Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Sudah Tidak Berdaya


__ADS_3

"Menurut kamu aku jahat, terus bagaimana dengan suamimu?" ucap Nadia yang semakin menarik rambut kuat milik Amel.


"Maksud kamu?" tanya Amel tidak mengerti, "kamu mau dengar sebuah cerita?" tanya Nadia, dan Amel terdiam menunggu ucapan Nadia selanjutnya, "oke dengar ceritaku baik-baik," lanjut Nadia lagi.


"Pada suatu hari, ada sosok wanita yang sangat menyukai bahkan ingin memiliki pria teman kampusnya. Pria itu dia idam-idamkan sejak awal masuk kuliah, tapi ternyata mimpinya itu di hancurkan dengan munculnya seorang wanita yang menjadi kekasihnya saat itu. Dan kamu mau tau siapa wanita itu?" tanya Nadia penuh kekesalan pada Amel, "wanita itu sekarang duduk tidak berdaya di depanku," lanjutnya lagi dengan memegang dagu Amel.


"Tapi wanita ini tidak menyerah, hingga suatu hari dia memikirkan rencana untuk merusak hubungan pria itu dengan kekasihnya. Namun, lagi dan lagi harapannya itu hancur." lanjutnya lagi, Amel masih terdiam mendengar cerita Nadia.


"Dan kamu mau tau apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Nadia lagi dan Amel pun mengangguk penasaran, "setelah kejadian itu, kehidupan wanita ini berubah dan itu semua karena kamu," ucap Nadia geram dengan menarik rambut Amel.


"Karena kamu sehingga Indra menghancurkan keluargaku. Itu karena kamu!" ucap Nadia lagi dengan rahang yang mengeras karena kekesalannya, saat mengingat kejadian di masa lalu.

__ADS_1


"Ampun, Nad," lirih Amel kesakitan, "ini belum seberapa dengan rasa sakit yang aku rasakan, Mel," ucapnya lagi dengan sorot  mata yang tajam.


"Perasaanku sangat hancur. Pria yang aku idamkan dari dulu ternyata memilih wanita lain, perusahaan keluargaku hancur seketika dan yang paling menyakitkan ... ibu ku meninggal kena serangan jantung di saat mendengar kabar kami bangkrut," ucap Nadia dengan suara pelan.


"Dan ini semua karena kamu!" Teriak Nadia lalu mengeluarkan kembali pisau dari bajunya, "kamu mau tahu bagaimana rasanya?" tanya Nadia dengan sorot mata penuh amarah, saat ini Amel sangat ketakutan.


"Mau apa kamu?" tanya Amel ketakutan saat Nadia mencondongkan pisau di hadapannya, "jangan takut sayang, aku hanya ingin kamu merasakan sedikit dari apa yang kurasakan selama ini?" ujar Nadia.


***


"Ada apa Jay?" tanya Indra, "lebih baik Tuan lihat sendiri," ucap Jay menyodorkan ponselnya ke Indra.

__ADS_1


"Shit, keterlaluan!" umpat Indra setelah melihat ponsel Jay, yang ternyata di dalamnya ada video mertuanya sedang di sekap tidak berdaya lagi.


"Cepat kerahkan anak buahmu untuk menolong mereka," ucap Indra yang terlihat ada kemarahan di matanya. Jay pun segera menghubungi anak buahnya dan tidak lupa melacak nomor yang barusan mengirimkannya pesan.


"Beri kabar secepatnya," ucap Jay lalu menutup telphone-nya.


****


"Jangan takut, nikmati saja rasanya," ucap Nadia yang membuat Amel ketakutan, "tolong lepaskan aku!" mohon Amel.


"Jangan harap!" ucap Nadia geram lalu menampar pipi Amel secara bergantian, "aku mohon, lepaskan aku," lirih Amel kesakitan, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena kaki dan tangannya yang masih terikat.

__ADS_1


"Ini belum seberapa dengan rasa sakit yang ku alami," ucapnya lagi dengan melanjutkan aksinya menampar Amel, hingga Amel tersungkur ke lantai. Saat ini Amel sudah penuh peluh keringat dan memar beberapa di bagian wajahnya .


#selamat membaca readers. Terima kasih


__ADS_2