Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Tidak ada alasan untuk menolaknya


__ADS_3

"Kenapa bisa?" tanya Jay lagi penasaran


"Yah bisalah," jawab Indra. Mereka pun bergegas ke ruang kerja Indra.


Jam sudah menunjukkan jam makan siang, namun Amel tidak menyadarinya karena dia sangat serius bekerja sampai ia lupa waktu untuk itu. Saat Indra keluar untuk makan siang, ia melihat Amel di meja kerjanya yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Ternyata kamu belum berubah, suka lupa waktu kalau bekerja," ucap Indra dalam hatinya. Dia pun meminta Eric untuk membelikan makanan untuknya.


"Eric kamu belikan makanan untuk dia!" sambil menunjuk Amel dari kejauhan.


"Baik, Pak," jawab Eric dan bergegas pergi untuk membeli apa yang diperintahkan oleh bosnya. Dia sedikit bingung dengan bosnya karena dia belum pernah melihat bosnya itu perhatian dengan karyawannya.


"Ahhh sudahlah, kenapa juga aku harus memikirkan hal yang tidak penting," ucap Eric.


Saat dia telah membeli makanannya dia langsung memberikan untuk Amel


"Ini makanan untuk kamu," ucap Eric kepada Amel dan meletakan di atas meja


"Ini untuk saya?" Tanya Amel yang merasa aneh


"Iya ini dari bos," jawab Eric sambil berjalan meninggalkan meja Amel


"Kenapa sih kamu masih perhatian begini sama aku?" gumamnya sedih dalam hatinya.


"Kalau kamu terus perhatian begini, bagaimana aku bisa benci kamu. Hikss hikss" lirih Amel. Namun dia tiba-tiba sadar dari kesedihannya


"Tidak! akutidak boleh mengingatnya. Aku juga tidak mau makan makanan darinya," ucap Amel namun kata-katanya barusan itu tidak sesuai dengan ucapannya, Dia tidak bisa membiarkan makanan seenak ini apalagi dia juga sudah lapar, tanpa pikir panjang diapun memakannya.

__ADS_1


*****


"Hallo," suara dari seberang sana


Hendra sedang menelfon dengan sahabatnya waktu dia masih duduk di bangku SMA


"Iya halo,"


"Kenapa?"


"Oke, Aku akan kesana segera dengan istriku," ucap Hendra saat menelfon dengan temannya itu


"Ada apa, Yah?" Tanya Istrinya yang ada disampingnya.


"Mama siap-siap kita ke Bandung sekarang," ucap Hendra


"Sudah mama ikut saja, nanti aku akan jelaskan" jawab Hendra.


Mereka pun bersiap-siap dan berangkat ke Bandung. Mereka menuju kerumah teman Hendra yang ada di Bandung. Saat mereka sampai ada sepasang suami istri yang sudah menyambut mereka dengan hangat.


"Silahkan masuk, Pak," kata istri temannya itu. Dan mereka pun masuk bersamaan ke dalam rumah.


"Silahkan duduk Pak Bu, aku ke belakang dulu sebentar," katanya lagi dan pergi meninggalkan tempat itu


"Kamu kenapa? wajah kamu pucat sekali," tanya Hendra.


"Sebenarnya ada yang mau aku bicarakan sama kamu, aku harap kamu tidak keberatan," jelasnya

__ADS_1


"Iya apa coba ceritakan?" tanya Hendra,


belum sempat cerita air matanya sudah duluan jatuh.


"Jadi begini, sebenarnya aku sedang sakit. Aku terkena kanker paru-paru dan dokter bilang kemungkinan aku untuk sembuh sangat sedikit," jelasnya lagi


"Astaga Imron, kenapa baru kamu bilang. Kan aku bisa membantu kamu berobat," kata Hendra kepada Imron, dia sangat prihatin dan sedih dengan keadaan sahabatnya itu. Imron dan Hendra adalah sahabat waktu mereka masih duduk di bangku SMA hingga sekarang ini.


"Tidak usah, lagian dokter juga sudah tidak yakin, kalau kamu tidak keberatan aku punya permintaan sama kamu," kata Imron lagi


" Iya apa, katakan! pasti aku akan mengabulkannya," jawab Hendra dengan kepala mengangguk


"Jadi aku mau anak kamu dijodohkan dengan anakku," kata Imron memohon.


Saat mendengar permintaan Imron itu, Hendra dan Irna kaget mendengarnya


"Begini, aku akan bicarakan dulu sama istriku," jawab Hendra. Setelah mereka berunding akhirnya mereka sudah memiliki jawabannya


"Setelah aku bicarakan dengan istriku, tidak ada alasan aku mau menolak perjodohan ini," kata Hendra sambil memegang tangan Imron.


"Jadi kamu menerimanya?" tanya Imron sangat bahagia


"Iya," jawab Hendra sambil tersenyum


dan Imron pun langsung memeluk sahabatnya itu, dia sangat berterima kasih karena sudah mau menerima putrinya itu. Saat mereka sedang berpelukan tiba-tiba


"Praaakkkkk"....

__ADS_1


__ADS_2