
Setelah puas menikmati suasana di Pantai, mereka melanjutkan pergi nonton ke Bioskop. Mereka menghabiskan waktunya sehari full untuk menghibur diri, karena besok pagi mereka harus kembali ke Jakarta.
Setelah sampai di Bioskop, Indra dan Amel memilih kursi di bagian pojok sedangkan Jay hanya mengikuti sepasang suami istri itu yang tengah dimabuk cinta sambil menikmati filmnya.
Mereka memilih film bergendre romantis, sebenarnya Indra tidak terlalu menyukai film romantis, tapi karena permintaan Amel jadi dia mengikut saja.
Saat sedang fokus menyaksikan filmnya , Amel sesekali terbawa suasana melihatnya saat ada adegan romantis. Indra yang melihat tingkah Amel hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tingkah Amel.
Sedangkan Jay, saat sedang fokus menyaksikan filmnya tiba-tiba di pikirannya terlintas wajah Alya
"Shittt, sial" ucap Jay yang tiba-tiba menutup mulutnya karena keceplosan. Indra dan Amel yang mendengarnya jadi heran
"Kau kenapa?" Tanya Indra penasaran, "tidak pak, saya hanya terbawa suasana melihat filmnya" ucap Jay berkilah
"Gara-gara kelamaan menjomblo tuh, makanya cepat cari pendamping hidup supaya kamu bisa melakukan hal romantis seperti itu" ucap Indra menggoda Jay, "seperti kita" lanjutnya lagi dengan mencubit hidung Amel dengan gemas dan mencium pipinya sekilas.
Indra sengaja memperlihatkan semuanya pada Jay, Amel yang diperlakukan begitu di depan umum jadi malu tetapi ikut tertawa juga melihat ekspresi Jay.
Jay yang melihatnya hanya bisa menelan ludahnya sendiri dan sedikit kesal juga sama Indra "iya pak" ucap Indra lalu fokus kembali menyaksikan filmnya, "ini juga gara-gara kalian mengajakku nonton film tidak bermutu seperti ini" gerutu Jay dalam hatinya.
****
Mereka pun kembali ke Villa keluarga Indra untuk istirahat dan mempersiapkan semua barangnya, karena besok mereka harus pulang.
__ADS_1
Saat mobil sudah sampai di depan Villa milik keluarga Indra, pak Mun yang tidak lain penjaga Villa itu dengan segera membuka pintu gerbang untuk menyambut kedatangan tuannya.
"Malam tuan, nona" sapa pak Mun yang hanya diangguki oleh Indra, "malam" ucap Amel membalas sapaan pak Mun yang kemudian berlalu masuk ke dalam Villa mengikuti langkah suaminya. Itulah Amel, orangnya sopan dan menghormati orang yang lebih tua dari umurnya.
Indra dan Amel naik beristirahat di kamarnya, begitupun dengan Jay dia pergi ke kamarnya beristirahat sambil memikirkan tentang wajah Alya yang tiba-tiba muncul di pikirannya tadi. Dia tidak habis pikir dengan pikirannya sendiri.
"Ah sudahlah, mungkin aku lagi lelah" ucap pada dirinya sendiri yang kemudian membenamkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Keesokan paginya, mereka bersiap-siap untuk ke Bandara
"Sayang cepat! Kita sudah telat" teriak Amel pada Indra yang masih dalam kamar mandi, "iya sebentar lagi" teriak Indra dari dalam kamar mandi.
Tidak lama kemudian, Indra sudah keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi membuat Amel menganga melihat ketampanan suaminya dengan rambut yang masih basah. Indra yang menyadari tatapan istrinya membuatnya tersenyum
"Ayo cepat!" Ucap Amel mengubah topik untuk menghindari rasa malunya.
Mereka berdua kemudian turun ke bawah, di sana sudah ada Jay dan pak Mun menunggu mereka.
"Kami pergi dulu, jaga diri baik-baik dan Villa" ucap Indra pamit pada pak Mun dengan dingin. Meskipun dia agak cuek, tapi dalam hatinya yang paling dalam dia memiliki hati yang lembut dan penyayang.
"Iya tuan, kalian juga hati-hati! semoga sampai Jakarta dengan selamat" ucap pak Mun kepada mereka.
Mereka pun berangkat ke Bandara, karena setengah jam lagi Pesawat yang mereka tumpangi akan take off, mereka diantar oleh supir yang disewa oleh Indra.
__ADS_1
****
Tidak menunggu lama, mereka sudah sampai di Bandara Soekarno Hatta. Di sana sudah ada orang tua mereka yang menunggunya, karena sebelumnya Indra sudah memberikan kabar akan kembali ke Jakarta pagi ini.
Mereka pun menuju ke Rumah keluarga Setiawan. Amel, Indra dan Jay mereka satu mobil yang dikemudikan oleh Jay.
Di tengah perjalanan, Amel berniat untuk menelfon Alya karena sebelumnya dia belum mengabarinya, dia mengambil ponsel di tasnya kemudian mendekatkan ponsel miliknya di dekat telinganya, Indra yang melihatnya bertanya karena penasaran siapa yang ditelfon Amel.
"Kamu mau menelfon siapa sayang?" Tanya Indra penasaran, "mau telfon Alya, Aku belum mengabarinya kalau kita sudah sampai di Jakarta" jawab Amel dan diangguki oleh Indra.
Jay yang mendengar nama Alya disebut seketika berubah. Dia yang tadinya fokus untuk menyetir kemudian sudah memperbaiki posisinya untuk menguping pembicaraan Amel dan Alya, dia jadi penasaran. Tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan Jay, dia masih bingung dengan perasaannya sendiri.
"Tut..tut..."
"Halo Mel?" Jawab Alya dari seberang sana
"Halo Al, aku sudah sampai di Jakarta, kau ke Rumah Indra nanti yah" ucap Amel, "rumah kamu juga" ucap Indra tiba-tiba yang mendengar ucapan Amel barusan, "hmm iya sayang" ucap Amel
"Iya siap, aku akan datang nanti" ucap Alya dari seberang sana
"Baik, aku tunggu" ucap Amel yang kemudian menutup telfonnya.
Setelah mendengar pembicaraan mereka, Jay kemudian fokus untuk menyetir.
__ADS_1