
Sedangkan di rumah setiawan, semuanya sudah sibuk mengurus pernikahan anaknya. Acara pernikahan akan di adakan di rumah keluarga Setiawan. Disana sudah ada WO ternama yang akan mengurus pernikahan Indra dan Amel. Mereka mau pernikahannya sederhana saja tapi harus terlihat tetap mewah.
Fatma dan Irna sudah sedari tadi bolak balik kesana sini, mereka juga turun tangan mengurus pernikahan anaknya. Mereka tidak mau melewatkan momen ini.
Sedangkan Hendra dan sahabatnya Imron, mereka lebih memilih duduk nyantai minum kopi sambil berbincang-bincang dan sesekali mereka melihat tingkah istrinya masing-masing.
*****
Di Rumah sakit Amel baru saja diperiksa oleh Dokter yang menanganinya selama ini
"Bagaimana keadaanya Dok?" Tanya Indra yang berada di sana
"Alhamdulillah perkembangannya sangat baik, dia sudah boleh pulang besok" jawab Dokter itu
"Alhamdulillah makasih Dok"? Ucap Amel
"Sama-sama" balas Dokter tersenyum yang kemudian pergi dari sana
"Berarti besok lusa kita sudah bisa menikah yah sayang?" Ucap Indra kegirangan
"What... nikah?" Tanya Alya kaget
"Iya... kenapa lu kaget banget dengarnya?" Tanya Amel
"Bukannya pernikahan kalian 1 minggu lagi?" Tanya Amel yang butuh penjelasan
"Ehh iya aku belum sampaikan ke kamu yah" ucap Amel cengengesan dan Indra hanya duduk manis mendengar perbincangan ibu-ibu rempong yang ada di depannya ini
"Jadi kami sepakat kalau pernikahan kami dipercepat" jelas Amel
"Kebelet amat mau nikahnya" ucap Alya bercanda
"Bukan Aku, tapi dia" jelas Amel yang kemudian melihat ke arah Indra
"Tapi kamu mau juga kan?" Ucap Alya menggoda dan Alya hanya menjawabnya dengab senyuman
"Tapi Aku serius bertanya, kenapa tiba-tiba pernikahan kalian di majukan?" Tanya Alya yang masih penasaran
"Seperti yang kau bilang tadi, Amel sudah kebelet nikah" ucap Indra datar
"Apaan... jangan dengarkan dia Al itu tidak benar" ucap Amel yang membela dirinya dari tuduhan Indra
"Terus alasannya apa?" Tanya Alya penasaran
"Jadi tuh kami mau mempercepat pernikahan karena Indra takut terjadi apa-apa sama Aku, karena di luar sana banyak yang iri denganku karena dekat dengan Indra. Tapi aku pikir itu hanya alasan dia supaya bisa cepat-cepat menikah denganku" jelas Amel yang diakhiri dengan candaan.
Indra yang mendengarnya terlihat biasa-biasa saja meskipun sudah sedari tadi dia ingin mencubit hidung Amel karena gemas, tapi diurungkan olehnya karena tetap menjaga image di depan sahabat Amel ini
"Ya ampun jadi siapa yang ngebet nikah dengan siapa?" Ucap Alya yang kemudian dilanjutkan dengan tertawa
__ADS_1
"Oh iya Widua sudah tahu belum?" Tanya Alya
"Belum, aku belum beritahu dia" jawab Amel
"Aku telfon dulu yah" ucap Alya yang kemudian diangguki oleh Amel
Tut...tut...tut
"Iya halo Alya" jawab Widya dari seberang telfon sana
"Kau jadi tidak pulang di pernikahan Amel?" Tanya Alya
"Aku usahakan, minggu depan kan?" Tanya Alya
"Besok lusa" jawab Amel
"Loh bukannya minggu depan yah?" Tanya Widya
"Pernikahannya di percepat. Jadi bagaimana Wid kamu jadikan pulang?" Tanya Amel
"Yah maaf Mel, kayaknya Aku tidak sempat pulang kalau besok lusa karena ada juga kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan" jawab Amel meminta maaf
"Baiklah" ucap Amel lemas
Di apartemen Widya yang berada di New York dia sudah menggulung mulutnya untuk tidak ketawa, Dia sengaja tidak memberitahu sahabatnya kalau akan pulang
"Sekali-kali ngerjain kalian, bisa jadi surprise juga kan" ucap Widya dalam hatinya yang masih menerima telfon dari sahabatnya itu
"Iya tidak apa-apa. Ya sudah aku tutup telfonnya dulu yah. Assalamu'alaikum" ucap Amel
"Iya wa'alaikumsalam" jawab Widya kemudian Amel mengakhiri telfonnya
Setelah mendapat panggilan dari sahabatnya itu, Widya kemudian mempersiapkan barang-barangnya yang akan dibawa besok dan memesan tiket menggunakan aplikasi dari ponselnya. Setelah semuanya selesai dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur
Sedangkan di Rumah keluarga Setiawan, semuanya sudah bersiap-siap untuk kembali ke Rumah sakit yang baru saja selesai mengurus keperluan dan dekorasi pernikahan anaknya.
Setelah sesampainya di Rumah sakit mereka kemudian bergegas masuk ke ruang rawat Amel
"Bagaimana keadaanmu nak?" Tanya Fatma saat mereka sudah berada di dalam ruangan Amel
"Sudah membaik bu, dan Dokter bilang Aku sudah boleh pulang besok" jawab Amel
"Alhamdulillah" ucap Irna, Fatma, Hendra dan Imron bersamaan mendengar jawaban Amel
"Ehh ada Alya yah" ucap Fatma
"Iya Tante" jawab Alya sopan
"Kau pulang saja dulu istirahat" ucap Irna kepada putranya
__ADS_1
"Tidak Bunda, Aku mau disini saja" ucap Indra
"Ya sudah kalau itu maumu, Bunda tidak bisa menaksamu lagi. Kalau kau mau istirahat ke ruangan khusus saja nanti" ucap Irna
"Iya Bunda" jawab Indra
"Oh iya, Jay kemana dari tadi Aku tidak melihatnya" tanya Hendra sambil melihat ke sekelilingnya yang sedari tadi dia tidak melihat Jay, karena biasanya Jay selalu ikut kemana pun Indra pergi
"Oh itu Aku suruh Dia mengurus pekerjaan di Kantor" jawab Indra yang hanya diangguki oleh Hendra tanda mengerti
"Ya sudah kalian istirahat saja dulu biar Aku yang menjaga Amel" ucap Indra sambil melirik ke arah Amel dengan senyum yang tidak bisa dimengerti
"Baik nak" ucap Fatma
"Kau bagaimana Al mau pulang atau bermalam?" Tanya Fatma
"Aku bermalam tante mau temanin Amel" jawab Alya
"Baiklah" ucap Amel kemudian mereka semuanya menuju ke ruang khusus yang telah disediakan untuk mereka, kecuali Indra dan Alya
"Kau masih di sini?" Tanya Indra melihat ke arah Alya
"Iya Aku juga mau jaga Amel" jawab Alya
"Tidak perlu, lebih baik kau ikut saja sama mereka ke ruangan khusus" ucap Indra yang mengarahkan pandangannya ke arah pintu yang baru saja para orang tua keluar lewat sana
"Ceh kau mengusirku?" Ucap Alya kesal namun tidak digubris oleh Indra
"Sudah,,, sudah,,, kalian berdua susul mereka saja. Aku sudah tidak apa-apa kok" ucap Amel
"Tidak..." jawab Indra dan Alya bersamaan
"Baiklah! Kalau begitu kalian berdua jaga aku saja, Alya tidur di kursi itu dan Indra tidur di kursi itu" ucap Amel yang menunjuk kursi secara bergantian
"Aku mau tidur di samping kau saja" ucap Indra dengan entengnya
"Jangan gila! Kalian itu belum sah" ucap Alya kaget mendengar ucapan Indra
"Iya sayang lagian ini juga sempit, lihat ini" ucap Amel sambil menggerakan tubuhnya ke samping kanan dan kiri bergantian untuk meyakinkan Indra
"Ceh" desis Indra dengan senyuman yang melengking di bibirnya yang dilanjutkan dengan mencubit hidung Amel karena gemas melihat tingkah Amel, Dia tahu kalau Amel hanya berbohong
"Ceh" desis Alya kesal melihat Amel dan Indra yang membuat kejombloannya meronta-ronta
"Kenapa? Kalau tidak suka lihat pergi saja sama para orang tua" ucap Indra datar. Namun, Alya tidak memperdulikan ucapan Indra, Dia lebih memilih ke kursi untuk istirahat
#Terima kasih atas dukungannya. Jangan lupa like, coment, vaforite and saran yang membangun
#Mohon maaf apabila masih banyak kekurangan, karena Aku masih baru menulis masih butuh saran dan masukan dari Kalian
__ADS_1
^_^