Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Penyelamatan Amel


__ADS_3

Mendengar suara kegaduhan dari luar, Nadia mencoba melihat dari jendela kamarnya terdapat rombongan yang memakai seragam hitam yang berusaha mendarat, dan di dalamnya ada salah satu orang yang ia lihat mirip Indra, "Shitt ... sial," gerutu Nadia, dia mengetahui mereka merupakan anak buah dari Indra. Nadia segera bergegas menuju ke ruang penyekapan Amel.


"Ayo cepat berdiri! Kita harus keluar dari sini" ucap Nadia dan buru-buru menarik Amel, "kita mau kemana?" ucap Amel lemas, "jangan banyak tanya, ikut saya," ucap Nadia lagi lalu membawa Amel keluar dari ruang itu lewat pintu rahasia.


Anak buah Indra berusaha melawan semua penjahat yang kekuatannya tidak seberapa dengan mereka, tanpa menunggu lama mereka akhirnya tumbang.


Indra mencoba masuk untuk mencari istrinya , hampir setiap penjuru ruangan rumah itu ia kelilingi, akan tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Amel. Di ruangan terakhir ia masuki, ia melihat ada bekas darah yang masih segar, melihat benda cair berwarna merah itu, seketika wajahnya memerah, gerahamnya mengeras, dan giginya menggerutu akibat amarah.

__ADS_1


"Argh, jangan harap kalian bisa selamat!" teriak Indra lalu keluar dari ruangan itu untuk mencari istrinya, di tengah pencariannya ia melihat darah lagi, ia memegang lalu mencium untuk memastikannya. Setelah yakin itu benar-benar darah, ia lalu mengikuti arah darah itu hingga akhirnya menemukan sebuah pintu di bawah tanah menuju keluar.


Di tengah hutan nan gelap guling, ia mencari Amel dan Nadia menyusuri setiap sudut hutan itu, dari kejauhan terdengar sayup-sayup suara, ia yakin itu suara mereka, akhirnya ia mencoba untuk lebih dekat lagi.


"Kamu jangan harap bisa selamat dari sini," ucap Nadia yang masih menyeret paksa tangan Amel menjauh dari rumah itu agar tidak ada yang bisa menemukannya, Amel bersusah payah menahan luka tusuk di tangannya yang semakin sakit, "kau mau bawa aku kemana?" ucap Amel meringis kesakitan, "bawa kamu ke neraka," jawab Nadia.


"Sekarang kita sudah sampai, aku akan melenyapkan nyawamu di sini," ucap Nadia dengan wajah sumringahnya, saat ini mereka sedang berada di suatu jurang.

__ADS_1


Dor ... dor


Suara tembakan menggelegar di tengah hutan menembus kesunyian, "Mas Indra!" ucap Amel dengan mata berkaca-kaca, ia sangat ketakutan dan bercampur haru karena suaminya datang menyelamatkannya di waktu yang tepat.


"Kamu jangan takut, aku disini," ucap Indra lalu memeluk erat istrinya dan berusaha menenangkannya. Namun, dalam pelukan tiba-tiba Amel merasakan kesakitan dan hingga akhirnya pingsan. Indra segera menggendong Amel keluar dari hutan itu dan kembali ke rumah tempat penyekapan Amel. Ia meninggalkan jasad Nadia di sana.


"Ayo cepat kita pulang," ucap Indra pada anak buahnya yang muncul entah dari mana, ia sangat khawatir melihat kondisi istrinya saat ini, luka tusuk di tangannya dan lebam di wajahnya membuatnya sangat tersiksa. Mereka pun segera pulang dengan helikopter yang mereka gunakan tadi.

__ADS_1


"Yang sabar sayang, kita sudah mau sampai," ucap Indra mengelus pipi istrinya, ia sangat murka dengan orang-orang yang sudah mencelakai istrinya.


Sedangkan di tempat lain, Jay membereskan pekerjaannya, setelah mendapat informasi tempat penyekapan Amel, ia membawa Toni ke sebuah tempat dan mengurungnya.


__ADS_2