Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Bertingkah Seperti Anak Kecil


__ADS_3

Keesokan paginya, mereka sudah bersiap-siap untuk berlibur. Kali ini, Amel memilih untuk pergi ke pantai dan Indra menyetujuinya.


Amel sudah dari tadi sibuk bersiap-siap, sehingga Indra yang menunggunya sudah mulai jenuh


"Sayang cepat, ini sudah jam berapa" teriak Indra dari bawah, "iya sebentar lagi" balas Amel yang masih berada di dalam kamar.


Setelah sudah siap, dia kemudian turun ke bawah menyusul Indra. Dia menggunakan pakaian pantai, meskipun begitu dia masih tetap terlihat sangat cantik.


"Ayo berangkat" ucap Amel setelah berada di dekat Indra dengan semangat. Indra yang melihatnya jadi kagum melihat kecantikan istrinya, biarpun menggunakan pakaian sederhana dia masih tetap sangat terlihat cantik.


"Aku kira kau sedang berdandan untuk ke pesta sampai memakan waktu sangat lama" ucap Indra dengan wajah cemberutnya karena menunggu Amel dari tadi


"Iya maaf sayang, tadi aku bingung memilih baju yang pas" ucap Amel tertawa. "Bagaimana, apa ini sudah bagus?" Tanya Amel memastikan


"Apapun yang kau pake semuanya cocok di tubuh kamu" ucap Indra sedikit berlebihan supaya Amel tidak mengambil waktu lagi. Meskipun yang dikatakan Indra itu memang benar.


"Ayo! Jay sudah menunggu di mobil dari tadi, mungkin dia sudah kesal sama kamu" ucap Indra membuat Amel yang mendengarnya jadi tertawa


"Jay yang kesal atau kau yang kesal" ucap Amel tertawa yang membuat Indra gemas lalu mencubit hidungnya, "auuhh sakit" teriak Amel kesakitan, "siapa suruh" ucap Indra dengan senyuman yang terukir di wajahnya.


Mereka kemudian naik ke mobil dan menuju ke pantai. Amel sudah tidak sabar ingin cepat-cepat sampai.


Tidak menunggu lama, mereka sudah sampai di pantai. Amel dengan segera turun dan berlari ke tepi pantai dengan membentangkan kedua tangannya dan sesekali memejamkan matanya menikmati dan menghirup udara pagi di pantai itu.


Indra yang melihat tingkah istrinya hanya menggelengkan kepala dan sesekali ikut tersenyum karena bisa melihat Amel bahagia seperti itu.

__ADS_1


Indra kemudian turun dari mobil dan berniat menyusul Amel. Namun, ditengah menyusul Amel dia tidak sengaja ditabrak seorang wanita


"Maaf tuan" ucap wanita itu belum melihat ke arah Indra, wanita itu masih berusaha berdiri, "iya mbak" ucap Indra yang melihat ke arah wanit itu dan wanita itu juga sudah melihat ke arahnya.


Namun, dia sangat terkejut saat melihat wanita yang menabraknya dan seketika wajahnya berubah menjadi memerah karena kesal


"Anggita?" Ucap Jay yang tiba-tiba muncul. Namun Anggita tidak menggubrisnya, dia masih melihat ke arah Indra, namun Indra sudah mengalihkan pandangannya.


"Maafkan aku, aku sungguh menyesali semua perbuatanku" ucap Anggita, "Aku sadar yang kulakukan itu salah dan aku sudah menyesali semuanya, maafkan aku Ndra" lanjutnya lagi


Amel yang tadi sedang asyik menikmati pemandangan dan udara pantai, kemudian melihat ke arah Indra. Dia menuju ke arah Indra saat melihat ada wanita lain yang juga berada di sana yang tidak lain adalah Anggita.


"Ada apa ini?" Ucap Amel setelah sudah berada di dekat Indra, "Tidak ada apa-apa, ayo kita pergi dari sini" ajak Indra pada Amel


Amel memiliki hati yang sangat lembut, sehingga tidak bisa melihat Anggita menangis seperti itu. Dia mulai membuka hatinya untuk memaafkan Anggita.


"Baiklah aku maafkan" ucap Amel, Indra yang mendengarnya langsung melihat ke arah Amel meminta penjelasan karena Indra belum bisa memaafkan Anggita begitu saja.


Amel yang menyadari tatapan Indra berusaha menjelaskannya "Cobalah maafkan dia, berikan dia kesempatan" ucap Amel


"Setiap manusia pasti pernah berbuat salah dan dia juga hanyalah manusia biasa, jadi maafkan dia. Lagi pula dia sudah menyesali perbuatannya" jelas Amel yang berusaha meyakinkan Indra.


Indra yang mendengarnya tidak bisa berbicara apa-apa lagi, dia menyetujui keputusan yang di ambil Amel untuk memaafkan Anggita, meskipun sebenarnya dia belum bisa memaafkannya dan belum bisa percaya begitu saja terhadapnya.


"Baik karena ini permintaan Amel, maka aku memaafkan mu" ucap Indra yang membuat Anggita sangat senang mendengarnya

__ADS_1


"Makasih Ndra, makasih Mel" ucap Anggita lalu memeluk Amel.


Setelah drama tadi, mereka kemudian melanjutkan rencana awal mereka untuk liburan. Amel sangat menikmatinya dan Indra hanya sibuk mengambil gambar istrinya dan pemandangan pantai itu.


Di tempat yang tidak jauh dari sana, Jay sibuk menikmati liburannya sendirian, dia sengaja menjauh dari tempat Amel dan Indra karena tidak sanggup melihat pemandangan keromantisan Amel dan Indra di depan matanya.


Sedangkan Anggita ikut dengan Amel dan Indra. Dia sudah akrab dengan Amel dan sesekali mereka juga mengobrol di tengah menikmati indahnya pemandangan.


"Oh iya, apa kau tinggal di sini?" Tanya Amel pada Anggita, "iya semenjak orang tuaku bangkrut, kami pindah ke sini tinggal bersama kakek" jawab Anggita


"Terus orang tua kamu kerja apa sekarang?" Tanya Amel lagi, "Ibu menjual minuman dan es kelapa di sekitar sini, kalau ayah menjadi karyawan biasa di salah satu perusahaan" jawab Anggita, "aku juga biasanya ikut membantu ibu menjual"lanjutnya lagi


Amel yang mendengarnya merasa kasihan pada Anggita karena kehidupannya yang sudah berubah.


"Maafkan aku, gara-gara aku kalian harus memuli usaha dari nol lagi" ucap Amel merasa bersalah, "tidak, ini salah aku karena sudah berbuat jahat sama kamu" ucap Anggita. "Sudah, ayo kita lanjut lagi menikmati semua ini" ajak Anggita pada Amel


Amel yang mendengar ajakan Anggita, tanpa menunggu lama dia kembali menikmati liburannya dan sesekali bermain air yang bertingkah seperti anak kecil. Indra yang tidak jauh dari sana tersenyum lebar melihat tingkah Amel dan tidak lupa untuk mengabadikannya.


Amel yang melihat ke arah Indra kemudian mengajak Indra untuk ikut gabung, namun Indra menolak, dia lebih memilih menikmati dan mengabadikan gambar Amel, baginya itu sudah cukup buat dia bahagia.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2