Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Amel Jadi Serba Salah


__ADS_3

Irna dan Alya pun melepaskan pelukannya.


"Sudah, jangan menangis lagi" ucap Irna menenangkan Alya lalu mengusap air mata Alya yang masih basah di pipinya. Alya yang lagi-lagi mendapatkan perlakuan yang mampu menyentuh hatinya, hanya bisa mengangguk menanggapi ucapan Alya dan diikuti senyuman terukir di bibirnya.


"Kalau begitu aku naik ke kamar Amel dulu Bun" ucap Alya pamit pada Irna setelah merasa lega, "iya nak" ucap Irna.


Alya kemudian berlalu dari tempat itu dan bergegas menuju ke kamar Amel. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka. Yah, Jay sedari tadi memperhatikan kedua perempuan itu yang tidak jauh dari keberadaannya.


****


Alya segera masuk ke dalam kamar Amel tanpa mengetuk terdahulu, karena dia tahu Indra sedang ke Kantor jadi dia tidak perlu canggung untuk masuk tanpa izin dari Amel terdahulu.


Dia masuk dengan wajah kesal, dia sudah seperti mau menerkam mangsanya. Amel yang melihat Alya tiba-tiba masuk dari arah pintu dengan wajah yang kesal, membuat Amel bertanya-tanya


"Kau kenapa mukamu ditekuk begitu, masuk kamar orang tanpa permisi pula?" Tanya Amel yang menerka-nerka apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.


Belum sempat Alya menjawab, Amel sudah cekikikan karena tidak bisa menahan ketawanya, karena dia sudah tahu penyebab Alya kesal begitu setelah menerka-menerka tadi.


Alya yang melihat Amel tertawa puas menjadi semakin kesal dan mendekati Amel ke tempat tidurnya


"Hahaha ampun" ucap Amel memohon, "kamu sengaja yah mengirim dia menjemputku?" Ucap Alya dengan nada kesal. Namun, Amel semakin ketawa dibuatnya tanpa merasa bersalah.


"Aku tidak bisa bayangkan bagaimana kalian tadi di dalam mobil" ucap Amel yang masih ketawa, Alya yang mendengarnya hanya bisa memanyungkan mulutnya ke depan dengan tangan dilipat di dadanya tanpa melihat ke arah Amel


"Hahaha maaf" ucap Amel yang masih mengulung mulutnya untuk menahan ketawanya, "hmmmmm" ucap Alya yang masih belum melihat ke arah Amel


"Tapi aku penasaran, bagaimana tadi di dalam mobil?" Tanya Amel penasaran, "yah begitu" jawab Alya yang sudah tidak kesal lagi


"Begitu bagaimana?" Tanya Amel lagi, "pura-pura tidak tahu lagi, kau tahukan bagaimana Jay, yang dingin, datar, cuek" ucap Alya, "Dia tadi hanya fokus menyetir tanpa bicara" lanjutnya lagi


Amel yang mendengarnya kembali tertawa "kamu sengaja kan, rasakan ini" ucap Alya yang menggelitik pinggang Amel.

__ADS_1


Di tengah tawa canda mereka, tiba-tiba ponsel Amel berbunyi


"Sudah Al! Aku menyerah" ucap Amel lalu dia mengambil ponselnya yang berbunyi setelah Alya melepaskannya


"Widya menelpon" ucap Amel, "yasudah angkat saja, loudspeaker Mel" ucap Alya dan diangguki oleh Amel.


"Hallo Wid! Apa kabar?" Tanya Amel


"Alhamdulillah baik Mel, kalian bagaimana di sana?" Tanya Widya balik


"Alhamdulillah baik juga" jawab Amel, "Tumben telpon, biasanya kau selalu sibuk" lanjutnya lagi


"Eh itu... anu... hmmm"


"Apaan sih itu anu" ucap Amel


"Kan Jay asistennya Indra...." ucap Widya menggantung


"Iya, terus?"


Deg


Alya yang mendengarnya pembicaraan mereka, tiba-tiba merasa ada yang mengganjal dari dalam dirinya dan raut wajahnya sedikit berbeda dari sebelumnya.


Amel yang melihat perubahan raut wajah Alya menjadi bingun


"Dia kenapa?" Tanya Amel dalam hatinya, "Apa dia cemburu,,, what? Jangan-jangan dia sudah suka juga sama Jay" ucap Amel yang masih membatin.


Amel jadi serba salah dibuatnya. Secara mereka berdua adalah sahabat dekat Amel, jadi dia tidak memihak ke siapa pun.


"Woi Mel" teriak Widya di balik telpin yang membuyarkan lamunan Amel

__ADS_1


"Eh iya, apa Wid"


"Apa? Jadi kau tidak mendengar apa yang aku katakan tadi" ucap Widya


"Saya dengar kok, jadi kau menelpon karena mau cari tahu tentang Jay, aku kira karena kau rindu sama sahabatmu ini" ucap Amel


"Heheh bukan begitu Mel, aku rindu kok. Kan sambil menyelam minum air, sambil melepas rindu sambil mencari info juga tentang Jay" ucap Widya yang sudah cengengesan di balik telpon


"Banyak alasan" ucap Amel, "Aku tidak janji yah Wid, tapi aku usahakan tanya sama Indra nanti" lanjutnya lagi


"Baiklah aku tutup telpon dulu yah" ucap Widya


"Tuh kan aku bilang apa, kau menelpon hanya mau mencari info tentang Jay" ucap Amel


"Bukan begitu Mel, tapi tiba-tiba ada e-mail masuk yang harus aku kerjakan secepatnya" jelas Widya


"Iya Wid, aku hanya bercanda" ucap Amel


"Kalau begitu aku tutup dulu" ucap Amel dan menutup telponnya


Setelah mengakhiri telponnya, Amel melirik ke arah Alya yang masih terdiam diam tempatnya


"Kau kenapa Al?" Tanya Amel, "Tidak apa-apa" kilah Alya


"Kenapa tadi tidak bicara sama Widya?" Tanya Amel lagi, "Dia kan perlunya sama kau" jawab Alya.


"Apa kau cemburu?" Tanya Amel


"Cemburu?" Ucap Alya, "Cemburu sama siapa dan alasannya apa?" Lanjutnya lagi


"Kau cemburu sama Widya karena dia menanyakan tentang Jay kan?" Tanya Amel, "Kau juga suka sama Jay?" Lanjutnya lagi yang membuat Alya membelalakan matanya mendengar ucapan Amel

__ADS_1


"Suka sama dia?, Tidak mungkin aku suka sama dia" jawab Alya.


Amel yang mendengar penjelasan Alya tidak percaya begitu saja, dia menerka-nerka bahwa Alya sudah mulai menyukai Jay tapi belum menyadarinya.


__ADS_2