
Jay masuk keruangan Indra yang membuat Indra dan Amel terkejut, dan segera mereka melepaskan pelukannya
"Ada apa" tanya Indra ketus
"Maaf pak 10 menit lagi rapat dimulai" jawab Jay
"Oke sebentar lagi, tunggu Aku di luar" ucap Indra.
Kemudian Jay keluar dari ruangan itu dengan senyuman di bibirnya, dia senang melihat Indra bahagia. Tapi, dia juga merasa takut karena masuk di saat waktu yang tidak tepat.
Setelah Jay keluar dari ruangan itu, Indra kembali bertanya ke Amel
"Siapa laki- laki tadi yang datang denganmu ke kantor?" Tanya Indra penasaran
"Oh itu Andi, karyawan disini juga" jawab Amel
"Aku tahu dia karyawan di sini, maksud Aku kenapa kamu bisa datang dengan dia?" Tanya Indra yang sedikit kesal dengan jawaban Amel
"Jadi kemarin malam itu Aku bermalam di rumah Alya, terus paginya Aku bangun kesiangan. Saat Aku sedang menunggu ojek, dia kebetulan lewat di sana jadinya dia menawarkan tumpangan" jelas Amel panjang lebar untuk meyakinkan Indra
"Terus kamu mau?" Tanya Indra lagi
"Aku terpaksa naik karena tidak ada ojek disana dan sudah telat juga" jawab Amel
"Terus... waktu Aku tadi bertanya kamu dari mana, kamu menjawab dari rumah. Berarti kamu bohong yah?" Tanya Indra
"Tidak...." jawab Amel dengan menggelengka kepalanya
"Terus apa namanya kalau bukan bohong?" Tanya Indra
"Saya tidak bohong... kan memang dari rumah. Dari rumah Alya lebih tepatnya" jawab Amel cengegesan yang membuat Indra gemas dibuatnya dan mencubit hidung Amel
"Aauuhh, saki tahu" rengek Amel kesakitan sambil memegang hidung mancungnya itu.
"Biar" kata Indra
"Jangan lakukan lagi" lanjutnya lagi lalu keluar dari ruangannya dengan senyuman di bibirnya.
"Ayo" ajak Indra kepada Jay saat sudah keluar dari ruangannya, kemudian mereka berjalan ke ruang meeting.
Sedangkan Amel masih berada di dalam ruangan Indra, dia mencerna kembali semua perkataan Indra tadi
"Oh iya waktu kejadian itu kan HP aku sempat hilang"
"Ternyata Nadia yang mengambilnya, wah parah tuh cewek" kata Amel yang sedang bicara sendiri. Kemudian dia keluar dari ruangan Indra, namun tidak jauh dari sana ada sepasang mata yang sedang melihatnya
"Kamu jangan senang dulu" kata Ririn yang melihat Amel dari kejauhan dengan senyum liciknya.
__ADS_1
Saat Amel berjalan menuju ke meja kerjanya, tiba- tiba ponselnya bergetar
"Halo tante" jawab Amel kepada Irna di seberang sana yang sedang menelfonnya
"Halo nak" jawab Irna
"Iya tante ada apa?" Tanya Amel
"Kamu jangan panggil tante lagi kan kamu sudah aku anggap sepertu anak saya sendiri. Jadi panggil saja aku bunda" jelas Irna
"Iya ta... eh Bunda" kata Amel yang terbata- bata
"Oh iya nanti siang kam bisa kan ke butik untuk feeting baju?" Tanya Irna
"Harus hari ini yah Bunda?" Tanya Amel
"Iya nak, kan pernikahan kalian tinggal mengitung hari, yang artinya pernikahan kalian sudah dekat" jelas Irna
"Iya bunda nanti Aku usahakan" jawab Amel
"Oh iya kamu jangan lupa ajak Indra" kata Irna
"Tapi Bun..." ucap Amel tapi dipotong oleh Irna
"Tidak ada tapi- tapi" jelas Irna
"Oke jangan lupa" kata Irna mengingatkan lalu mengakhiri panggilannya.
Setelah menerima telfon dari Irna, Amel kemudian mengirimkan pesan ke Indra apa yang dikatakan bundanya tadi
"Bunda meminta kita ke butik nanti siang untuk feeting baju" isi peaan Amel
"Oke kamu tunggu di ruanganku" balas Indra
"Tidak... Aku menunggu di meja kerja saja" balas Amel lagi
"Oke" pesan terakhir dari Indra.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Indra dan Jay sudah keluar dari ruang meeting. Kemudian mereka pun segera menuju ke butik seperti yang diperintahkan bundanya tadi. Mereka disambut oleh manajer dan karyawan butik saat mereka sudah tiba. Semua karyawan sibuk seketika karena mereka kedatangan tamu penting
"Siang tuan, silahkan duduk dulu" kata manajer setelah melihat Indra sudah masuk di dalam butik, dia meminta Indra dan Amel duduk di kursi yang telah disiapkannya
"Merry..." panggil manajer butik ke salah satu karyawannya
"Iya bos" jawab Merry yang sudah mendekat ke dekat bosnya
"Berikan baju terbaik untuk mereka" kata Manajer sambil menunjuk ke arah Indra dan Amel
__ADS_1
"Baik bos" jawab Merry kemudian pergi mengambil baju untuk diberikan ke Indra dan Amel
"Ini tuan, silahkan dicoba" kata Merry kepada Indra sambil memberikan baju itu
"Dan ini untuk nona silahkan dicoba" kata Merry lagi kepada Amel yang memberikan baju dari tangan yang sebelahnya lagi.
Kemudian Amel mengambil baju itu lalu masuk ke ruang ganti. Tidak beberapa lama kemudian Amel sudah keluar menggunakan gaun pengantin yang sangat Indah membuat Amel tambah lebih cantik.
"Bagaimana?" Tanya Amel ke Indra yang sedang memainkan ponselnya. Saat Indra melihat ke arah Amel, dia sangat terpukau melihat Amel menggunakan gaun pengantin itu. Matanya tidak berkedip sama sekali melihat Amel yang terlihat sangat cantik. Sedangkan Amel yang dipandangi oleh Indra jadi salah tingkah dibuatnya
"Ekhem... jadi bagaimana?" Tanya Amel lagi yang membuyarkan pandangan Indra
"Bagus" jawab Indra singkat lalu berdiri dari kursinya, sekarang gilirannya untuk mencoba jas yang dipilihkan Merry tadi. Tidak lama kemudian, dia pun keluar dengan jas yang melekat di tubuhnya membuat Indra terlihat sangat tanpan. Amel yang melihatnya menelan air ludahnya, Indra yang melihat tingkah Amel hanya tersenyum
"Lihatnya biasa saja" ucap Indra sambil tersenyum yang seketika membuyarkan lamunan Amel
"Cihhh" desis Amel
"Woww perfecto" kata Merry saat melihat pasangan yang ada di depannya ini yang sudah memakai jas dan gaun pengantin yang terlihat sangat serasi. Merry sangat puas dengan pilihannya itu.
"Oke, kami ambil yang ini saja" kata Indra.
Kemudian mereka mengganti bajunya kembali dengan pakaian yang mereka gunakan saat peryama kali datang ke butik.
Setelah melakukan registrasinya, mereka memilih singgah di salah satu restoran untuk makan siang sambil istirahat sejenak.
Mereka pun masuk ke dalam restoran dan memilih meja yang berada di bagian pojok sudut ruangan dan memesan makanan. Sedangkan Jay yang sedari tadi bersama mereka memilih meja sendiri, dia tidak mau menjadi obat nyamuk di sana.
"Apa kamu begitu kecewa sama Aku setelah kejadian itu?" Tanya Indra
Mendengar perkataan Indra, Amel sudah mengetahui ke arah mana pertanyaan Indra
"Tidak, biasa saja" jawab Amel mengelak
"Masa? Kalau biasa saja kamu kenapa menangis?" Tanya Indra yang mencoba menggoda Amel
"Tidak" kata Amel tegas
"Ha ha ha jujur saja" kata Indra
"Permisi, silahkan dinikmati" kata pelayan saat mengantar makanan mereka.
Amel pun memilih menghindar dari perkataan Indra tadi, dia memilih menyantap makanannya karena dia sudah sangat lapar. Indra yang melihat tingkah konyol Amel hanya tersenyum melihatnya. Saat mereka menikmati makanannya ada suara yang sedang menyapa Indra
"Indra..." sapa seorang wanita yang sudah berdiri di dekat Indra
"Siapa dia?" Tanya Amel dalam hatinya
__ADS_1
^_^