
Malam harinya.
Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga besar Keysha.Fikri dan Vilara yang memangku baby Alvian tersenyum ramah kepada para keluarga besar,begitu juga Jouhari dan Keysha serta Keke.
''Apa dulu kita juga mengadakan acara aqiqah seperti ini untuk Keke?'',tanya Jouhari,Keysha tersenyum sambil mengangguk.Sedangkan Sobri dan Ruby tengah berada diruang keluarga bersama keluarga Ruby.
Setelah acara syukuran dan memberi santunan untuk anak yatim,beberapa orang tak langsung pulang mereka masih berlama-lama sekedar menyambung silatuhrahmi berbagi cerita juga karena ingin menyambut anggota keluarga baru.
Ruby hanya diam dan menjawab sekenanya,entahlah walau dia menepis rasa iri namun rasa iri itu selalu muncul.
Bukan iri akan keromantisan Safira dan Furqon melainkan iri melihat mama Ratih begitu perhatian dengan Safira.
''Yang'',panggil Sobri membuyarkan lamunan Ruby.
''Eh,iya kak,ada apa?'',bisik Ruby.
''Aku cemburu'',bisik Sobri,Ruby mengerutkan dahi,''Cemburu?,dengan siapa?dan karena apa?'',tanya Ruby berbisik.
''Dengan pujangga jalanan itu'',bisik Sobri kesal dengan arah mata melirik Furqon membuat Ruby terkikik.
''Kenapa kamu tertawa?aku sungguh cemburu saat kamu menatap nya'',kesal Sobri.
''Kenapa harus cemburu,kami milik mu seutuhnya kak,''bisik Ruby menaruh tangan Sobri diatas perutnya kemudian mengelus pipi suaminya.
''Ehhemm,sepertinya dunia seakan milik mereka berdua Adi,kita ini dianggap ngontrak'',sindir ayah Imam yang sejak tadi memperhatikan pasutri muda Ruby dan Sobri.
''Hahaha,namanya anak muda Mam,seperti kita dulu'',sahut papa Adi,Sobri dan Ruby tersenyum malu sedangkan semua orang tertawa namun tidak dengan Safira dia hanya tersenyum sinis menatap Ruby.
''Ruby sayang,bisa ambilkan kue yang kita buat tadi'',ujar bu Siti,mama Ratih mengerutkan dahi menatap Ruby.
''Bisa bu,''ucap Ruby beranjak dari duduk.
''Fira mau bantu Ruby juga,takut dia tak bisa'',seloroh Safira mengikuti Ruby.
''Hati-hati nak'',ucap Mama Ratih.
''Sudah berapa bulan kandungan Safira jeng?'',tanya bu Siti.
''Memasuki dua bulan jeng,walaupun hamil Fira itu tetap energik jeng'',jelas mama Ratih membanggakan.
''Apa tak mengalami morning sickness jeng?'',tanya bu Siti.
''Hanya sekedarnya bu,karena Safira wanita yang cerdas jadi dia tau cara dan solusi mengatasi mual-mualnya jeng'',ucap mama Ratih.
''Aku berharap Ruby juga tidak mengalami mual yang parah'',ucap bu Siti.
''Memang nya Ruby sudah hamil jeng'',tanya Mama Ratih.
__ADS_1
''Maksud saya nanti jeng,kalau hamil'',ucap bu Siti meralat.
''Oh,tapi Ruby itu kan pemalas jeng,tak bisa membayangkan kalau dia hamil pasti menyusahkan'',cibir mama Ratih.
''Tidak akan jeng,Ruby itu rajin,kami selalu belanja bersama,masak bersama berkebun bersama hingga shoping pun bersama,''ucap bu Siti.
''Mungkin karena jeng mertuanya jadi dia sungkan,aslinya dia tuh pemalas,dan ceroboh banget,sungguh merepotkan'',ucap mama Ratih.
Bu Siti hanya senyum,''Nanti bila Ruby menyusahkan saya,saya tak keberatan kok jeng,saya malah senang sebab dia mengandung cucu saya,jadi dengan senang hati bila disusahkan menantu itu tandanya care kita nya'',ucap Bu Siti.
''Terserah jeng sajalah'',ucap mama Ratih mengalah.
Didapur.
Ruby tengah menurunkan toples kue kering dari lemari.''Kamu beruntung ya By,punya mertua yang sepertinya sayang dengan mu'',ucap Safira memperhatikan Ruby.
''Alhamdulilah kak,''ucap Ruby sambil menaruh toples dalam nampan.
''Tapi sayangnya kamu tak seberuntung diriku,yang mempunyai keluarga royal dan tidak pelit seperti keluarga suami mu'',cibir Safira.
''Maksud kakak?'',tanya Ruby tak mengerti.
''Yah ini,acara syukuran dicampur dengan resepsi digabung pula dengan acara keluarga,bukannya ini agar tak mengeluarkan biaya banyak kan?,''ucap Safira.
''Kakak jangan menilai dari apa yang kakak lihat dengan mata telanjang karena kakak tak tau apa yang sebenarnya terjadi'',tutur Ruby.
Ruby menghela nafas dan ingin melangkah pergi.
''Aku kasihan dengan suami mu yang mendapatkan mu'',ucap Safira membuat Ruby berhenti,Safira mendekati adik nya.
''Kasihan karena harus,mendapatkan putri buangan seperti mu,seharusnya lelaki hebat seperti Sobri itu..''belum selesai Safira berbicara,suara mengagetkan mereka berdua.
''Bersanding dengan mu'',ucap datar Sobri.
''T-tidak,hanya saja masih banyak wanita yang lebih dari adik ku ini'',ucap Safira.
''Tapi tak ada yang bisa menggantikan posisi Ruby dihati ku,termasuk dirimu'',ucap Sobri membuat Safira menggeram kesal.
''Ayo sayang kita tinggalkan wanita per..'',ucap Sobri belum selesai Ruby sudah menggeleng kecil,agar sang suami tak bicara yang tidak-tidak,Sobri merangkul Ruby menjauh dari kakak iparnya.
Safira menatap kesal pasutri itu berjalan cepat
PRAAAAAKKKK
Bahu Ruby disenggol keras oleh Safira sehingga toples berisi kue pecah berserakan.
Safira tersenyum sinis dan segera menuju keluarganya berkumpul.
__ADS_1
''Ruby mana nak?,dan tadi suara apa?'',tanya papa Adi.
''Oh itu tadi suara toples kue yang pecah dibanting Ruby pa karena dia kesal denganku,dia tak mau aku bantu untuk membawa toples nya,hingga dia menampik toples yang kubawa'',jelas Safira berbohong.
''Tidak mungkin menantu ku seperti itu Adi'',ucap ayah Imam.
''Jadi maksud besan putri sulung ku berbohong begitu'',ucap mama Ratih tak terima.
''Ma,hentikan'',tegur papa Adi
''Maaf kan istri ku Mam,dia begitu mencintai putri sulung kami sehingga dia tak sadar bila apa yang dilakukan putrinya itu salah atau benar'',ucap papa Adi menatap tajam mama Ratih,Mama Ratih mendengus kesal dan mendekap Safira.
''Maaf semuanya saya tinggal dulu'',ucap bu Siti segera kedalam ingin segera melihat menantunya,entah kenapa perasaan mengatakan bila sang menantu tidak baik-baik saja.
''Iya pak,maaf kan istri ku juga yang kurang didikan dari ku untuk menjadi wanita sholehah itu bagaimana'',ucap Furqon tak enak hati.
''Apaan sich mas'',ucap Safira tak terima.
Didapur para asisten rumah tangga tengah membereskan kue yang berserakan beserta beling sedangkan Sobri tengah mengobati kaki Ruby yang terkena serpihan beling toples.
''Sakit?'',tanya Sobri saat Ruby meringis.
''Perih'',ucap Ruby.
''Nak'',panggil bu Siti.''Ada apa ini?'',
''Ini tadi'',mulut Sobri sudah ditutup dengan telapak tangan oleh Ruby.
''Hanya luka kecil bu,tadi Ruby sedikit ceroboh membawa toples nya sehingga jatuh mengenai kaki Ruby'',ucap Ruby.
''Benarkah?'',tanya Bu Siti dan Ruby hanya tersenyum.
''Disaat saudaramu ingin membuat mu buruk dimata semua orang,dirimu malah menutupi kebenaran,sungguh hati mu secantik paras mu nak,''batin bu Siti.
''Bu,maaf kue nya jadi kotor'',sesal Ruby.
''Tak apa nak,nanti kita bisa buat lagi,''ucap bu Siti memeluk haru menantunya.
''Apa cucu ku baik-baik saja'',bisik bu Siti.
''Baik bu,hanya saja putra ibu yang tak baik,''balas bisik Ruby,kemudian mertua dan menantu bersamaan menatap Sobri.
''Apa?'',tanya Sobri heran membuat kedua wanita beda generasi tertawa bersama.
Didepan Rumah.
''Bila lelaki dan wanita berduaan yang ketiga setan'',ucap Fikri,berdiri tepat dibelakang Imran dan Naima mereka berdua menoleh kesumber suara,''Berarti abang dong setannya'',ceplos Imran.
__ADS_1