Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
45


__ADS_3

''Key'',panggil seorang Dokter spesialis saraf.


''Iya Dok'',ucap Keysha saat menoleh kearah sumber suara.


''Bisa bicara sebentar'',ucap Dokter Ilham


Keysha mengangguk,''Mari keruangan saya'',ajak Dokter Ilham.


Keysha menghampiri bu Halimah dulu,''Bu,Key mau konsultasi dengan Dokter Ilham dulu bu,''ucap Keysha menghampiri bu Halimah.


''Iya nak jangan lama-lama,ibu yang akan menjaga Jou'',ujar bu Halimah masuk keruang rawat Jouhari.


Saat didalam ruangan.


''Apa ada hal buruk Dok?'',tanya Key.


''Iya Key,benturan keras dikepala calon suami mu,membuat pasien mengalami traumatic brain injury yang artinya calon suami mu mengalami koma,''Jelas Dokter Ilham.


Key menghela nafas perlahan,''Apakah pasien harus dibawa keluar negeri Dok?'',tanya Keysha.


"Kau juga seorang Dokter Key,kau tau hal yang baik dan tidak untuk pasien,jadi saran saya segera bawa pasien ke Singapura agar mendapat perawatan yang efektif'',ujar Dokter Ilham.


''Saya akan diskusikan dengan calon ibu mertua saya Dok'',ucap Keysha.


''Yang sabar Key,masalah biaya jangan pikirkan Key,biar saya yang tanggung'',ujar Dokter Ilham.


''Tak perlu Dok,kami masih sanggup namun terimakasih atas perhatiannya,saya permisi dulu'',ucap Keysha.


Dokter Ilham memandang Keysha yang berlalu dengan kagum persis seperti sahabatnya dulu,''Lihatlah Budi,putri mu tumbuh menjadi wanita yang tangguh sepertimu,kau benar anak laki-laki atau wanita itu sama saja,tinggal bagaimana kita orang tua mendidiknya'',gumam Dokter Ilham,salah satu teman mendiang ayah Keysha.


Keysha termenung duduk dibangku,dia berharap calon suaminya segera sadar,namun dia juga tak bisa egois ada Keke dan bu Halimah dia harus mendapat persetujuan dulu bila Jouhari dia bawa ke Luar negeri.


Keysha menuju ruang rawat Jouhari,membuka pintu perlahan,''Ibu'',panggil Key kepada Bu Halimah.


''Ada apa nak?'',ucap bu Halimah mendekati calon menantunya.


Keysha menggenggam tangan bu Halimah dan menutunnya untuk duduk dibangku tunggu depan kamar rawat.''Bu,bolehkah bila bang Jou,Keysha bawa ke luar negeri?'',tanya Keysha hati-hati.


Bu Halimah mengerutkan keningnya,''Apakah ada hal yang membahayakan terhadap Jou nak?'',tanya bu Halimah khawatir.


''Bukan bahaya bu,hanya saja Dokter Ilham menyatakan bila Jou cedera otak beliau menyarankan agar Jou dibawa ke Singapura bu,disini memang sudah canggih namun disana ada Dokter spesialis yang lebih mumpuni,bagaimana menurut ibu'',ujar Key.


Bu Halimah berpikir sejenak,''Apakah tak bisa bila Dokternya saja yang dibawa kesini nak?'',tanya bu Halimah,Keysha terdiam.


''Coba nanti Key cari info dulu bu Key akan bertanya kepada teman Key yang ada di Singapura,tapi semisalnya dokter tak bisa kemari bagaimana bu?'',tanya Key sekali lagi sambil menatap bu Halimah.


Bu Halimah tersenyum.


''Ibu akan ikhlaskan Jou berobat di Luar negeri bersama mu nak,ibu akan menunggu disini bersama Keke'',ujar bu Halimah.


''Ibu dan Keke bisa ikut juga bu,kita akan sama-sama merawat Jou hingga dia pulih dan sembuh seperti sediakala'',ucap Keysha menggenggam tangan bu Halimah.


''Ibu cukup disini saja nak,yang penting nak Key memberi kabar setiap hari tentang perkembangan anak ibu,ibu akan mendoakan kesembuhan Jou dari sini'',ucap Bu Halimah.

__ADS_1


''Apa karena ibu memikirkan biaya nya,sehingga ibu tak ingin ikut?'',tanya Key menebak.


Bu Halimah hanya tersenyum,''Jangan pikirkan biaya bu,Key masih sanggup untuk membiayainya'',ucap Key memeluk ibu Halimah.


''Tidak nak,bila ibu disini ibu masih bisa mengusahakan biaya dari hasil toko ibu,ibu punya tanggung jawab pada beberapa karyawan ibu,bila ibu ikut semua akan terbengkalai,''ujar bu Halimah melerai pelukan.


''Bila Keke saja yang ikut bagaimana bu?'',tanya Keysha.


''Keke biarkan disini saja nak untuk teman ibu,kamu fokus saja dengan pengobatan Jou'',ucap Bu Halimah.


''Tapi Key takut terjadi apa-apa dengan ibu dan Keke bila jauh dari Key bu apalagi masalah hak asuh Keke belum selesai bu,Key takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada ibu'',ucap Keysha sendu,entah mengapa perasaan Key tak enak dan merasa akan ada hal buruk yang akan terjadi.


Bu Halimah kembali tersenyum.


''Serahkan semua pada Allah nak,inshaAllah kami disini akan baik-baik saja'',ucap Bu Halimah.


''Iya bu,ibu pulang saja ya nanti supir akan menjemput,biar Key yang menjaga Jou disini'',ucap Keysha.


Bu Halimah mengangguk.


Di Kampus.


Ruby tengah menunggu Sobri bersama para sahabatnya.


''Muka sok alim,ternyata simpanan om-om'',sindir Mulan mahasiswi yang berpenampilan seksi berjalan melewati Ruby dan sahabatnya dengan tatapan mengejek.


''Hei itu mulut belum pernah di geprek ya'',teriak Maya.


''Uuppss,teman pelakor baper nich,hahahaha'',ucap salah satu teman Mulan.


''Biarkan saja Ra'',ucap Ruby menenangkan Rara.


''Kalian ini hanya segerombolan mahasiswi munafik,menutupi kebusukan dengan jilbab,sok


suci enggak taunya sugar baby,hahaha'',ejek Mulan dan kedua temannya pun ikut tertawa.


Santi yang geram mendekati Mulan,''Bukannya loe yang sugar baby,loe itu kan hanya anak seorang montir bengkel kecil di gang XX,dari mana loe bisa mendapatkan tas branded,dan baju bermerk serta jam mahal kalau bukan dari lelaki tua perut buncit penikmat tubuh loe itu'',ucap Santi santai membuat Mulan menelan salivanya dan melirik teman-temannya.


''Jangan ngarang ya,bokap gue itu pemilik sorum mobil,bukannya montir yang loe sebutkan tadi,jangan fitnah loe'',bentak Mulan menghilangkan rasa gugup.


''Dari mana Santi tau,''batin Mulan.


Santi tersenyum tipis,''Kalian kalau tidak percaya datang lah ke gang XX disana bertanyalah pada montir pria paruh baya tentang Sri Mulandari,''ucap Santi penekanan pada nama Mulan.


''Ayo girls,kita tinggalkan segerombolan cewek BPJS(Budget pas-pasan Jiwa Sosialita) ini'',ucap Santi dan diikuti Ruby,Maya dan Rara.


Mulan hanya memandang sinis Santi dkk.


Setelah menjauh,''San,kok loe manggil mereka cewek bpjs?,bukannya itu asuransi kesehatan ya?,mereka pengelolanya ya San?kita daftar yuk,''tanya Rara serta mengajak,membuat Ruby tersenyum Santi menghela nafas sedangkan Maya menepuk jidat Rara.


''Auuw,sakit May'',ucap Rara mengusap kening nya.


''Biar loe kembali normal,gue heran kenapa loe jadi lemot begini?,loe tadi waktu siang udah pinter lho Ra,nasehati Ruby,kenapa sekarang jadi beg*'',ucap Maya.

__ADS_1


''Iya-ya,mungkin karena laper May,makan yuk'',ucap Rara.


Tin.


Sebuah mobil hitam mengklakson.


''Siapa tuh?'',tanya Rara.


''Itu mobil suami gue'',ucap Ruby.


''Iih,gue penasaran sama laki loe,gue lihat boleh enggak Rub?'',tanya Rara.


''Asstagfirulloh,katanya laper yok ke kafe saja,Ruby gue bawa cecenguk ini dulu,hati-hati dijalan,ayok San'',ucap Maya menarik lengan Rara menjauh dari sana.


Tin.


''Rub,sebaiknya loe kasih tau tentang masalah tadi sama suami loe,loe lihat tadi kan bagaimana pemikiran orang lain tentang loe,apa lie sanggup setiap hari mendapat cemooh,apa itu tak mengganggu konsentrasi belajar loe,pikirkan baik-baik Rub,''ucap Santi kembali menasehati Ruby.


''Insha Allah nanti akan gue ceritain sama suami gue'',ucap Ruby.


Santi mengangguk,''Santi,cepetan'',teriak Rara.


''Hati-hati Rub'',ucap Santi.


''Loe juga,assalamualaikum'',ucap Ruby.


''Waalaikumsalam'',ucap Santi dan bervalik arah menyusul Maya dab Rara.


Ruby menuju mobil Sobri dan membuka pintu mobil.''Lama banget,lagi diskusi apa?'',tanya Sobri penasaran.


''Maaf kak,ada dech'',ucap Ruby,membuat Sobri segera melajukan mobilnya.


''Kak,kita langsung pulang ke Apartemen apa kerumah ibu?'',tanya Ruby.


''Apartemen'',jawab singkat Sobri.


''Kakak sudah makan?'',tanya Ruby sambil memanyunkan bibir.


''Sudah'',jawab singkat Sobri tanpa mlihat kearah Ruby.


''Kak,Ruby laper'',ucap Ruby.


''Makanlah''jawab Sobri tanpa menoleh.


''STOOOPP'',teriak Ruby.


Ciiittt.


Sobri mengerem mobilnya,Ruby membuka pintu mobil,Sobri yang paham bila sang istri akan turun,memegangi pergelangan Ruby.


''Jangan marah Rub,maaf kakak tadi fokus mengemudi,kakak tidak bermaksud cuek pada mu Rub,''ucap Sobri masih mencekal pergelangan tangan Ruby.


''Lepas dulu kak,sakit tangan Ruby'',ucap Ruby.

__ADS_1


''Tutup dulu pintunya,baru kakak lepas'',ucap Sobri.


''Ck,Ruby enggak marah kak,Ruby hanya mau beli batagor itu,''ucap Ruby menunjuk gerobak beruliskan BATAGOR.


__ADS_2