
Pagi hari.
Maya menunggu Rara,sambil berdecak berulang kali,''Katanya otw,tapi enggak datang-datang'',gerutu Maya pada ponselnya.
''Assalamualaikum May'',ucap Rara.
''Waalaikumsalam,kenapa lama banget sich Ra,kebiasaan ngaret mulu'',ucap Maya.
''Uluh,uluh,uluh,maaf May'',ucap Rara sambil memeluk bahu sahabatnya.
''Ya sudah ayo'',ajak Maya.
Saat keluar dari cafe,''Ini mobil siapa Ra?'',
''Mobilnya pak polisi ganteng'',
''Segera masuk,agar segera selesai pula tugas ku'',
''Kita kan bisa pergi berdua saja Ra'',
''Cepatlah kalian masuk,aku juga masih punya pekerjaan lain selain mengantar kalian'',
Maya hanya mendengus,setelah mobil yang mereka tumpangi melaju menuju tempat dimana Santi berada.
''Stop disini saja pak,kemarin saya melihat teman saya berada disini'',
''Disini tidak ada,karena informasi yang saya dapat teman mbak-mbak itu berada disebuah villa'',
''Pak,tapi saya kemarin melihat dengan mata kepala saya sendiri bila Santi berada disini'',
''Tapi menurut informasi,''
''Itu kan hanya informasi yang belum tentu benar,sedangkan saya,melihat dengan mata kepala saya pak'',
''Bagaimana kalau kita cek dulu disini,kalau tidak ada kita ketempat yang menurut pak pol teman kita berada'',ujar Rara menjadi penengah.
David kemudian berhenti,''Turunlah,aku akan tunggu disini'',
Maya dan Rara segera turun,''Polisi kok seperti itu'',
''Ciri-ciri warga tak patuh aturan ya seperti itu'',gerutu David melihat dua gadis yang berjalan menjauh menuju sebuah perumahan.
Selang beberapa menit,Rara dan Maya kembali ke mobil,''Bagaimana tidak ada kan?,makanya nurut sama aparat'',
Maya hanya mendengus tanpa menjawab,''Iya pak pol,kata penghuni perumahan disana tidak ada yang kenal dengan sahabat kami'',jelas Rara.
''Mau pulang atau mau lanjut menemui sahabat kalian menurut informasi yang aku dapat?'',tanya David,Rara memandang Maya yang diam dengan sedikit manyun.
''Lanjut'',ucap Rara,kemudian David segera melajukan kendaraannya.
''Keras kepala itu tak baik,keras hati apalagi,setidaknya dengarkan dulu pendapat orang lain,siapa tau mereka lebih mengetahui apa yang tidak kita ketahui'',ceramah David.
''Wah,pak pol ini sudah ganteng pandai,bijaksana pula'',puji Rara.
''Biasa saja'',cibir lirih Maya,David hanya tersenyum.
Santi tengah duduk termenung,sambil memegang ponsel,''Aku harus bisa'',gumam Santi hendak menghubungi seseorang,namun dia urungkan karena gps yang terhubung dengan ponselnya menandakan keberadaan dua orang yang akan dihubungi tengah mendekati kekediamannya.
''Mbok'',panggil Santi.
''Iya Non'',
''Bantu Santi untuk berganti baju mbok'',
''Emang non Santi mau kemana?'',
''Enggak kemana-mana,hanya saja akan ada tamu yang kesini jadi apa salah nya kalau aku menyambutnya'',
''Siapa non?'',
__ADS_1
''Sahabat-sahabat ku'',
''Tapi non,apa non sudah beritahu pak Adi bila akan ada yang kesini'',
''Tak perlu memberitahu paman mbok,mereka yang datang itu sahabat ku dan Ruby tak mungkin mereka berbuat jahat kepada ku'',
''Terserah non saja,mari mbok bantu'',
''Aku dengar Safira hamil ya mbok?'',
''Iya non,kemarin kata para Art dirumah besar,pak Adi sekeluarga berkunjung menemui non Ruby'',
''Ruby apa kabar ya'',
''Kita doa kan agar non Ruby baik-baik saja non,''
''Iya mbok,''
Sedangkan Ruby tengah disuapi oleh Sobri,''Makan yang banyak'',ucap Sobri.
''Ruby sudah kenyang kak'',
''Satu suap lagi'',ujar Sobri menyodorkan sendoknya,setelah itu sisa makanannya dihabiskan oleh Sobri.
''Itukan sisa makanan ku kak'',
''Memangnya kenapa?,toh ini sisa istri ku sendiri'',
''Terserah kakak'',
''Menginginkan sesuatu?'',tanya Sobri,Ruby seketika mengangguk.
''Apa?,katakan?'',
''Aku rindu kota X,rindu kampus,rindu sahabatku,rindu apartemen kita'',
''Bisakah hari ini kita pulang?'',tanya Ruby.
''Aku bisa sekarang juga mengabulkan keinginan mu,tapi kita juga harus memikirkan dia juga bukan'',ucap Sobri mengelus perut rata Ruby.
Ruby memegang perutnya,dan mengangguk perlahan.
''Aku tinggal sebentar,mau tanya mbak Key dulu'',ucap Sobri.
''Iya,tapi jangan lama-lama'',ucap Ruby.
''Iya'',ucap Sobri mengecup kening Ruby kemudian keluar kamar mencari Keysha.
Setelah Santi bersiap,bertepatan dengan bunyi bel rumah,''Mbok buka dulu ya non'',ucap mbok Surti
''Iya'',ucap Santi
Mbok segera membuka pintu''Maaf,cari siapa ya?'',tanya mbok Surti melihat dua gadis cantik berhijab dan seorang pemuda tampan berdiri didepan pintu.
''Maaf bu,kami disini mencari sahabat kami,namanya Santika,''ucap Rara.
''Apakah benar Santi berada disini?'',tanya Maya,
''Boleh saya lihat fotonya'',
''Ini'',
''Mbok,suruh mereka masuk'',suara Santi
Rara dan Maya saling pandang,''Santi'',ucap mereka lemudian menerobos masuk.
Seorang gadis duduk dikursi roda,''Masha Allah Santi,loe'',ucap Maya segera menghambur memeluk sahabatnya begitu pula dengan Rara.
''Maaf bu,Santi disini tinggal dengan ibu saja apa dengan yang lainnya?'',tanya David.
__ADS_1
''Anda?'',tanya mbok Surti.
''Saya seorang polisi'',ucap David menunjukan tanda pengenalnya.
''Hanya kami berdua pak polisi,silahkan masuk pak'',ucap mbok Surti
''Terimakasih'',balas David.
''Loe jahat San,''ucap Rara.
''Maaf'',cicit Santi.
''Kaki loe?'',tanya Maya
''Hanya retak'',ucap Santi santai.
Rara dan Maya berdecak bersamaan membuat Santi tersenyum.
''Gue sama Rara khawatir tau,bingung mau hubungi siapa,Ruby juga sama dia khawatir banget'',ucap Maya.
''Maaf'',ucap Santi.
''Maaf,maaf terus,gue kesel sama loe'',ucap Rara memeluk kembali Santi.
''Ngomong-ngomong ini Villa loe?'',tanya Rara melerai pelukan.
''Bukan,ini punya paman gue'',jawab Santi.
''Terus itu tadi nyokap loe?'',tanya Maya.
''Bukan,tapi sudah gue anggap ibu gue sendiri,nyokap gue sudah enggak ada'',tutur Santi.
''Maaf'',ucap Maya.
''Tak apa,kalian dengan siapa kesini?,kok tau aku ada disini?'',tanya Santi mengalihkan pembicaraan
''Kita lapor polisi,dan itu polisi yang menyelidiki hilang nya loe'',ucap Maya menunjuk David yang tengah meminum teh.
''Gantengkan San,pintar lagi,udah gitu gesit kerjanya,baru kemarin kita lapor sekarang kita sudah jumpa loe'',ucap Rara.
''Tapi nyebelin'',ucap Maya.
''Walaupun nyebelin namun tetap ganteng kan'',ucap Rara.
''Iya sich'',ucap Maya
''Sudah-sudah,ada yang ingin gue omongin sama kalian berdua,bisa bawa gue kekamar'',ucal Santi.
''Memang mau ngomongin apa?'',tanya Maya.
''Makanya bawa gue kekamar'',ucap Santi.
Rara dan Maya menurut,setelah berada dikamar .''Gue mau kalian jagain Ruby'',
''Dari sebelum loe kecelakaan,loe ngomong itu terus San'',ucap Maya heran.
''Sementara saja,setelah gue pulih gue sendiri yang akan jaga Ruby'',ucap Santi menunjukan sebuah foto lawas.
''Bukannya ini Adi Baskara,dan wanita yang disampingnya ini'',
''Dia mama ku'',
''Jadi kamu anak Adi Baskara juga'',ucap Rara
Plak.sebuah pukulan mendarat dilengan Rara.
''Bukanlah,nyokap gue itu bodyguard paman Adi,nyokap gue masih sepupuan sama pak Adi Baskara,namun nyokap gue jatuh cinta dengan suami dari adik iparnya paman Adi,mereka menikah lahirlah gue'',jelas Santi.
''Jadi secara tidak langsung loe dengan Ruby saudaraan'',ucap Maya dan Santi mengangguk.
__ADS_1
''Gue masih bingung San,bisa loe jelasin lagi enggak'',ucap Rara,membuat Santi dan Maya menghela nafas.
''