Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Semuanya Sudah Hancur


__ADS_3

Indra keluar dari ruangan Ayahnya dengan langkah cepat, yang terlihat di wajahnya tengah emosi. Semua karyawan yang melihat Indra sudah menduga-duga jikalau antara anak dan ayah itu baru saja terjadi sesuatu di dalam sana.


Indra pun menuju ke tempat parkir dan melajukan mobilnya ke kantor. Sesampainya di knator, dia segera menuju ke ruangannya dengan raut wajah yang masih terlihat gusar, karyawan yang menyapa kedatangannya ia lewati begitu saja. Sedangkan Amel yang melihat suaminya menjadi khawatir, dan segera ia menghampiri suaminya.


****


Tidak lama kepergian anaknya, Hendra pun pulang ke rumah yang berniat menjelaskan semuanya kepada istrinya. Dia sudah tidak bisa memendam lebih lama dan dihantui oleh rasa bersalahnya, meskipun sebenarnya ia lakukan karena terpaksa.


Security yang melihat kedatangan mobil milik tuannya, dengan segera ia membuka pagar. Setelah memerkir mobilnya, Hendra dengan segera turun dari mobilnya dan menuju ke arah pintu masuk kediamannya.


“Pagi tuan, saya akan buatkan kopi dulu” sapa Bibi saat melihat Tuannya sudah pulang, “tidak perlu Bi, aku hanya mau istirahat” ucap Hendra, “baik tuan” ucap Bibi lalu kembali mengerjakan tugasnya, dia bertanya-tanya dengan pikirannya sendiri, karena tidak biasanya Tuannya pulang di waktu masih pagi.


Dia pun menuju ke kamarnya, Irna yang mengetahui kedatangan suaminya itu jadi bertanya-tanya, karena tidak biasanya suaminya pulang kerja di jam yang masih pagi.


"Ayah sudah pulang?" tanya Irna kepada suaminya, "Iya Bunda" jawab Hendra lalu membaringkan tubuhnya yang terlihat gusar.


Irna tahu ada sesuatu yang mengganjal di pikiran suaminya, dia pun mendekat ke arah Hendra untuk bertanya apa yang terjadi dengannya.


"Yah, Ayah kenapa, apa ada masalah di kantor?" Tanya Irna kepada suaminya yang terlihat gusar, namun bukannya Hendra menjawab pertanyaan Irna, ia malah menggenggam tangan istrinya itu. Meskipun mereka sudah tidak muda lagi, tetapi mereka masih bersikap romantis terhadap pasangannya. Itu sebabnya rumah tangga mereka selama ini terlihat harmonis, namun di balik itu ada sejuta rahasia yang selama ini tidak diketahui oleh orang.


Irna yang merasa aneh dengan sikap suaminya pun kembali bertanya lagi dengan mengusap lembut pundaknya, "Ayah kenapa, semuanya baik-baik saja kan?" tanya Irna yang mengetahui penyebab kekhawatiran suaminya itu, dan sekaligus menenangkannya.


"Aku mencintai Bunda" ucap Hendra lalu mencium kening istrinya. Lagi- lagi Hendra tidak menjawab pertanyaan dari Irna, dia hanya membuat Irna semakin penasaran dibuatnya.


Dia pun menghela nafas panjang lalu membuangnya dengan kasar lalu mencoba memulai untuk bicara, "Bunda percayakan sama Ayah?" tanya Hendra kepada istrinya, "kenapa Ayah bicara begitu?" tanya Irna.


"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin Ayah sampaikan" ucap Hendra, "tapi Bunda janji dulu akan mendengar penjelasankau" lanjutnya lagi dan diangguki oleh Irna pertanda setuju.

__ADS_1


Dia pun menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan pembicaraannya, "Maafkan Ayah, Bun" lirih Hendra sambil menggenggam tangan istrinya dan pandangannya yang menunduk karena tida berani melihat wajah istrinya.


"Kenapa Ayah minta maaf?" tanya Irna, tiba-tiba Hendra memeluk Irna yang sudah sesenggukan di balik pundak istrinya, "Bunda, sebenarnya Ayah memiliki istri lain selain Bunda" ucapnya dengan lemah.


Irna yang mendengarnya tidak percaya, ia lalu berdiri dari tempatnya tadi yang sudah hampir meneteskan air matanya, "stop Yah! bercandanya tidak lucu" ucap Irna yang sedikit berteriak.


"Ayah berbicara jujur, Bun" ucap Hendra, "maafkan Ayah!" lanjutnya lagi yang sudah meraih tangan istrinya.


"Tidak! ini tidak mungkin, Ayah bohong" ucal Irna yang tidak bisa lagi menahan air matanya, dia tidak bisa menerima kenyataan pahit yang dilontarkan suaminya barusan.


Dia pun sedikit menjauh dari suaminya sambil berteriak-teriak karena tidak bisa lagi menahan kekecewaannya. Orang yang bertahun-tahun hidup dengannya sudah mengkhianatinya. Hendra pun berusaha mendekati istrinya berusaha menjelaskan semuanya apa yang terjadi sebenarnya.


"Bunda, dengarkan Ayah dulu! aku bisa menjelaskan alasan kenapa aku menikahi wanita itu" ucapnya dengan berjalan mendekati istrinya.


"Cukup! aku tidak mau mendengarkan penjelasan dari kamu lagi, kamu jahat" teriak Irna, bahkan suaranya bisa terdengar dari luar pintu kamar. "Pergi, aku tidak mau melihatmu lagi" lanjutnya lagi yang sudah sesenggukan dan dada terasa di himpit karena terasa sakit ia rasakan.


Brukkkk


"Bunda" ucap Hendra dan segera menolong istrinya


****


Ceklek


Amel membuka pintu ruangan Indra dan mendekat untuk mencoba menenangkannya.


"Sayang" ucap Amel membuka pembicaraan, tapi Indra belum menggubrisnya, masih terlihat emosi di raut wajahnya.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Amel, "kalau ada masalah cerita, Mas supaya kita mencari solusinya sama-sama" ucap Amel.


"Tidak ada lagi yang bisa kita perbuat sayang, semuanya sudah hancur" ucap Indra melemah, Amel yang mendengarnya hanya bisa mengernyitkan dahinya karena belum mengerti arah pembicaraan suaminya.


"Mas, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Ingat, Allah tidak akan membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya" ucap Amel yang berusaha menjelaskan kepada suaminya, "coba cerita apa yang terjadi, Mas" lanjutnya lagi.


"Aku benci Ayah" ucap Indra yang membuat Amel terkejut mendengarnya, "maksud kamu apa Mas?" tanya Amel.


"Ayah Mel, Ayah memiliki istri selain Bunda" jawabnya yang membuat Amel semakin tidak percaya, "sayang jangan bercanda, ini tidak lucu" ucap Amel tidak percaya.


"Aku serius, Ayah sendiri yang bilang ke aku tadi" jelas Indra, "dan aku khawatir sama kesehatan Bunda jika dia tahu yang sebenarnya" lanjutnya lagi yang sudah sangat frustasi.


Amel pun mencoba menenangkan suaminya, "Sabar Mas, ini adalah cobaan dari Allah, aku yakin Ayah memiliki alasan sehingga berani berbuat demikian" ucap Amel mencoba menenangkan suaminya.


"Bagaimanapun alasannya, dia sudah sangat keterlalun. Dia menyakiti Bunda" ucap Indra dengan mengepalkan tangannya karena sangat emosi. Amel yang melihat suaminya kemudian memeluknya.


"Mas tenang" ucap Amel dengan mengusap lembut pundah suaminya, "Terima kasih sayang" ucap Indra setelah melepaskan pelukannya dari istrinya, lalu mencium kening Amel sangat lama dengan mata terpejam.


"Sekali lagi makasih sayang, kau selalu ada di sampingku suka dan duka" lanjutnya lagi dan diangguki oleh Amel dengan tersenyum.


.


.


.


:')

__ADS_1


__ADS_2