Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Usaha untuk Kabur


__ADS_3

"Berdoalah! Karena besok pagi adalah hari terakhirmu di duni ini," ucap Nadia sebelum keluar dari ambang pintu.


Keluarnya Nadia dari ruangan itu, Amel berusaha mencari celah untuk kabur. Jika ia ingin kabur hanya dua jalan, lewat fentilasi udara atau lewat pintu. Tapi, lewat pintu mustahil untuk dilewati karena ada yang menjaga di sana.


Akan tetapi, lewat fentilasi udara juga sangat mustahil lantaran dia sudah sangat lemah, dia tidak bisa memanjat. Meskipun begitu, ia tetap berusaha untuk kabur dari tempat itu. Ia menahan sakitnya dengan peluh, "Aku harus keluar dari tempat ini sebelum matahari terbit," ucap Amel dengan masih berusaha untuk menjangkau fentilasi udara itu. Tapi tidak bisa, karena dia benar-benar kesakitan untuk berdiri saja ia harus mengumpulkan semua kekuatannya.


Tapi semuanya hanya sia-sia,  belum sempat ia menjangkau fentilasi udara itu, ada penjaga yang masuk.


"Woii, kamu mau kabur?" teriak salah satu penjaga itu saat melihat Amel yang berusaha menjangkau fentilasi, dengan cepat ia menuju ke arah Amel, "dasar ... cewek tidak bisa diuntung," hardik penjaga itu dengan mendorong Amel ke lantai sampai kepalanya juga terbentur.

__ADS_1


Amel tidak bisa tahan lagi karena kesakitan  hingga akhirnya ia pingsan tidak berdaya, penjaga itu ketakutan "Bagaimana ini?" ucap penjaga itu pada temannya yang barusan masuk, "Jangan khawatir! Dia hanya pingsan. Sebentar lagi dia juga akan sadar, sudahlah" ucap temannya itu, " jangan lupa ikat dia," ucapnya lagi lalu keluar dan diangguki oleh penjaga itu lalu ikut keluar.


Dan benar saja, baru lima menit Amel sudah sadar dari pingsannya, "Awww," pekik Amel menyentuh kepalanya yang terasa sakit ditambah bekas tusukan pisau di tangannya yang sudah bernyut-nyut. Ia meratapi nasibnya yang tidak lama lagi akan pergi untuk selamanya.


"Ya Allah ampuni semua dosa-dosa hamba selama hidup di dunia ini,  jika ini jalan hamba untuk menghadap kepada-Mu, maka hamba ikhlas ya Allah," lontar Amel dalam doanya.


****


"Kamu serius?" tanya Alya pada Anggita yang saat ini sedang bersamanya menemani Irna di rumah sakit, "iya," jawab Anggita.

__ADS_1


Setelah perpisahannya dengan Indra di tengah jalan tadi, Anggita memilih untuk menjenguk bunda Indra di rumah sakit sekalian menemani Alya.


"Bagaimana? Apa ada kabar tentang Amel?" tanya Alya saat melihat Anggita masuk dalam ruang rawat bundanya, "belum, tapi aku dengar tadi dari pembicaraan Jay di telphone ada pengkhianat di sekitar kalian," jelas Anggita dengan berbisik agar tidak terdengar oleh bunda Indra.


"Pengkhianat bagaimana maksud kamu?" tanya Alya, "ternyata selama ini ada yang menjadi mata-mata di rumah Indra," jelas Anggita.


Mendengar penjelasan Anggita, Alya jadi geram karena mereka ingin melukai sahabatnya.


"Oh iya, aku minta maaf sama kamu, karena sudah menuduh yang tidak-tidak," ujar Alya dengan menyodorkan tangannya untuk meminta maaf, "iya tidak apa-apa kok, aku paham kenapa kalian semua sempat negatif thinking sama aku. Tapi aku benar- benar tulus ingin berteman sama Amel, aku menyesal dan aku ingin memperbaiki semua kesalahanku," jelas Anggita dengan serius, "iya aku percaya," ucap Alya lagi dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2