Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Anggita


__ADS_3

"Anggita?" Kata Indra saat melihat wanita yang menyapa nya.


Anggita adalah sahabat kecil Indra, dia pindah ke Amerika bersama orang tuanya dan melanjutkan kuliahnya di sana. Anggita sudah sejak lama menyukai Indra, tapi Indra hanya menganggap nya sebatas sahabat saja tidak lebih.


"Ternyata kamu masih mengingatku?" Kata Anggita dan sesekali dia melirik ke arah Amel


"Hmmm... sejak kapan kamu balik ke Jakarta?" Tanya Indra dengan datar


"Kemarin lusa" jawab Anggita


"Apa aku boleh gabung?" Tanya Anggita lalu duduk di kursi yang masih kosong tanpa harus menunggu jawaban dari Indra


Sedangkan Amel yang berada di sana sudah bertanya- tanya dengan pikirannya


"Siapa wanita ini?"


"Ada hubungan apa dia dengan Indra?"


"Apa dia masa lalu Indra?. Ahh tidak mungkin kan wanita yang sudah menjadi pacar Indra hanya aku" kata Amel berbicara sendiri dalam hatinya


Anggita kembali melirik ke arah Amel dengan tatapan yang tidak bisa di artikan


"Ini siapa?" Tanya Anggita ke Indra dengan mata melirik ke Amel


"Ohh kenalin ini Amel, calon istri aku" kata Indra yang sontak membuat Anggita kaget sekaligus tidak percaya dengan ucapan Indra


"Calon istri?" Kata Anggita tidak percaya


"Iya calon istri" jawab Indra.


"Amel mbak" kata Amel memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangannya dengan senyuman di bibirnya


"Anggita... aku sahabat kecil Indra" jelas Anggita dan membalas uluran tangan Amel


Kemudian mereka melanjutkan menyantap makanannya, di sela- sela menikmati makanannya mereka sesekali berbincang


"Sejak kapan kalian kenal?" Tanya Amel ingin tahu bagaimana hubungan mereka sebenarnya


"Sejak dari SD sampai SMA kita selalu sama- sama, tapi sayang aku harus pindah ke Amrik setelah lulus SMA" jelas Anggita, sedangkan Indra hanya diam dan sesekali melihat ke arah Amel


"Ohhh" kata Amel


"Indra... kita nonton yuk kan kita sudah lama tidak ketemu" rengek Anggita yang sudah menggandeng tangan Indra. Namun, Indra melepaskan tangan Anggita dari tangannya


"Maaf, tapi aku lagi sibuk" jawab Indra yang menolak ajakan Anggita


Amel sedikit kesal melihat Anggita yang dekat- dekat dan mencari perhatian Indra, meskipun Indra tidak menggubrisnya namun Amel tetap kesal dengan Anggita.


Indra yang melihat raut wajah Amel sudah berubah langsung pamit ke Anggita untuk pulang. Dia tidak bisa berlama-lama di sana.


"Ya sudah kami balik dulu" kata Indra kepada Anggita lalu meraih tangan Amel untuk berdiri dari tempat duduknya yang di ikuti oleh Anggita juga ikut berdiri

__ADS_1


"Padahal aku masih mau ngobrol- ngobrol sama kamu" kata Anggita


"Lain kali" jawab Indra lalu beranjak pergi


"Jay,,, ayo" ajak Indra kepada Jay yang tidak jauh dari mereka. Kemudian mereka pun pulang untuk mengantar Amel ke kosnya. Namun, diperjalanan wajah Amel masih ditekuk.


"Kamu kenapa" tanya Indra ke Amel


"Tidak" jawab Amel ketus


"Kamu cemburu sama Anggita?" Tanya Indra lagi


"Tidak" jawabnya lagi


"Terus kamu kenapa?" Tanya Indra lagi


"Kalau aku bilang tidak, yah tidak" jawab Amel yang mulai menaikan volume suaranya


"Ternyata kamu galak juga yah kalau lagi cemburu" kata Indra


"Tidak... siapa juga yang cemburu" jawab Amel mengelak


"Kamu" kata Indra


"Jangan mengelak lagi, aku tahu kamu cemburu waktu Anggita merengek di tanganku" kata Indra


"Tidak" jawab Amel ketus yang membuat Indra senyum di buatnya


"Aku bilang tidak cemburu" jawab Amel memalingkan pandangannya ke arah jendela


"Anggita itu sahabat kecil aku, kita selalu sama-sama sampai akhirnya dia harus pindah ke Amrik setelah kita lulus SMA" jelas Indra untuk menenangkan Anggita


"Apa kalian pernah pacaran?" Tanya Amel ingin tahu


"Tidak" jawab Indra singkat


"Apa kamu pernah suka sama dia?" Tanya Amel lagi


"Tidak" jawabnya lagi


"Kenapa, dia kan cantik" tanya Amel mengintrogasi


"Karena aku hanya menganggap dia sebagai sahabat tidak lebih" jawab Indra


"Sudah, Kamu kayak wartawan saja yang banyak tanya" lanjut Indra


"Yahh aku kan cuma mau tahu" jawab Amel


"Sekarang kamu sudah tahu semuanya kan?" Kata Indra


"Tapi aku lihat dia memiliki perasaan lebih dari sahabat ke kamu" kata Amel

__ADS_1


"Memang, tapi Aku tidak memperdulikannya" jawab Indra santai


" Tuhh kan... aku benar" kata Amel


"Benar apanya?" Tanya Indra bingung


"Sejak awal melihat dia tadi di restoran Aku sudah curiga kalau dia suka sama kamu, dan ternyata aku benar" jelas Amel


"Tapi aku kan tidak" jawab Indra


"Sekarang tidak, kalau besok-besok bagaimana? Kan hati orang tidak ada yang tahu" kata Amel lagi


"Tidak lah Mel, Aku hanya mencintai kamu seorang" jawab Indra lalu mencubit hidung Amel


"Auuhh sakit" teriak Amel karena kesakitan


Sedangkan di depan Jay yang sedang mengemudi mobil, dia berusaha untuk tidak mendengar perkataan mereka. Namun jiwa kejombloannya masih saja meronta-ronta karena mau tidak mau dia tetap mendengar pembicaraan mereka dan sesekali dia melirik ke arah spion melihat mereka di belakang yang menurutnya terlihat sangat lucu.


Namun di tempat lain, Anggita yang masih berada di restoran tadi belum bisa merelakan Indra jika harus dengan wanita lain. Karena sudah bertahun-tahun dia berusaha mendapatkan hati Indra tapi tidak pernah berhasil


"Aku tidak akan biarkan kalian menikah" kata Anggita yang berbicara sendiri lalu beranjak pergi dari restoran tersebut


*****


Keesokan harinya di Rumah Indra, dia sudah bersiap-siap ke kantor untuk bekerja. Tidak lupa dia sarapan lalu berangkat ke kantor bersama Jay. Sedangkan di kos Amel, dia juga sudah bersiap- siap ke kantor dan menikmati sarapan yang dibuatkan oleh mamanya lalu berangkat ke kantor.


Ketika sudah tiba di Kantor, Amel bergegas menuju ke meja kerjanya. Namun, tidak lama setelah dia smpai ada wanita yang ia kenal masuk ke kantor.


"Ngapaian dia ke sini?" Tanya Amel dalam hatinya


"Di mana ruangan bos kalian?" Tanya Anggita ke karyawan yang bertugas sebagai resepsionis


"Apa mbak sudah ada janji dengan pak Indra sebelumnya?" Tanya resepsionis itu


"Kenapa harus buat janji dengannya baru bisa ketemu dengan Indra. Apa kalian tidak tahu siapa saya?" Tanya Anggita dan resepsionis itu menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu


"Saya calon istri bos kalian" kata Anggita


"Maaf nyonya saya tidak tahu. Baik mari saya tunjukkan ruangannya" kata respionis itu


."Tidak perlu, kamu cukup memberitahukan saja dimana ruangannya" kata Anggita lalu resepsionis itu menjelaskan dengan detail ruangan Indra itu


Sedangkan Amel yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka membuatnya sangat geram


"Apa maksudnya tadi?"


"Calon istri?" Kata Amel yang sedang berbicara sendiri


"Dia kan sudah tahu siapa calon istri Indra. Terus... kenapa dia mengaku-ngaku seperti tadi? Apa ini tandanya dia mau merebut Indra dari aku?" Tanya nya lagi dalam hatinya yang sudah sangat kesal


^_^

__ADS_1


__ADS_2