
Setelah acara resepsi dikediaman Adi Baskara pihak keluarga Furqon Sabil memboyong Safira ke kotanya,dengan persetujuan yang alot sebab mama Ratih seperti tak rela berjauhan dengan putri sulungnya.
"Safira disana tidak lama ma,Furqon memboyongnya agar Safira bisa lebih dekat dengan keluarga Furqon",ucap Papa Adi.
"Iya ma,nanti Fira akan sering hubungi mama dech",bujuk Safira.
Walaupun berat hati namun mama Ratih akhirnya menyetujuinya.
Malam hari
Jouhari,ibu Halimah dan Keke sudah berada dikediaman Fikri karena bu Khodijah dan Keysha hanya tinggal diapartemen,untuk menyambut tamu yang berkepentingan sepertinya tidak leluasa bila bertemu diapartemen,
''Assalamualaikum'',ucap Bu Halimah dan diikuti Jouhari serta Keke.
''Waalaikumsalam'',jawab bu Khodijah serta bu Sani dan pak Iswan orang tua Vilara menyambut tamu.
''Masuk jeng'',ucap Bu Khodijah mempersilahkan masuk keluarga Jouhari.
Setelah tamu duduk,bu Khodijah menyuruh Keysha menghantarkan minuman serta kue.
Jouhari yang melihat Keysha dengan balutan gamis peach terlihat begitu cantik.
''Jangan terlalu dipandang nanti bisa luntur'',goda bu Khodijah membuat Jouhari menunduk malu,dan yang ada disana semua tertawa.
Keysha segera duduk disamping bu Khodijah.
''Untuk keluarga Bu Khodijah terimakasih telah menerima silaturahmi ini dengan baik,namun kami kesini dengan maksud bila putra saya ini ingin mengkhitbah putri bu Khodijah'',ujar bu Halimah mengutarakan maksud kedatangannya.
''Alhamdulilah,kami orang tua disini hanya bisa merestui namun yang menjalani tetap puteri kami jadi kiranya nak Jou atau bu Halimah sendiri yang bertanya kepada putri kami'',ujar bu Khodijah memandang Keysha sertabmenggenggam jari jemari putrinya.
''Keysha Budiarto,saya Jouhari ingin mengkhitbah dirimu dengan statusku duda beranak satu,kamu terima atau tidak?'',tanya Jouhari seperti tak sabar.
Fikri dan Sobri yang mendengar cara mengkhitbah Jouhari hanya menahan tawa,dengan tertunduk dan merapatkan bibirnya.
''InshaAllah aku terima'',ucap Keysha dan menundukan kepalanya.
''Alhamdulilah'',ucap semua orang yang ada diruangan itu.
''Bang kalau aku besok bila mengkhitbah dengan cara yang keren dan romantis tak seperti ini,kaku'',bisik Sobri kepada Fikri.
''Abang tunggu,kira-kira kapan?'',tanya Fikri pelan.
''Tunggu ayah dan ibu pulang'',bisik Sobri.
Seminggu berlalu Furqon sudah mulai menjalani aktifitas seperti biasa,bedanya tidir ada yang nemenin,makan ada yang masakin,baju juga sudah ada yang nyiapin.
Bagi Furqon terntata Safira tak seburuk yang ada dibenaknya,hanya saja istrinya itu belum mau memakai hijab.
"Fira,aku berangkat dulu",ucap Furqon berharap istrinya mengantar dia di depan pintu.
"Iya kak,hati-hati",ucap Safira tanpa menoleh atau menyalami Furqon karena dia sedang sibuk dengan laptopnya.
Furqon menghela nafas.
"Pelan-pelan Furqon,ingat tulang rusuk itu mudah patah bila dipaksa tapi bila dibiarkan akan semakin bengkok",batin Furqon.
Saat perjalanan Furqon seperti melihat gadis tengah uring-uringan,namun tak ada siapa-siapa hanya dia dan sepeda motornya.
''Dasar motor tak ada akhlak,udah disayang malah mogok sembarangan'',omel Ruby kemudian menghubungi seseorang lewat ponsel.
__ADS_1
Furqon tersenyum geli melihat kejadian itu.
"Ruby,Ruby",gumam Furqon dan segera melajukan motornya kearah Ruby.
"Rub",panggil Furqon.
"Eh,bang Furqon",ucap Ruby canggung.
"Kenapa motornya?,habis bahan bakar apa mogok lagi?",tanya Furqon.
"Ngambek bang,dari tadi enggak mau jalan",tutur Ruby.
Furqon segera turun dari motor.
"Abang mau ngapain?,enggak usah bang nanti abang telat ngajar loh,Ruby juga sudah hubungi teman Ruby kok",ucap Ruby sungkan dengan Furqon yang notaben nya kakak ipar.
Furqon mendekat Ruby dan mengusap pucuk kepala Ruby."Kamu ini kenapa Rub,aku mau bantu adik ipar ku yang lagi kesusahan,emang ada yang salah?",tanya Furqon.
"Salah bang",ucap Ruby,Furqon hanya mengernyitkan dahi.
"Aku enggak mau jadi masalah diantara abang dengan kak Fira,ingat pesan papa",ucap Ruby.
"Ya sudah,abang tungguin kamu saja sampai teman mu datang atau mau barengan dengan abang ke kampusnya",ucap Furqon.
"Enggak usah bang,abang berangkat saja ,bentaran juga teman Ruby datang kok",ucap Ruby menolak ajakan Furqon.
Furqon menghela nafas.
Tin.
Mobil Santi mengklakson,"Ruby duluan bang",ucap Ruby tersenyum kearah Furqon saat melewati Furqon mencekal tangan Ruby.
''Maaf,Ruby masih marah sama abang?'',tanya Furqon.
''Kenapa harus marah,Ruby sudah ikhlas bang,Ruby berharap abang tuntun kak Fira agar lebih baik lagi,Assalamualaikum'',ucap Ruby dan masuk kedalam mobil Santi.
''Waalaikumsalam'',ucap Furqon.
Didalam mobil Santi.
''Loe enggak apa-apa Rub?'',tanya Santi.
Ruby menggeleng,dalam perjalanan Ruby hanya diam.
''Loe masih ada rasa sama bang Furqon?'',tanya Santi,Ruby mengerutkan dahi.
''Enggak San,''jawab Ruby.
''Tapi kok bengong?'',ucap Santi.
''Gue hanya laper San,tadi sarapan gue habis buat ngomelin itu motor,mana cuma sarapan roti sama teh'',ucap Ruby dan Santi menepuk jidatnya sendiri.
''Hubungi Rara sama Maya kita ketemu di cafe depan kampus saja'',ucap Santi.
''Ok'',ucap Ruby dan mengirim pesan kepada dua sahabatnya.
Sesampainya dicafe Ruby dan Santi segera menghampiri Maya dan Rara.
''Itu udah gue pesenin'',ujar Maya menunjuk pesanan Ruby tadi satu mangkok mie ayam pedas level emaknya setan,satu porsi roti bakar dan satu gelas besar teh manis.
__ADS_1
''Makasih'',ucap Ruby segera duduk dan memakan makanan yang dipesan.
''Rub,tadi ada yang cari loe'',ucap Maya saat Ruby menikmati makanannya.
''Siapa?'',tanya Ruby setelah menelan makanannya.
''Makan dulu saja Rub,biar ada tenaga buat ngomel-ngomel'',ucap Rara.
Santi hanya menggeleng,kemudian ada notifikasi pesan masuk diponselnya,tak berselang lama panggilan masuk.
''Gue angkat panggilan dulu'',ujar Santi dan meninggalkan para sahabatnya.
(……………………)
''Baik bos,laksanakan'',ucap Santi dan tersenyum misterius.
Setelah bersantap Ruby dan tiga sahabatnya menuju ke kampus,.
''Ra tadi siapa yang cari gue?'',tanya Ruby.
''Si Rizal,playboy kampus yang sok cool'',ucap Rara.
Ruby hanya ber''O'',
''Jangan kamu ladeni Rub,kalau bisa jauhin'',ucap Santi.
''Tapi ganteng loh anak nya'',ucap Maya,dan mendapat tatapan yang mengerikan dari ketiga sahabatnya.
''Hehehe,fokus belajar dulu baru pacaran,pisss'',ucap Maya yang merasa tatapan horor.
Sedangkan di perusahasn Adi Baskara,mama Ratih tengah mendapat kiriman sebuah foto Ruby dan menantunya yang terlihat romantis,dari Ruby yang memandang Furqon,Furqon yang mengusap pucuk kepala Ruby hingga Furqon yang tengah memegang pergelangan Ruby seperti membujuk.
''Kurang ajar,mereka bermain api dibelakang Safira'',geram Mama Ratih.
''Ini tak bisa dibiarkan,aku harus bisa menjauhkan Ruby dengan Furqon,Ruby tak bisa menghancurkan kebahagian Safira begitu saja,sudah cukup Safira terbebani dengan tanggung jawabnya ini saat nya Safira bahagia'',gumam Mama Ratih.
''Tapi apa kiranya yang bisa aku lakukan'',gumam Mama Ratih nampak berpikir dan menemukan sebuah ide.
Mama Ratih segera menemui papa Adi.
''Pa,ada yang ingin mama katakan'',ucap mama Ratih saat memasuki ruang kerja suaminya.
''Katakan saja ma'',ucap papa Adi masih fokus denga berkas ditangannya.
''Mama mau ke kota X'',ucap mama Ratih,papa Adi menatap mama Ratih.
''Mama kangen dengan Safira pa'',ujar mama Ratih yang tau maksud tatapan suaminya.
Adi hanya menghela nafas.
''Kalau kesana temui Ruby juga ma,Ruby juga putri kita'',ujar papa Adi.
''Iya,papa mengizinkan mama kesana kan?'',tanya mana Ratih dengan nada malas saat mendengar nama Ruby.
''Iya,tapi jangan lupa temui Ruby juga'',ucap papa Adi mengingatkan.
''Heemm'',Mama Ratih dan pergi dari ruangan suaminya.
''Semoga kamu tak menyesal dikemudian hari ma'',batin Adi baskara menatap istrinya hingga menghilang dibalik pintu.
__ADS_1