
Mereka pun melepaskan pelukannya. Mereka segera menuju ke dapur dari arah suara berasal.
"Ada apa?" Tanya Imron kepada istrinya
"Tidak Pa... tadi tangan mama licin saat mau mengambil gelas, jadinya jatuh" jelas Fatma
"Oh kirain" kata Imron
"Maaf yah Pak Nu karena sudah berbuat keributan" ucap Fatma
"Tidak apa-apa kok bu" balas Irna
"Yasudah ayo kita kembali duduk lagi" ucap Imron, dan mereka pun kembali ke ruang tamu dan susul ibu sudah membawa teh untuk mereka
"Silahkan diminum dulu" kata Fatma
"Iya bu makasih" jawab Irna
"Seharusnya kami yang berterima kasih kepada bapak sama ibu karena sudah mau menerima putri kami" ucap Fatma lagi
"Tentu kami akan manarimanya, Putri kalian kan anak dari sahabatku jadi dia juga sudah seperti putri kami. Jawab Hendra "Lagipula Aku tidak ingin melewatkan calon besan seperti kalian" lanjutnya lagi yang membuat mereka tertawa bersama.
Setelah mereka sudah cukup lama berbincang, Hendra dan istrinya pun pamit untuk pulang
"Sepertinya kami harus pamit dulu" ucap Hendra kepada Imron dan Fatma
"Iya hati-hati di jalan yah, dan terima kasih karena kalian sudah menyempatkan datang. Uhhuuk uhhukk" kata Imron diikuti suara batuknya
"Iya, kamu juga harus sembuh biar bisa lihat cucuk kita nanti" kata Hendra mengundang tawa
__ADS_1
"Iya, sekali lagi terima kasih"
"Berapa kali kalian harus berterima kasih terus" ucap Hendra lagi yang membuat mereka tertawa lagi
*****
DI KOS AMEL
Dia merasa gelisah, tiba-tiba dia kepikiran dengan orangtuanya kemudian dia berniat menelfonnya
"Tut... tut... tut"
"Halo nak" suara ibu dari seberang sana
"Halo Ma... apa kalian baik-baik saja" tanya Amel khawatir
"Iya nak, memang ada apa kok suara kamu kaya orang sedang dikejar orang gila saja"
"Nak sebenarnya ada yang mau bapak dan ibu sampaikan sama kamu, kamu bisa pulang besok nak?" Tanya Fatma
"Tapi bu... Aku kan baru masuk kerja bagaimna Aku bisa minta izin?" Kata Amel
"Coba dulu nak bicarakan sama bos kamu" ucap mamanya yang memohon
"Oke deh mah nanti Aku coba minta izin sama bos" ucap Amel, meskipun sebenarnya dia tidak yakin akan mendapatkan izin tapi apa salahnya mencoba
"Tapi mah memangnya apa yang mau kalian bicarakan, apa tidak bisa lewat telfon?" Tanyanya lagi yang sudah penasaran
"Tidak nak, ini sangat penting. Tidak bisa dijelaskan lewat telfon" jawab Mamanya
__ADS_1
"Baik mah. Kalau begitu Aku tutup telfonnya ya mah. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam" balas Mamanya.
Amel kemudian membersihkan dirinya lalu merebahkan tubuhnya yang sudah pegal di kasur sambil memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa dapat izin dari bosnya itu. Dia mencoba menelfonnya
"Iya Halo" suara berat terdengar dari suara sana
"Maaf pak mengganggu, apakah Aku boleh minta izin besok tidak masuk bekerja?" ucapnya memohon
saat mendengar suara orang yang menelfonnya dia baru sadar ternyata yang menelfonnya malam-malam adalah Amelia.
"Hmmm minta izin?" tanya Indra
"Iya pak, Mama memintaku untuk pulang. Tolong pak kasihani Aku hikss hiksss hiksss. Bapak kan tau Aku putri sematawayang mereka, mereka tidak punya apa-apa lagi selain putrinya ini hiksss hiksss apa bapak tidak kasihan sama mereka. Coba bapak bayangkan bagaimana jika bapak berada diposisiku" jelas Amel panjang kali lebar dengan tangisan sandiwaranya untuk membantu aksinya.
"Oke, tapi cuman 1 hari" ucap Indra
"Iya pak makasih" Lalu mematikan telfonnya
"Andaikan bukan karena mau minta izin Aku oggah menelfon kamu" kata Amel yang bicara di depan Hp nya seolah-olah dia sedang bicara dengan Indra.
Lalu diapun memejamkan matanya karena sudah ngantuk. Tidak lama kemudian dia sudah terlelap dalam mimpinya. Dan
"Brruuukkk"
$Jangan lupa like, komen, dan vote nya yah. Dan jangan lupa saran dan komentar positifnya jangan ada pembullyan diantara kita.
Semoga kita selalu dalam lindunganNya
__ADS_1
Terima kasih