Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Kau Meragukan Kesetiaanku?


__ADS_3

Setelah jam menunjukkan pukul 13.00, pesawat mereka pun terbang. Mereka tidak menghabiskan waktu yang cukup lama di dalam pesawat itu untuk sampai ke Bali.


Sesampainya di Bali, mereka menuju ke villa keluarga Indra. Di sana mereka di sambut dengan hangat oleh penjaga villa yang ditugaskan di sana.


"Siang tuan, siang nona" sambut pak Mumun dan diangguki oleh Indra dan Amel dengan senyuman terukir di wajah mereka, yang kemudian berlalu masuk ke dalam.


"Tuan silahkan istirahat, biar saya siapkan makanan dulu" ucap pak Mumun, "tidak perlu, kami akan langsung pergi dan makan di sana" ucap Indra


"Baik tuan" ucap pak Mumun kemudian berlalu dari hadapan Indra.


Indra, Amel dan Jay kemudian menuju ke sebuah Hotel tempat pertemuan mereka yang tidak lain milik Indra. Yah keluarga Indra memang sangat memiliki banyak aset, salah satunya hotel mewah yang berlokasi di Bali.


"Halo Mr. Laurent" sapa Indra kepada rekan kerjanya itu, "Halo Mr. Indra" sapa balik Mr. Laurent. Amel berdiri di samping Indra dan menggandeng tangannya, orang yang melihatnya tentunya sudah mengerti kalau mereka sepasang suami istri.


Mereka pun memulai membicarakan soal pekerjaan mereka ke depannya. Jay juga ikut berperan penting dalam meeting kali ini, karena dia memang memiliki bakat yang tidak jauh beda dari Indra, jadi Dia bisa diandalkan dan Indra mempercayai itu.


Di saat tengah pembicaraan mereka, Amel membisik Indra minta izin ke toilet dan hanya diangguki oleh Indra


****


Saat Amel keluar dari Toilet, tiba-tiba dia ditabrak oleh seorang laki-laki yang kemudian menangkap tubuh Amel dan memeluk tubuhnya yang mungil itu.


Tidak jauh dari tempat itu, ada seseorang yang memotretnya yang kemudian mengirimkan ke nomor Indra. Indra yang melihatnya tidak bisa berpikir jernih lagi, Dia langsung bergegas menghampiri Amel.

__ADS_1


"Maaf Mr. Laurent, saya harus pergi ada urusan, saya percayakan ke asisten saya" ucap Indra dan diangguki oleh Mr. Laurent, "saya percayakan ke kamu" ucapnya lagi kepada Jay, "Baik pak" jawab Jay.


Setelah mereka sudah membicarakan pekerjaannya ke depan, Mr. Laurent pun pamit dan Jay tanpa menunggu lama menyusul Indra karena dia khawatir dengan Indra.


Amel yang masih dalam pelukan seorang laki-laki itu, seketika mengundang keributan


"Bruk" tangan Indra melayang ke wajah laki-laki itu. Setelah mendapat hadiah dari Indra, dia kemudian pergi dari sana.


Amel masih berdiri di tempatnya, dia jadi ketakutan dan bingung juga bagaimana dia menjelaskankannya karena Indra tidak akan mudah percaya begitu saja.


Setelah melihat kepergian laki-laki itu dengan tatapan tajamnya, dia langsung menarik tangan Amel dengan kasar, Amel mencoba memberontak tapi tidak berhasil. Orang yang ada di sana melihata ke arah mereka dengan tatapan penuh tanda tanya tapi Indra tidak memperdulikannya


"Lepas! Dengarkan aku dulu" Ucap Amel yang berusaha melepaskan tangannya, namun Indra tidak menggubrisnya, dia masih menarik tangan Amel dengan kasar sampai ke depan pintu utama Hotel itu.


"Lepaskan" ucap Amel yang sesekali melirih karena kesakitan, Indra yang mengetahui itu kemudian melepaskannya tapi masih dengan wajah yang sangat kesal.


"Dia siapa?" Tanya Indra yang masih dengan wajah kesalnya, " aku tidak mengenalnya" Jawab Amel.


"kalau kau tidak mengenalnya kalian tidak akan berpelukan seperti itu" ucap Indra yang sudah mulai meninggikan suaranya. Jay yang ada di sana hanya berdiri diam di belakang Indra, karena dia tidak mau ikut campur dengan urusan rumah tangga mereka.


"Saya memang tidak mengenal orang itu, dia menabrakku tadi, karena aku hampir terjatuh jadi dia menangkapku" jelas Amel, namun Indra tidak percaya begitu saja


"Kamu kira aku percaya dengan penjelasan murahanamu itu?" Ucap Indra yang membuat Amel menjadi kecewa dan tidak terasa air matanya jatuh tanpa pamit.

__ADS_1


"Ya sudah kalau kau tidak percaya, apa gunanya suatu ikatan hubungan tanpa adanya kepercayaan. Asal kau tahu, dalam hubungan tidak hanya soal cinta, tapi juga kepercayaan dan kejujuran" jelas Amel yang sudah mulai meninggikan suaranya. Dia tidak peduli tatapan orang yang ada disana sedang melihat ke arahnya


"Apa kau meragukan kesetiaanku?, sungguh kau menganggapku wanita murahan" lanjutnya lagi dengan nada yang kecewa lalu berlari meninggalkan tempat itu dengan air mata yang tidak mau berhenti jatuh di pipihnya.


****


"Kerja bagus, Ini gaji kamu" ucap wanita itu kepada laki-laki yang memeluk Amel tadi yang tidak jauh dari Hotel itu.


"Aku akan memberimu gaji tambahan jika kau berhasil melaksanakan tugasmu kali ini" ucap wanit itu


"Tugas apa bos" tanya laki-laki itu, "kamu tabrak dia!" ucapnya sambil menunjuk ke arah Amel saat melihatnya berlari


Laki-laki itu diam sejenak saat mendengar ucapan bosanya itu


"Bagaimana, mau nggak?" Tanya wanita itu, "baik bos saya akan laksanakan" jawab laki-laki itu tanpa menunggu lama untuk berpikir. "Pergilah! Laksanakan tugasmu" ucap wanita itu.


Setelah laki-laki itu pergi untuk melaksanakan tugasnya, dia ketawa dan sangat puas karena rencananya berhasil.


"Ini baru permulaan Mel, tunggu kejutan-kejutan selanjutnya dari aku" ucap wanita itu dengan senyum liciknya.


****


Jay yang melihat Amel pergi kemudian angkat bicara

__ADS_1


"Lebih baik bapak menyusul Amel, bicarakan baik-baik dengannya" ucap Jay.


Indra yang mendengarnya tanpa berpikir lama langsung menyusul Amel karena sudah khawatir, kemudian diikuti oleh Jay di belakangnya.


__ADS_2