Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Perempuan Misterius


__ADS_3

"Ayo cepat, Jay. Mereka kehilangan jejak Amel," ucapnya, mendengar penuturan Indra, ia menambah laju kendaraannya di atas rata-rata.


Di suatu tempat yang gelap dan sepi, ada sosok manusia yang berusaha menenangkan diri dari rasa takutnya, iya siapa lagi kalau bukan Amelia.


Saat ini, ia sedang berada di sebuah gedung jauh dari keramaian. Terlihat di dalam ruang gedung itu sangat gelap karena hanya ada satu fentilasi udara dibagian ujung atas.


Dengan mata yang tertutup, tangan dan kaki yang diikat, ia berusaha mengamati sekelilingnya dengan indera penciuman dan pendengarannya.


Suara langkah sepatu dari luar terdengar di kuping Amel. Semakin lama suara langkah kaki itu semakin mendekat, ia yakin pemilik langkah kaki itu akan masuk ke ruangan tempatnya di sekap. Tapi siapa dia? Apakah lawan atau kawan yang datang saat ini?.


"Selamat datang bos," ucap salah satu penjaga di sana, "yah, silahkan tunggu di luar," ucap orang itu.


Jika di dengar dari suaranya, bos yang digadang-gadangkan oleh penjaga itu adalah perempuan.

__ADS_1


Langkah kaki perempuan misterius itu semakin jelas di telingan Amel, dan saat ini ia sudah berdiri tepat di depan Amel.


"Arrgghh," suara lirih Amel saat lakban di mulutnya dibuka secara paksa.


"Siapa kamu?" tanya Amel dengan mata yang masih tertutup, "halo, Amelia Purnama! Kamu masih ingat aku?" ucap perempuan itu dengan berbisik di kuping Amel. Amel bergidik ngeri mendengarnya tapi ia mencoba menepis rasa takutnya itu dan memgumpulkan semua keberaniannya.


"Siapa kamu? Lepaskan aku!" teriak Amel memberontak, "percuma kamu teriak, tidak ada yang akan mendengar kamu ha ... ha ... ha," ucap perempuan misterius itu, lalu lanjut tertawa hingga menggelegar ke sudut ruangan.


"Siapa kamu? Kenapa mau membunuhku?" tanya Amel lagi, "kamu mau tahu siapa aku?" ucap perempuan itu dan Amel mengangguk.


Perempuan itu pun membuka penutup mata Amel dengan kasar. Amel membuka matanya secara perlahan dan menemukan sesok perempuan yang tinggi, putih, tapi memakai topeng sehingga Amel tidak bisa mengenalinya.


"Halo, Mel! Kamu sudah mengenal aku?" tanya perempuan itu lagi," siapa kamu? perlihatkan wajahmu kalai berani," ucap Amel, "hoooh kamu sudah berani ternyata?" ucap perempuan itu.

__ADS_1


Sesaat ia mengambil benda di belakang bajunya, "Kamu jangan macam-macam sama aku, paham!" ucap perempuan itu tegas dengan memainkan sebuah pisau lipat di bagian wajah Amel.


Amel sudah tidak bisa berkutik lagi, keringat dingin keluar begitu saja dari badannya, "Ternyata dia tidak main-main. Ya Allah tolong hamba," ucap Amel dalam hati.


"Jangan takut, aku belum pernah memakan orang," ucap perempuan itu, "hanya pernah melenyapkan orang ha ... ha ... ha," lanjutnya lagi sambil tertawa.


"Oh iya, kamu mau tahu siapa aku?" ucap perempuan itu, "baik, aku akan menuruti kemauan kamu di detik-detik terakhirmu," ucapnya lalu membuka topengnya itu.


Amel mencoba mengenal wajah perempuan yang ada di depannya saat ini, meskipun agak gelap tapi ia masih mengenalnya. Karena cahaya matahari yang masuk lewat fentilasi, mengenai tepat wajah perempuan itu.


"Nadia!"


#Selamat membaca readers

__ADS_1


__ADS_2