',ucap Ruby,Naima tersenyum dan mengangguk.
''Hey,aku yang tidak mau'',ucap Sobri yang tidak terima,plak.
''Auuh,sakit bu'',ucap Sobri saat pukulan tepat dikepalanya.''Selalu bahagia anak ku'',ucap bu Khodijah memeluk Naima.Beralih kepada Keysha dan Jouhari,''Wah,wah inilah tersangka dari penculikan ini,''sindir Keysha.
''Kalian membuatku bingung'',tambah Jouhari
''Maaf mbak Key tapi bisakah restui kami,ini hanya sebuah kejutan kecil sebelum mbak Key kembali ke Turki'',ucap Imran.
''Baiklah,aku merestui kalian,bahagialah selalu'',ucap Keysha.
__ADS_1
Acara berlangsung begitu khidmat,setelah itu mereka semua beralih ke sebuah ruangan besar yang sudah disulap bak restaurant bintang lima.
Decak kagum keluar dari semua mulut orang yang hadir,''Maaf'',kata yang terucap dari Imran untuk Naima saat mereka berdua,''Iya'',balas Naima sambil tersenyum.
''Mau makan sesuatu aku akan mengambilkan'',tawar Imran.
''Tidak perlu Im...Kak'',ucap Naima tertunduk malu.Imran terkekeh,''Tidak apa,lama-lama juga terbiasa,boleh aku memegang tangan mu'',ucap Imran,Naima mengangguk,segera Imran menggenggam tangan Naima.
''Aku mencintaimu Nai,''ucap Imran,''Aku sangat mencintaimmu'',imbuh Imran,Naima hanya tersipu namun moment romantiss terkaget dengan suara.
''Makan dulu,cinta juga butuh asupan'',ucap bu Khodijah memberikan piring penuh makanan kepada Naima,kemudian bu Khodijah berlalu tanpa dosa telah membuyarkan kesan romantis yang baru diciptakan oleh Imran,Naima dan Imran menatap piring penuh makanan kemudian saling pandang dan tertawa bersama.
''Kak aku mau ke toilet dulu'',bisik Ruby kepada Sobri,,''Aku antar'',ucap Sobri mendorong kursi roda istrinya.
''Sobri mau kemana?'',
''Kamar mandi mbak'',
''Ke kamar mandi mau mengajak Ruby?,aneh aneh saja,biar Ruby dengan mbak saja'',
''Bukan Sobri yang kebelet tapi Ruby mbak'',
''Oh,ya sudah biar mbak saja yang mengantar Ruby'',
''Tapi mbak'',
''Enggak ada tapi-tapian,''kekeh Keysha mengambil alih Ruby.
Sobri hanya menghela nafas pasrah,''Betina galak'',gumam Sobri,memandang Keysha yang kian menjauh.
''Rub,bagaimana kandungan mu?'',
''Alhamdulilah baik mbak,dia kuat'',ucap Ruby mengelus perut ratanya.Keysha mendorong kursi roda kedalam kamar mandi.''Mbak juga mau ke kamar mandi?'',tanya Ruby namun Keysha hanya tersenyum.
Diruangan untuk para tamu menikmati jamuan,Sobri tengah mondar mandir rasa cemas entah kenapa menyeruak dalam dada,matanya membola saat melihat Keysha tengah menggending Keke bersama Jouhari.
Sobri segera berlari membuat orang terheran Sobri segera menuju toilet perempuan.
''Sobri kenapa mas?'',tanya Vilara.
''Enggak tau?,mas ikutin dulu ya'',ucap Fikri mengikuti Sobri.
''Sobri kenapa nak?'',tanya bu Khodijah khawatir.
''Tidak tau bu'',ucao Keysha.
''Ada apa mbak,bang?''tanya Naima heran.
''Itu tadi Sobri lari seperti melihat setan saat melihat kami datang'',ucap Jouhari,Imran segera menghubungi seseorang.
Sedangkan Sobri,''Ruby'',panggil Sobri membuka pintu kamar mandi.''Rub'',panggil Sobri.
''Ruby'',sambil mencari.
__ADS_1
''Ruby'',panggil Sobri kian panik,kemudian menghubungi Ferdiyan untuk melacak istrinya.
Sobri merasa telah lalai menjaga Ruby,''Aaaakkhhhhh,''teriak frustasi Sobri menggema.