Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Lebih Cepat Lebih Baik


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain, ada sosok perempuan yang tidak senang mendengar kabar Amel sudah membaik.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya perempuan itu ke orang suruhannya yang sedang menelfon dengannya


"Dia sudah sadar non" jawab orang suruhannya


"Sial" umpatnya lalu mematikan telfonnya


*****


"Halo pak" jawab Jay


"Bagaimana, apa kamu sudah mengetahui orang di balik lecelakaan Amel?" Tanya Indra


"Saat ini belum pak, tapi aku tadi melihat orang yang mencurigakan di Rumah sakit ini. Tapi bapak tenang saja aku sudah meminta orang untung mengintainya" jelas Jay


"Baik, temukan orang itu segera aku tidak mau terjadi apa-apa dengan Amel" kata Indra


"Baik pak" jawab Jay kemudian Indra mengakhiri telfonnya dan kembali masuk ke kamar rawat Amel yang disana sudah melihat Amel sedang makan disuapi oleh mamanya


"Bunda, tante" ucap Indra yang sudah mendekat ke mereka dengan wajah yang serius


"Iya nak ada apa?" Tanya Irna penasaran


"Aku mau pernikahan Kami di percepat" ucap Indra yang membuat Irna dan Fatma sedikit terkejut dengan ucapan Indra. Sedangkan Amel sudah hampir keselek makanan karena kaget dibuatnya


"Kenapa tiba-tiba mau dipercepat nak?" tanya Irna dan diangguki oleh Amel dan Fatma untuk mendengar alasan dari Indra


"Kan lebih cepat lebih baik bunda" ucap Indra dengan tersenyum yang membuat Irna dan Fatma ikut tersenyum karena dibuatnya, sedangkan Amel masih belum percaya


"Ya sudah kita bicarakan nanti sama Om dan Ayah" ucap Irna


"Baik bunda" jawab Indra


Irna dan Fatma kemudian keluar dari sana, mereka membiarkan anak-anaknya untuk bicara lebih leluasa dulu


"Kenapa tiba-tiba pernikahannya dipercepat?" Tanya Amel setelah Irna dan Fatma keluar


"Apa kamu tidak senang?" Tanya Indra balik


"Bukan begitu maksudku, cuman kenapa mendadak mau di percepat kan sebelummya sudah dibicarakan" kata Amel


"Kan aku sudah bilang, lebih cepat lebih baik" ucap Indra tersenyum. "Supaya orang tua kita memiliki cucu secepatnya" lanjutnya lagi dan Amel yang mendengar ucapan Indra itu, membuau wajahnya merah seperti tomat


"Apaan sih" ucap Amel malu, Indra yang melihatnya melengkungkan senyuman di bibirnya


"Alasan sebenarnya itu karena aku tidak mau melihatmu celaka lagi" ucap Indra dengan serius


"Maksudnya?" Tanya Amel


"Di balik kecelakaanmu itu ada orang lain yang bekerja sama dengan Ririn" jelasnya


"Siapa?"


"Belum tahu, Jay masih mencari tahunya" jawab Indra.


"Itu sebabnya aku mau kita menikah secepatnya biar aku bisa terus di samping kamu untuk menjagamu" lanjutnya lagi dan membuat Amel mengangguk angguk sambil senyum- senyum


"Kelihatannya kamu sangat senang mau menikah denganku?" Tanya Indra menggoda Amel

__ADS_1


"Tidak" ucap Amel mengelak


"Hahaha sayang... sayang... jangan mengelak lagi, itu muka kamu sudah seperti tomat" ucap Indra tertawa melihat Amel malu dan semakin malu saat mendengar Indra mengucapkan kata sayang kepadanya.


Karena Indra melihat Amel sangat gemas, tanpa minta izin dia mencubit hidung Amel sampai memerah


"Auuwwhh sakit" teriak Amel yang kemudian memukul kembali lengan Indra. Indra yang menerima pukulan hanya terlihat biasa saja


"Yasudah... kamu istirahat dulu. Aku mau ke kantor dulu. Ucap Indra yang menuntun Amel berbaring kemudian mencium kening Amel.


Amel sangat senang dibuat olehnya, kemudian dia keluar dari ruang rawat Amel


Setelah kepergia Indra, Amel berniat menelfon Alya


"Tut...tut..tut"


"Hallo Mel" jawab Alya dari seberang sana


"Hallo Al, kamu dimana?" Tanya Amel


"Di tempat kerja"


"Wah tega lu Al, temanmu sakit tidak pernah di jenguk" ucap Alya


"Apa?...


"Kamu sakit Mel?


"Sakit apa?" Tanya beruntun Alya karena khawatir


"Aku di tabrak mobil, tapi sekarang sudah sembuh kok" jawab Amel


"Oke" jawab Amel kemudian mematikan telfonnya


Tidak lama kemudian Alya sudah sampai di rumah sakit tempat Alya di rawat kemudian menuju ke kamar rawat Amel karena sebelumnya sudah diberitahukan oleh Amel


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Alya khawatir setelah masuk di ruang rawat Amel


"Lebay" ucap Amel tertawa melihat tingkah temannya itu


"Aku tuh khawatir tahu, kau juga baru ngabarin" ucap Alya


"Bagaimana mau ngabarin coba, aku koma, tapi sekarang sudah tidak apa-apa aku sudah baikan" jelas Amel


"Koma?,sampai separah itu?" Ucap Alya yang hanya di angguki oleh Amel


"Bagaimana ceritanya?" Tanya nya lagi


"Panjang ceritanya. Intinya aku sempat berdebat dengan Indra kemudian lari ke jalan raya ehhh tau-taunya ditabrak dari belakang" jelas Indra cengegesan, Alya yang melihatnya kemudian menjitak dahi Amel


"Auuhhh sakit" lirih Amel dengan memegang kepalanya yang membuat Alya khawatir dan ketakutan


"Mel kamu kenapa? Astaga maaf maaf aku tidak sengaja" ucap Alya yang mulai panik


"Ppffttt hahahah" ketawa Amel meledak karena dia berhasil ngerjain Alya


"Gila lu Mel" ucap Alya kesal


"Oh iy Mel, apa Indra sudah tahu siapa yang menabrak mu?" Tanya Alya penasaran

__ADS_1


"Iya" jawab Amel sambil menganggukan kepalanya


"Siapa?"


"Fans Indra" jawab Amel ketus


"Hahaha itu tuh resiko punya pacar super ganteng dan tajir lagi" ucap Amel tertawa


"Iya...iya" ucap Amel. Kemudian pintu terbuka, yang ternyata Irna dan Fatma datang yang kemudian disusul oleh Imron yang baru saja datang dari kos Amel


"Ehh ada teman Amel" ucap Fatma saat melihat ada orang asing di dalam ruangan


"Ehh iya Tante" ucap Alya


"Ini Alya, sahabat Amel yang sering ku ceritakan sama kalian" ucap Amel ke orang tuanya


"Alya tante, om" ucap Alya memperkenalkan dirinya dan bersalaman ke Irna, Fatma dan Imron secara bergantian


"Ohhh ini yang namanya Alya" ucap Fatma


"Iya Tan" jawab Alya


"Terus Indra kemana"? Tanya Irna


"Oh itu Bun, dia tadi pamit ke Kantor" jawab Amel dan hanya di angguki oleh Irna


*****


Dikantor, Indra sangat sibuk dengan pekerjaannya dan berkas-berkas yang harus dia tanda tangani semenjak dia tidak masuk Kantor. Tiba-tiba Jay mengetuk pintu dari luar


"Masuk" jawab Indra kemudian Jay segera masuk setelah mendengar suara dari dalam


"Bagaimna, sudah ada perkemmbangan?" Tanya Indra


"Iya pak, ternyata orang di balik kecelakaan non Amel adalah Anggita" jawab Jay


"Anggita?" Ucap Indra tidak percaya


"Iya pak, Anggita bekerjasama dengan Ririn untuk mencelakai non Amel karena mereka tidak suka melihat non Amel dekat-dekat dengan bapak" jelas Jay


"Sial" umpat Indra kesal


"Berikan dia pelajaran, biar dia tahu dengan siapa dia berurusan"


"Dan satu lagi, buat keluarganya bangkrut biar mereka berlutut-lutut" ucap Indra kesal


"Baik pak" jawab Jay yang kemudian keluar dari sana


"Apa kau pikir aku akan memaafkanmu?"


"Walaupun kita pernah bersahabat, tapi kau sudah mencoba membunuh orang yang aku cintai. Jadi jangan harap aku akan memaafkanmu" ucap Indra yang sedang bicara sendiri dengan kesal


"Kita lihat permainan ini, sampai mana kemampuanmu" ucapnya lagi


#Terima kasih atas dukungan kalian


Jangan lupa like, coment positif dan saran yang membangun


#selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Marhaban Yaa Ramadhan

__ADS_1


^_^


__ADS_2