Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
50


__ADS_3

Hari ini Keysha sedang bernegosiasi dengan Dokter dari luar negeri.''Saya dan tim akan kesana asalkan setelah penangan pasien selesai,Dokter Key bersedia bekerja sama dengan tim kami'',ucap Dokter.


''Baik Dokter,saya tunggu juga kedatangan Dokter ke negara saya'',ucap Keysha kemudian mengakhiri panggilan.


Keysha menghela nafas,''Kebahagiaan ku melihat orang yang ku sayang juga bahagia'',gumam Key menguatkan hati.


''Ada seorang putri yang butuh ayah nya,ada seorang ibu yang butuh sosok putra nya,bila kita berjodoh Allah akan memudahkan namun bila kita ternyata tak berjodoh Allah punya sesuatu yang lebih istimewa kelak untuk kebaikan kita'',batin Keysha menatap kaca dimana Jouhari terbaring.


''Assalamualaikum,nak'',ucap paman Imam membuat Keysha menoleh kesumber suara.


''Waalaikumsalam paman'',jawab Keysha sambil mencium punggung tangan paman Imam.


''Mbak Key,ini baju ganti dari ibu'',ucap Fikri menyerahkan paperbag.


''Terimakasih'',ucap Key menerima paperbag.


''Bagaimana kondisi Jou nak?'',tanya paman Imam.


''Masih belum sadar paman,namun Key sudah menghubungi Dokter ahli bedah dari Turki untuk menangani Jou'',ucap Key sambil tersenyum dan paman Imam mengangguk.


''Untuk masalah hak asuh,mbak Key tenang saja biar Fikri dan Sobri yang menangani'',ucap Fikri membuat Key tersenyum dan mengangguk.


''Terimakasih Fikri,oh iya bukannya baby Al besok sudah boleh dibawa pulang ya?'',ucap Key.


''Iya mbak,mbak akan ikut menjemputkan?'',pinta Fikri.


''InshaAllah,kalau tidak bisa kesana mbak menyambut baby Al dirumah kamu saja'',ujar Keysha,paman Imam memandang wajah Keysha yang begitu tegar dan tenang,mungkin bila ini terjadi pada putrinya sudah dipastikan tak akan kering airmata nya.


''Begitu juga tidak apa mbak,karena rencana nya Vilara juga mau buat acara kumpul keluarga untuk menyambut baby Al,mumpung istrinya Sobri juga datang'',tutur Fikri.


Keysha hanya tersenyum dan mengangguk,''Apa mereka sudah sampai?'',tanya Key.


''Sudah nak,karena Gondrong tadi pergi menuju bandara,biarkan kami yang menjaga Jou kamu segeralah bebersih'',ucap paman Imam.


''Iya,Key tinggal dulu paman'',ucap Key.


Fikri menatap Keysha,''Kau sungguh wanita tangguh mbak,mungkin bila ini terjadi pada wanita lain mereka tak akan bisa tersenyum seperti mu,yang ada mungkin hanya airmata'',batin Fikri kagum dengan sosok mbak nya,sosok panutan dikeluarganya.


''Nak hubungi Sobri,jangan langsung ke rumah sakit,suruh dia kerumah mu dulu,''ucap paman Imam sebelum duduk dibangku tunggu.


''Baik paman'',ucap Fikri segera mengirim pesan kepada Sobri.


Didalam Mobil Sobri tengah menenangkan Ruby,''Kak,kata Maya beneran itu mobil Santi namun pengemudinya tidak ada,Santinya tidak ada'',ucap Ruby gelisah khawatir dan takut.


''Kita berdoa saja yang terbaik ya,mungkin sahabat mu itu sudah dibawa kerumah sakit terdekat dan saat teman teman mu kesana tidak bertemu dengan korbannya'',ucap Sobri dan Ruby nampak berpikir.

__ADS_1


''Bisa seperti itu ya kak?'',tanya Ruby memandang Sobri.


Saat Sobri hendak menjawab sang asisten plus bodygruad plus sopir plus intel plus plus dah pokok nya yang menjawab.


''Bisa non,nanti tunggu abang Gondrong kesana dulu dan akan abang ceritakan secara detail kronologi kejadiannya'',ucap Gondrong membuat Sobri bingung menatap Ruby yang berkedip-kedip matanya mungkin dia juga bingung serta Gondrong yang tersenyum aneh dari kaca spion secara reflek Sobri menendang bangku depan.


Bruuk.


''Hei,ini istri ku,kalau mau cari perhatian noh sana cari istri sendiri'',teriak Sobri kesal.


''Hehehe,maaf bos efek terlalu banyak pekerjaan dan tak punya pasangan'',ucap Gondrong tanpa dosa.


''Ck,bukan urusan ku'',ucap Sobri ketus kemudian merangkul pundak Ruby,saat Sobri hendak mencium pipi Ruby ditahan oleh Ruby.


''Jangan seperti ini,malu kak'',bisik Ruby kepada Sobri.


''Dikit saja Rub'',ucap Sobri yang mulutnya sudah ditutup dengan tangan oleh Ruby dan Ruby menggeleng.


''Nanti dikamar saja bos,saya tadi hanya bercanda agar non dan bos tak memikirkan musibah dan masalah yang terjadi saat ini,sekarang sudah sampai,silahkan turun'',ujar Gondrong kembali seperti sediakala.


''Heem'',deheman Sobri segera turun dari mobil.


''Terimakasih bang'',ucap Ruby sebelum turun.


''Alhamdulilah sampai juga,ini rumah mbak Vii kak?'',tanya Ruby.


''Assalamualaikum'',ucap Sobri dan Ruby bersamaan.


''Waalaikumsalam'',ucap Bu Siti serta Vilara.


''MashaAllah,pengantin baru baru datang'',ucap Vii memeluk Ruby.


''Ayah mana bu?'',tanya Sobri setelah mencium punggung tangan ibunya dan bergantian dengan Ruby setelah melerai pelukan dari Vilara.


''Kerumah sakit menjenguk Jou bersama Fikri tadi'',ucap bu Siti.


''Kalau begitu Sobri kesana dulu'',ucap Sobri.


''Istirahat dulu Sob,kasian Ruby pasti lelah'',ucap Vilara membuat Sobri menatap istrinya yang hanya tersenyum.


''Enggak kok mbak,kakak mau kesana Ruby ikut Ruby juga ingin bertemu mbak Key'',ucap Ruby.


''Istirahat dulu nak,nanti atau besok kan juga bisa kesana'',ucap bu Siti.


''Ayo Rub,kita ke kamar dulu'',ajak Vilara memegang tangan Ruby dan menuntun ke kamar yang sudah disiapkan.

__ADS_1


''Ibu Khodijah mana bu?'',tanya Sobri setelah mendaratkan bokongnya ke sofa.


''Sedang mendiskusikan tentang hak asuh abak nya Jou dirumah bundanya Fikri'',ucap Bu Siti.


''Kalau begitu Sobri menyusul bu Khodijah saja bu'',ucap Sobri segera berdiri.


''Nak,pamit dulu dengan istri mu'',


''Ibu saja yang bilang sama saja kan'',ucap Sobri segera melangkah pergi.


''Tapi nak'',


''Ibu saja'',teriak Sobri menjauh keluar rumah.


''Dasar bocah edan'',


Didalam kamar.


''Mbak Vii bagaimana kabarnya?,Ruby kangen banget'',ucap Ruby kembali memeluk Vilara.


''Alhamdulilah baik,''ucap Vii melerai pelukan.


''Rub,mbak boleh tanya sesuatu?'',


''Tanya apa mbak?'',


''Kata mbak Sanah,waktu itu bang Furqon akan mengkhitbah Ruby tapi kenapa jadi Sobri yang menikahi Ruby?'',


''Hehehe iya mbak,waktu itu sebenarnya Ruby hanya memanfaatkan bang Furqon agar Ruby tidak dijodohkan oleh papa,namun karena ada insiden bang Furqon dan kak Safira satu selimut jadi tetap saja Ruby yang dijodohkan,namun Ruby lega ternyata orang yang dijodohkan Ruby kak kantung semar,orang yang Ruby kenal'',jelas Ruby.


''Nakal'',ucap Vilara menyentil kening Ruby.


''Sakit mbak'',ucap Ruby memanyunkan bibirnya sambil mengusap kening.


''Sakit mana dengan malam pertama'',goda Vilara.


''Iih,apaan sich mbak'',ucap Ruby dengan wajah bersemu merah.


''Wah beneran sudah cetak gol nich'',goda Vilara membuat Ruby tambah merona.


''Apaan mbak nich,Eemm,baby Al kapan boleh pulang mbak?'',ucap Ruby mengalihkan pembicaraan.


''Inshaallah besok,mau lihat fotonya'',ucap Vilara membuka galeri ponselnya.


''Mau mbak'',ucap Ruby antusias agar Vilara tak kembali menggodanya.

__ADS_1


''Ganteng nya,imutnya,pipi nya gembul banget jadi pengen punya baby'',ucap Ruby.


''Gas poll nak buat nya,biar segera jadi agar baby Al punya teman nantinya'',ucap bu Siti maduk kamar dengan membawa nampan berisikan teh manis hangat serta cemilan.


__ADS_2