Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
74


__ADS_3

Hari ini Keysha menemani Jouhari jalan-jalan pagi,''Bun duduk dulu,capek'',ujar Jouhari.


''Baiklah,mau minum?'',tanya Keysha dan Jouhari mengangguk.


''Aku belikan dulu ya'',ucap Keysha,mengusap jemari Jou dan beranjak membelikan air mineral.


Sepeninggal Keysha Jouhari mengamati sekitar banyak orang yang joging sendiri maupun bersama keluarga.


''Jouhari'',panggil seseorang dan membuat Jou mencari sumber suara.


''Iya'',jawab Jou bingung.


''Kamu sudah sehat?'',tanya Bagas.


''Alhamdulilah sudah'',jawab Jouhari sambil mengingat siapa gerangan.


''Kapan resepsinya digelar?,''tanya Bagas sambil duduk disamping Jouhari.


''Maksudnya?'',tanya balik Jouhari.


''Ya elah,kami menunggu kamu sehat,aku shock saat calon istri mu memberitahu bila acaranya diundur karena kamu kecelakaan'',jelas Bagas.


Membuat Jou semakin bingung.


''Calon istri?,acara?,apa sich maksudnya sumpah aku bingung banget'',ucap Jouhari jujur.


''Bukannya kamu dan Dokter Key belum menggelar resepsi,katanya nunggu kamu pulih baru diadakan resepsinya'',ujar Bagas.


Deg.


Jouhari semakin bingung,kepalanya berdenyut nyeri,dia memejamkan mata untuk menetralisir rasa sakit yang kian mendera,hingga dia tak sanggup menahannya.


Bruuukk,Jouhari tak sadarkan diri,''Jou,bangun!",teriak Bagas panik.


''Jou,bangun Jou'',ucap Bagas menepuk pipi Jouhari.Dari kejauhan Keysha melihat kerumunan ditempat dia meninggalkan suaminya.


''Jou'',pekik Keysha sambil berlari kearah Jouhari.


''Kenapa suami bisa seperti ini?'',tanya Keysha


''Aku tak tau tiba-tiba dia pingsan,'',ucap Bagas.


''Bawa kerumah sakit saja nona'',ucap salah satu warga.


''Aku akan menghubungi ambulans'',ucap Bagas,sedang Key berusaha membuat Jouhari sadar dengan menepuk pipi suaminya dan memberi minyak oles dari warga yang melintas.


Setelah beberapa jam Jouhari mulai mengerjapkan matanya,''Aku dimana?'',tanya Jouhari.


''Di rumah'',jawab Keysha,Jouhari memijit pelipis nya.


''Apa masih merasa pusing?'',tanya Keysha


''Sayang,''panggil Jou seakan mau bertanya sesuatu.


''Istirahatlah dulu Jou,''potong Keysha.


''Tapi tadi ada seorang yang menanyakan resepsi pernikahan kita,bisa kau jelaskan tentang itu?,karena setiap aku mencoba mengingat kejadian dulu maka kepala ku terasa amat sakit'',jelas Jouhari.


''Nanti aku akan jelaskan,sekarang istirahatlah dulu'',ucap Keysha lembut.


''Temani aku'',pinta Jouhari menggeser tubuh nya agar istrinya ikut berbaring disampingnya.


''Sayang'',panggil Jouhari sambil mencium pucuk kepala Key yang tertutup hijab.

__ADS_1


''Hemm'',


''Setelah aku pulang dari rumah sakit,sepertinya kita belum pernah melakukan itu'',ucap Jouhari membuat Keysha menatap Jouhari.


''Setelah kau benar-benar pulih kau akan mendapatkannya'',ujar Keysha.


''Ck,yang cedera itu kepala atas ku,bukan kepala bawah ku'',gerutu Jouhari.


''Auw'',teriak Jou saat cubitan Key mendarat diperutnya.


''Istirahatlah sendiri,aku mau menemui Keke dulu'',ucap Keysha akan beranjak dari tempat tidur.


''Temani aku'',cegah Jouhari,membuat Keysha menghela nafas.


Keysha sebenarnya sudah siap menjadi istri Jou seutuhnya,hanya saja dia tak ingin Jouhari akan bingung dengan kondisinya,yang mengatakan sudah mempunyai anak tapi masih perawan,dia tak ingin sang suami terlalu berpikir keras dan jatuh sakit atau bisa jadi akan koma kembali,saat mengatakan faktanya.


''Jou'',


''Iya bun'',


''Aku akan menjelaskan sedikit demi sedikit,namun saat kau merasakan nyeri atau sakit dikepala,kau harus bilang padaku'',ucap Keysha.


''Kepala atas atau kepala bawah?'',tanya Jouhari dengan senyum menggoda.


''Jou'',


''Oke,oke,aku akan mendengarkan'',


''Kau,masih mengingat saat aku akan pergi'',ucap Keysha dan Jouhari mengangguk.


''Dan disaat itu aku pun berjanji akan menunggu mu,dan lihatlah janji ku,aku tepati'',ujar Jouhari bangga,membuat Keysha tersenyum.


''Namun apa kau tau Jou,kau tak menepatinya'',BatinKeysha.


''Kau terakhir menghubungi ku disaat,ayah mu ingin menjodohkan mu dengan anak sahabat nya'',ucap Keysha membuat Jouhari mendesis memegang kepalanya.


''Apa terasa sakit lagi?'',tanya Keysha.


''Hanya sedikit nyeri,tidak apa-apa lanjutkan ceritanya bun'',ucap Jouhari.


''Untuk hari ini cukup,''ucap Keysha.


''Tapi aku penasaran dengan siapa ayah menjodohkan ku?,siapa gadis itu?'',tanya Jou,namun belum sempat Keysha menjawab ketukan pintu terdengar dengan suara yang memanggil.


''Bunda'',teriak Keke.


''Istirahatlah,besok aku lanjut ceritanya'',


''Baiklah'',


''Bunda'',teriak Keke lagi,''Iya sayang sebentar'',sahut Keysha bergegas membuka pintu.


''Kenapa lama'',ucap Keke dengan raut wajah cemberut.


''Uluh,uluh,putri bunda marah ya'',ucap Keysha menggendong Keke.


''Mana bisa Keke marah dengan bunda,Keke sayang bunda'',ucap Keke mencium pipi Keysha.


''Ayo kita turun jangan ganggu ayah,ayah sedang istirahat'',ucap Keysha pelan.


''Ayo bunda'',ucap Keke pelan juga.


Disisi lain Rara dan Maya sedang menunggu Ruby,''Gue deg-degan May'',

__ADS_1


''Gue juga deg-degan Ra'',ujar Maya,


''Itu Ruby'',tunjuk Rara.


''Assalamualaikum girls'',sapa Ruby semangat.


''Waalaikumsalam Rub'',jawab Rara dan Maya seraya memeluk sahabatnya.


''Bagaimana keadaan Santi?'',tanya Ruby setelah melerai pelukan.


''Dia baik Rub,hanya saja kaki nya yang cedera'',ucap Maya,Ruby mengangguk.


''Dilihat-lihat loe semakin chubi Rub'',ucap Rara,dan Maya ikut menelesik.


''Hehe,mungkin efek masakan ibu mertua yang selalu enak'',ucap Ruby.


''Alhamdulilah kalau seperti itu,berarti nyokap laki loe sayang sama loe'',ucap Maya.


''Iya,ibu sayang banget dengan gue apalagi saat tau gue hamil'',jelas Ruby dengan senyum yang tak pernah luntur.


Phuuuuffrrrr,''Rara'',pekik Maya,setelah terkena semburan dari Rara.


''Maaf May enggak sengaja'',ucap Rara.


''Loe enggak apa Ra?'',tanya Ruby.


''Gue enggak apa Rub,tapi kenapa loe bisa hamil sich Rub,waktunya hamilnya nanti saja nunggu Santi sembuh'',ucap Rara.


''Maksudnya?'',tanya Ruby bingung,sedang Rara mendapat tatapan tajam dari Maya.


''Loe seperti tak tau Rara saja Rub,anak gesrek enggak perlu didengerin,kira-kira calon ponakan gue cowok apa cewek?'',ucap Maya dan Ruby tersenyum.


''Gue belum tau cewek cowok nya Maya,kan masih sebiji semangka'',ujar Ruby.


''Biji semangka?,jadi suami loe siluman semangka Rub?'',tanya Rara,Maya memijit kepalanya.


''Cekik gue Ra'',ucap Maya,Ruby tersenyum,''Bukan dong Ra,suami gue asli manusia bukan bangsa siluman apalagi siluman buah-buahan,nanti gue kenalin saat suami gue kesini'',ucap Ruby.


Rara dan Maya mengangguk,''Loe mau pesan apa Rub?'',tanya Maya.


''Minum saja yang sama punya Rara'',ucap Ruby,kemudian Maya memanggil pelayan dan memesan,sesaat setelah itu,jantung Rara berdetak tak karuan saat seorang pemuda melangkah mendekati meja mereka.


''Jantung gue'',batin Rara sambil meraba dadanya.


''Maaf mengganggu'',ucap Pemuda.


''Eh,iya bang'',ucap Ruby sambil menoleh kesumber suara.


''Bang?,apa jangan-jangan dia suami Ruby?'',batin Rara.


''Ponsel nona tertinggal,dan bos menghubungi bila sudah dalam perjalanan'',ucap Ferdi menyodorkan sebuah ponsel.


''Oh,terimakasih bang,dan ingat RUBY,panggil aku Ruby saja bang tak perlu embel-embel nona'',ucap Ruby dan Ferdi hanya mengangguk.


''Dia siapa Rub?'',tanya Maya,''Bang Ferdi asisten suami gue'',jawab Ruby,sedang Rara hanya menatap punggung Ferdi yang kian menjauh.


''Sepertinya gue pernah bertemu dengan orang itu,tapi dimana ya'',celetuk Rara sambil mengingat,membuat Ruby dan Maya menoleh.


''Loe memang pernah bertemu Ra'',ucap Maya.


''Benarkan May?,tapi dimana?,gue lupa'',ucap Rara.


''Didalam mimpi'',kesal Maya,Rara hanya mendengus dan cemberut sedang Ruby tersenyum geli.

__ADS_1


__ADS_2