
Bu Siti merasa beruntung,Bu Siti kira Ruby gadis yang manja karena berasal dari keluarga pengusaha layaknya seperti Naima namun pemikirannya salah,ternyata menantu nya ini seorang wanita yang mandiri.
''Untung saja,Ruby adalah gadis yang diinginkan oleh mbak yu Khodijah,karena aku akui mbak Yu tak pernah salah untuk memilih mantu'',batin Bu Siti,lega hatinya.
''Setidaknya,putra ku bersama orang yang tepat'',batin bu Siti.
''Bu,kak Sobri suka makanan apa ya?'',tanya Ruby memecah keheningan dan rasa canggung karena bu Siti dari tadi hanya memperhatikan dirinya.
''Ehm,segala jenis makanan seafood dia suka,namun favorite nya itu perkedel kentang'',ujar bu Siti.
''Nanti ajari Ruby buat perkedel kentang nya ya bu'',pinta Ruby.
''Iya,nanti ibu ajari semua masakan yang ibu bisa,kalau Ruby makanan kesukaannya apa biar nanti kalau ibu ke apartemen atau Ruby menginap dirumah ibu,ibu bisa masakin'',ucap bu Siti semangat.
''Kalau Ruby apa saja suka bu,enggak ada makanan yang Ruby enggak suka'',ucap Ruby sambil tersenyum.
''Enggak ada alergi dengan olahan seafood kan?'',tanya bu Siti.
''Alhamdulilah tidak bu'',ucap Ruby.
''Bagaimana kalau kita sekarang belanja bahan masakan,terus kita masak berdua'',ucap bu Siti semangat.
''Boleh bu,kita mau masak apa?'',tanya Ruby antusias.
''Kita masak opor ayam,terus kentang balado ati ampela campur petai,perkedel kentang,tempe kriuk,sepertinya enak'',ucap bu Siti.
''Iya bu,jadi tak sabar untuk mencicipi,''ucap Ruby.
''Jangan hanya mencicipi tapi harus belajar masak juga'',ujar bu Siti.
''Hehehe,maksudnya tak sabar belajar juga bu'',ucap Ruby hari ini bahagia banget.
''Pak tolong mampir di swalayan terdekat ya'',ucap bu Siti pada sopirnya.
''Baik bu'',ucap pak Sopir.
Sedangkan Sobri yang tengah berada didalam pesawat hanya senyam senyum sendiri,tak sabar untuk mengasih kejutan sang istri.
Dia menyusun setiap kata romantis untuk istrinya,rencananya dia ingin mengendap-endap masuk kedalam kamar kemudian memeluk tubuh sang istri,mengecup setiap inci wajah istrinya dan membisikan kata cinta.
''Pasti Ruby akan menjadi wanita bahagia malam ini atau dia akan terharu dan memeluk ku atau bahkan mengijinkan ku untuk..akh jadi tak sabar'',batin Sobri dengan senyum penuh arti.
Hingga tak terasa pesawat yang dia tumpangi sudah mendarat,segera Sobri bergegas menuju apartemennya.Dengan langkah lebar memasuki lift menuju lantai dimana istrinya tengah menunggu.
Saat sudah didepan pintu apartemen memasukan kode,Sobri melangkah menuju kamarnya dengan hati yang berdebar.
__ADS_1
Ceklek.
Kosong
Sobri menyalakan lampu memeriksa lemari pakaian,''Asstagfirullohalazim,kenapa pakaian istri ku tidak ada'',ucap Sobri panik dan segera keluar kamar,Sobri berhenti saat dirak sepatu terdapat beberapa sepatu dan sandal Ruby.
Sobri menghela nafas dan menuju kamar satunya,dia putar knok secara perlahan,aroma parfum Ruby tercium,Sobri tersenyum'',Dasar gadis bar-bar bikin spot jantung saja tapi kenapa gelap'',gumam Sobri melangkah masuk,dan menyalakan lampu.
Deg.
''Kosong juga'',gumam Sobri kemudian merogoh ponsel,berniat menghubungi Ruby.
''Asstagfirulloh'',ucap Sobri saat mengaktifkan ponsel ada puluhan panggilan,namun hanya satu panggilan tak terjawab dari Ruby yang terlihat.
Sobri mencoba menghubungi namun panggilannya tak terjawab hanya suara operator.
''Ya Allah,kamu kemana Rub'',gumam Sobri khawatir.
''Apa aku tanya bu Khodijah saja'',gumam Sobri.
''Tapi takut,pasti aku yang kena marah'',ucap Sobri.
''Coba aku hubungi ibu untuk bantu cari'',ucap Sobri dan menghubungi bu Siti.
''Tak aktif juga'',ucap Sobri,
''Saya tak tau pak karena sudah oper shif'',ucap penjaga keamanan.
''Jangan panik Sobri,berpikir Sobri,ayo pikir'',ucap Sobri sambil mondar-mandir.
Setelah sejenak berpikir Sobri segera melangkah menuju kamarnya mengecek CCTV,Sobri memperhatikan ada seorang kurir,setelah itu ada seorang ibu paruh baya yang tak lain ibu Siti.
Terlihat bu Siti menangis dan Ruby memeluk ibu nya.Kemudian entah apa yang dibicarakan lalu kedua wanita beda generasi itu pergi dari apartemen.
Sobri bernapas lega ternyata sang istri pergi dengan ibu nya,Bu Siti.Sobri melihat panggilan tak terjawab Ruby tak beda jauh dengan saat Ruby keluar apartemen.
''Haaahh,mungkin Ruby mau minta izin,namun ponsel ku tak aktif'',hembusan perlahan napas Sobri,
Kemudian tertawa mentertawakan kekonyolannya.
Sobri melihat jam tangannya,sudah menunjukan dua pagi.
''Aku akan menemui mu istri ku'',gumam Sobri segera meninggalkan apartemen, lelah badan sudah tak dirasakan,yang ada di otak nya sekarang hanya Ruby,Ruby dan Ruby.
Menjelang subuh Sobri sampai dikediaman orang tuanya.
__ADS_1
''Den bos pulang?'',tanya pak satpam.
''Iya pak,tolong buka gerbangnya'',ucap Sobri.
''Baik den'',ucap pak satpam dan segera membuka gerbang.
Setelah memarkir mobil,Sobri bergegas masuk kedalam rumah,untung saja dia mempunyai kunci cadangan rumah orang tua nya.
Sobri mengendap-endap melangkah menuju kamarnya,karena Sobri yakin pasti istrinya berada dikamarnya,namun belum sempat membuka pintu.
Bugh,bugh,bugh
Auuwh aauuwh aauuww
Bugh bugh bugh
''MALING,MALING'',teriak Ruby,teriakan Ruby membuat geger penghuni rumah,para pembantu,ayah Imam dan bu Siti keluar dari kamar.
''Nak Ruby,jangan dekat-dekat'',teriak bu Siti.
''Dasar maling rasakan ini'',ujar Ruby saat malingnya sudah tak berdaya dan tersungkur di remangnya pencahayaan.
''Ayah hidupkan lampunya,takutnya ada komplotannya'',ujar bu Siti
''Baik bu,''ucap pak Imam sigap dan menyalakan lampu.
Nampak terlihat sang menantu dengan teflon masih di genggamannya serta sang maling yang sudah tersungkur.
''Ya Allah nak sini,kamu enggak apa-apa?'',ucap bu Siti menarik Ruby dan memeluknya,begitu juga ayah Imam.
''Nak Ruby tidak ada yang terluka?'',tanya ayah Imam khawatir,Ruby menggeleng.
''Alhamdulilah'',ucap ayah Imam dan bu Siti bersamaan.
''Bi nah segera hubungi polisi'',ucap atah Imam.
''Baik pak'',ucap bi Nah,namun sebelum menghubungi suara maling terdengar.
''Aduh,wajah ku,pinggang ku,kepala ku,sakit,siapa sich yang memukul ku'',gerutu Sobri dan perlahan duduk.
''SOBRI'',teriak kaget bu Siti dan Ayah Imam bersamaan saat pria yang dikira maling adalah putra nya sedang Ruby melebarkan matanya karena kaget juga takut segera menyembunyikan teflon dibalik tubuhnya.
''Hemmm,siapa yang memukul ku'',tanya Sobri ketus,sambil mengusap bagian tubuh yang terkena pukulan dan menatap semua orang yang ada diruangan itu.
Orang tuanya tidak mungkin,pembantunya bisa jadi namun tersangka utamanya adalah anggota baru dirumah orang tuanya.
__ADS_1
''K-kakak kenapa bisa kemari?'',tanya Ruby gugup.
''Gadis bar-bar,jangan bilang kalau kamu yang memukulku?'',ucap Sobri menatap tajam Ruby membuat Ruby menelan salivanya.