
''Kenapa kamu ketawa?,ini alatnya mungkin rusak'',ucap Sobri sambil menggerak-gerakan.
''Bukan rusak kak,saat akan menggunakannya mbak Key kirim pesan katanya lebih bagus urine dipagi hari kalau hasilnya negative Ruby disuruh minum obatnya,tapi kalau positive besok segera temui mbak Keysha dirumah sakit tapi...'',jelas Ruby.
''Oh,''seketika Sobri lemas.
Ruby tak melanjutkan ucapannya dan tersenyum tipis,''Kakak sudah makan?'',tanya Ruby dan Sobri menggeleng lemah.
''Kakak kecewa dengan Ruby?'',tanya Ruby menatap Sobri yang juga menatapnya,''T-tidak,tidak sayang,''jawab Sobri segera mendekati Ruby.
''Apa kakak sangat mengharapkan bila aku hamil?'',tanya Ruby,Sobri segera menggenggam jari jemari Ruby.
''Sejujurnya iya,aku menginginkan benih ku segera tumbuh dirahim mu,agar ikatan kita lebih kuat,rumah tangga kita bahagia akan kehadiran anak ,''ujar Sobri,Ruby hanya menyimak.
''Aku sadari kita bersama dengan perjodohan,awal pertemuan kita pun sangat buruk,aku pikir bila segera ada anak kamu akan segera mencintai ku dan bisa segera move on dari pria yang sering naik motor itu'',sambung Sobri,Ruby menatap suaminya.
Cetak.
Ruby dengan berani menyentil dahi suaminya,''Sakit Rub'',pekik Sobri mengusap keningnya.
''Hehehe,maaf kak entah kenapa melihat kening kakak aku ingin sekali menyentil nya,''ucap Ruby tanpa bersalah.
''Ada-ada saja'',gerutu Sobri sambil mengusap keningnya.
''Mungkin efek ini'',ucap Ruby mengusap lembut perutnya.
''Lapar?'',tanya Sobri.
''Bukan papi'',ucap Ruby menyodorkan sesuatu seperti sikat gigi yang dibawanya,mata Sobri terbelalak menatap benda itu,matanya pun mulai berkaca-kaca.
''Walaupun masih samar garis dua nya,namun aku yakin disini sudah ada Sobri junior'',ujar Ruby mengelus perut rata yang masih tertutup baju,tanpa kata-kata Sobri segera menghambur memeluk sang istri.
''Hiks,hiks,alhamdulilah'',haru Sobri.
__ADS_1
''Sudah,sudah kenapa kakak jadi cengeng sich'',ejek Ruby,namun Sobri makin erat memeluknya hingga kata ajaib dibisikan ditelinga Sobri,''Aku mencintaimu suamiku'',bisik Ruby.
''Aku juga sangat mencintaimu'',jawab Sobri melerai pelukan kemudian mencium kening Ruby.
''Katamu tadi harus urine pagi?tapi ini?'',tanya Sobri.
''Hehe iya ingin saja mengerjai kakak,tadi mbak Key tidak hanya memberikan satu tespeck namun ada dua,yang satunya bisa digunakan sewaktu-waktu dan hasilnya juga akurat katanya maka aku gunakan dan hasil nya jeng-jeng'',ucap Ruby.
Sobri tersenyum sambil mengangguk mengerti,''Ada yang kamu inginkan?'',tanya Sobri.
''Ada'',jawab singkat Ruby
''Apa?,katakan?'',tanya Sobri antusias,memenuhi keinginan saat istri hamil mungkin akan dia selipkan ke jadwalnya mulai hari ini.
''Aku ingin papi anak ku ini makan siang,karena mami tak ingin papi sakit'',ucap Ruby
''Siap mami,''ucap Sobri sambil memberi hormat kemudian mereka tertawa bersama.
Selesai menyantap makan siang Sobri segera mengajak sang istri pulang,tak sabar rasanya memberitahu keluarga besarnya akan kehamilan sang istri.
''Hati-hati'',ucap Sobri saat membukakan pintu mobil.
''Terimakasih papi'',ucap Ruby.
''Sama-sama mami'',jawab Sobri,pancaran kebahagia terukir jelas pada wajah mereka berdua.
Sobri melajukan mobil dengan perlahan,sesekali mengusap lembut tangan istrinya bahkan mencium tangan sang istri.
''Kak,kasih tau ibu dan ayah besok saja ya,sesudah dari rumah sakit'',ucap Ruby.
''Baiklah'',
''Dan ehm'',Ruby ragu memberitahunya.
__ADS_1
''Dan apa?'',
''Saat papa dan mama kesini jangan beritahu mereka dulu'',lirih Ruby,membuat Sobri menatap sang istri yang sendu.
''Tapi mereka juga orang tua kita Ruby'',ucap Sobri.
''Saat ini kak Safira juga tengah mengandung,aku tak ingin kak Fira beranggapan bila aku menyainginya'',jelas Ruby membuat Sobri menghela nafas.
''Jangan seudzon sayang'',nasehat Sobri sambil memegang tangan Ruby.
''Bukan seudzon kak,tapi kenyataan,aku tak mau mama dan papa lebih perhatian dengan ku dan membuat kak Fira cemburu,biarkan mereka tak tau dulu setelah kandunganku cukup besar baru kita beritahu'',jelas Ruby.
''Kita lihat nanti ya'',ucap Sobri tak mengiyakan atau menolak permintaan aneh istrinya.
''Masa iya sich saudara bisa cemburu'',batin Sobri.
Beberapa saat Sobri dan Ruby sampai dikediaman Fikri.
''Ayo,pelan-pelan jalannya Rub'',tegur Sobri.
''Kalian sudah pulang?'',tanya ayah Imam.
''Iya yah,kami kekamar dulu'',ucap Sobri dan ayah Imam hanya mengangguk.
Didalam kamar.
''Istirahatlah,aku mau hubungi mbak Key dulu'',ucap Sobri.
''Kak'',panggil Ruby.
''Hem'',Sobri yang hendak menghubungi Keysha menatap istrinya.
''Istirahatnya boleh sambil peluk kakak enggak?'',tanya Ruby.
__ADS_1