Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Penculikan Amel 2


__ADS_3

"Sudah, Pak jangan banyak tanya. Cepat kejar mobil itu! Amel diculik," ucap Alya lagi. Dia benar-benar sangat cemas begitu pun halnya dengan Anggita, "baik, Non."


"Bagaimana ini?" ucap Alya, dia sangat khawatir dengan kondisi sahabatnya, "cepat telphone Indra," ucap Anggita memberikan saran. Tanpa menunggu lama Alya segera menghubungi Indra.


"Halo, kenapa?" ucap Indra diseberang sana.


"Amel ..."


"Amel kenapa? Apa yang terjadi dengan istriku?" terdengar suara Indra sudah mulai panik.


"Amel diculik," lirih Alya,


"Apa! Kenapa bisa? Sekarang kirim lokasi kamu secepatnya," ucap Indra khawatir.


Saat ini Alya menangis, dia menyalahkan dirinya karena tidak becus menjaga Amel.

__ADS_1


"Maafkan aku, karena aku tidak bisa menjaga kamu. Seandainya aku ikut sama kamu mungkin tidak akan terjadi seperti ini," isak tangis Alya memecah keheningan dalam mobil itu.


"Kamu yang tenang, Al. Semoga Amel baik-baik saja," ucap Anggita menenangkan Alya.


"Tenang ... tenang ... tenang ... ini semua gara-gara kamu," teriak Alya yang tidak bisa mengontrol emosinya, "maksud kamu apa?" tanya Anggita yang tidak mengerti.


"Sudahlah, kamu tidak usah berpura-pura lagi. Aku tahu ini semua rencana busuk kamu kan?" ujar Alya, "astaghfirullah, aku benar-benar tidak tahu apa-apa," jawab Alya membela.


"Sudah cukup! Kamu tidak perlu berpura-pura baik di depan aku. Aku tahu rencana kamu dari awal," ucap Alya penuh emosi, "salah Amel sama kamu apa? Padahal dia sudah sangat baik sama kamu, dia sudah memaafkan semua kesalahanmu di masa lalu dan dia juga sudah sangat percaya sama kamu, tapi ini balasannya?" lanjutnya lagi dengan suara yang sudah melemah.


"Aku serius, Al. Aku tidak tahu apa-apa. Aku mengajak Amel untuk keluar jalan-jalan tidak ada maksud lain kecuali untuk mempererat tali silaturahmi kita," jelas Anggita, tapi Alya tidak mempercayainya sama sekali.


"Cepat, Pak jangan sampai ketinggalan," ucap Alya pada pak supir dengan menepuk pundaknya dari belakang, "iya, Non ini sudah cepat," ucap pak supir.


****

__ADS_1


Di tempat lain, Indra sangat khawatir dengan istrinya.


"Jay! Cepat kumpulkan anak buahmu sekarang juga," titah Indra, "apa yang terjadi, Tuan?" tanya Jay yang memang tidak tahu apa yang sedang terjadi.


"Amel diculik, secepatnya kerahkan anak buah kamu untuk mencari Amel," ucap Indra, "baik, Tuan."


Tanpa menunggu lama, Jay segera melaksanakan tugasnya. Yang pertama dia lakukan dengan mengerahkan anak buahnya ke beberapa tempat. Selanjutnya membuka laptopnya untuk melacak HP Amel tapi ternyata sudah tidak aktif.


"Sial, HP nya sudah tidak aktif," umpat Jay, "keamanan 1, silahkan ke pantai tempat non Amel di culik, cari informasi di sana. Keamanan 2, coba lihat CCTV yang di jalanan dekat pantai itu. Keamanan 3 ikut saya sebagian dan sebagiannya lagi ke sini untuk jaga nyonya," lanjutnya lagi mengarahkan anak buahnya.


"Ayo kita menyusul Alya sekarang," ucap Indra. Mereka segera beranjak dari tempatnya.


"Halo, Al. Bagaimana?" tanya Indra saat mencoba menghubungi Alya.


"Kami kehilangan jejak mobil itu, tadi ada mobil truk menghalau kami," ucap Alya merasa bersalah.

__ADS_1


"Shiiitt," umpat Indra lalu mematikan telphone-nya. Dia mematikan sambungan telphon-nya bukan karena marah, akan tetapi karena dia sangat khawatir.


"Ayo cepat, Jay. Mereka kehilangan jejak Amel," ucapnya, mendengar penuturan Indra, ia menambah laju kendaraannya di atas rata-rata.


__ADS_2