Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Perjodohan part 1


__ADS_3

"Auuwwwhh" teriak Amel


Dia jatuh dari tempat tidurnya tidak tau apa yang dia mimpikan hingga terjatuh. Kemudian dia bangun kembali untuk melanjutkan tidurnya.


Seperti biasanya, Amel bangun pagi-pagi. Namun kali ini dia bangun pagi untuk bersiap-siap pulang ke kampung halamannya, dia tidak membawa banyak barang keran dia hanya diberikan izin 1 hari.


Setelah semuanya siap, dia kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Kebiasaan cewek itu mandi sangat lama, begitu juga dengan Amel. Entah apa yang dilakukan dalam kamar mandi sangat lama, mungkin sedang bersemedi atau tidur?


"Segernya" kata Amel setelah keluar dari kamar mandi. Kemudian dia memakai pakaian dan mengoleskan make up ke wajah nya dengan tipis.


"Drrtt... drrtt" hp Amel bergetar ada yang menelfonnya


"Halo mah"


"Kamu jadikan pulang hari ini" tanya mamanya dari seberang sana


"Iya mah, Aku juga sudah minta izin kok" jawab Amel


"Alhamdulillah, ternyata bos kamu baik juga yah" kata mamanya lagi


"Baik apanya?. Mama tidak tau saja kalau anaknya ini sudah dibuat sakit hati olehnya" gerutu Amel dalam hatinya. Karena dia tidak senang mendengar Mamanya memuji Indra yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya


"Mama berlebihan, baru begitu saja sudah dibilang baik" kata Amel kepada mamanya


"Lah, memang dia baik. Buktinya dia beri kamu izin"


"Terserah mama saja lah. Sudah dulu yah Mah Aku lagi siap-siap nih" kata Amel


"Kamu mau kemana pagi-pagi begini?" Tanya mamanya lagi


"Kan Mama sendiri yang minta Aku pulang ke kampung" jawab Amel yang memegang kepalanya karena tingkah mamanya


"Ohiya Mama lupa, maklum Mama kan sudah tua"


"Ya sudah kalau begitu Aku siap-siap dulu"


"Iya kamu hati-hati nanti dijalan" kata Mama Fatma


"Iya Mah. Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam" balas Fatma


Tidak lama kemudian dia pun berangkat ke kampung halamannya.


DI KANTOR


Sedangkan di kantor, Indra sedang kurang semangat pagi ini, alasannya hanya satu karena hari ini Amel tidak masuk kantor jadi moodnya pagi ini tidak baik.


Sebenarnya dia tidak mau memberikan Amel izin, tapi karena sudah kasihan mendengar tangisannya tadi malam akhirnya dia luluh juga. Meskipun sebenarnya Amel hanya menangis bohongan saja.


"Tok... tok... tok"


"Iya masuk"


"Maaf pak ada berkas yang harus ditandatangani" kata karyawan yang baru masuk yang tidak lain adalah Ririn, dia adalah karyawan yang selalu mencari perhatian bosnya itu


"Ini pak" yang memberikan kertas itu kepada Indra. Namun dia mengambil kesempatan dengan menatap wajah bosnya itu saat dia sudah ada didekatnya.


Indra yang menyadari itu tidak memperdulikannya karena dia memang orangnya dingin, namun dia juga sebenarnya risih dengan sikap Ririn.

__ADS_1


"Ini terakhir kalinya kamu memandangku seperti ini" ucap Indra setelah menandatangani berkas. Mendengar ucapan Indra, Ririn tersontak terkejut karena ternyata Indra mengetahui kalau dia sedang menatap bosnya itu.


"Sana keluar" lanjutnya lagi


"I...iya pak" jawab Ririn dengan terbata-bata. Kemudian dia melangkahkan kakinya untuk keluar dari pintu. Namun, saat di depan pintu.....


"Bruukkk...


"Ma... ma.. maaf Bu" kata Ririn yang sudah ketakutan. Dia telah menabrak nyonya pemilik perusahaan ini


"Iya tidak apa-apa. Kamu Kembali bekerja" katanya


" Baik bu" dan dia bergegas pergi setelah Istri dari pemilik utama perusahaan ini sudah masuk di dalam


"Indra..." panggil Irna


"Bunda? kok bisa ke sini tidak bilang-bilang" tanya Indra


" Memang kenapa, kan Nunda mau lihat anak bunda bekerja" kata Irna


"Kamu tidak persilahkan Nunda kamu ini duduk?" tanya Irna yang bercanda


"Ehhh iya ayo duduk Nunda" kata Indra


"Oh iya Bunda ada apa"? tanyanya lagi


"Kan bunda sudah bilang, Bunda mau lihat anak bunda bekerja. Sana lanjut pekerjaanmu" jelas Irna


"Iya bunda duduk saja dulu disitu, Aku mau lanjut kerja dulu" kata Indra


setelah beberapa lama Irna duduk, dia mulai memberanikan diri untuk bicara sama anaknya tujuannya datang kemari


"Iya bun, ada apa"? tanya Indra


"Sbenarnya ada yang mau Bunda bicarakan sama kamu"


"Tuh kan pasti ada apa-apa. Karena tidak biasanya Bunda sampai bela-belain datang kesini" jawab Indra dengan tersenyum


"Kan tadi bunda belum siap untuk bilangnya. Dan sekarang bunda sudah siap" kata Irna sambil menghelas nafasnya


"Iya bunda apa"


"Tapi janji kamu jangan kaget" kata Irna memastikan


"Yah tergantung dari apa yang bunda bicarakan" jawab Indra


"Janji dulu kamu tidak kaget"


"Iya Aku janji"


"Kamu juga harus janji tidak akan marah" tanyanya lagi


"Memang apa sih yang bunda mau ceritakan" Kata Indra


"Tpi janji dulu"


"Hufftt iya Bunda Aku janji" kata Indra


"Sebenarnya waktu Ayah sama Bunda ke Bandung itu pergi ketemu sama sahabat Ayah yang lagi sakit"

__ADS_1


"Iya terus?" kata Indra


"Dan dia menceritakan tentang vonis dokter terhadapnya, dokter bilang tidak ada harapapan lagi untuk sembuh" jelasnya lagi


"Terus" kata Indra


"Terus... terus... terus..., apa tidak ada jawaban lain selain terus?" kata Irna


"Yah belok hehehe" kata Indra bercanda yang mengundang tawa


"Kamu sudah pintar yah lelucon... dengar Bunda dulu bicara"


"Iya bunda lanjut"


"Nah karena itu dia meminta kepada Ayah dan Bunda untuk menjodohkan anaknya dengan kamu" kata Irna


"What... bunda bercanda kan?" tanya Indra


"Bunda serius nak. Jadi bagaimana?" tanya Irna


"Memangnya harus yah Bun" tanya Indra lagi


"Ayolah nak, dia itu sahabat Ayah kamu. Lagi pula Bunda yakin anaknya pasi baik" jelas Irna


" Tapi Aku kan belum kenal sama anak sahabat ayah itu" katanya lagi


"Nanti kami urus pertemuan kalian, di sana kalian bisa kenalan" jawab Irna


"Tapi bunda..."


"Tidak ada tapi-tapian, kamu mau yah" kata Irna


"Hmmm terserah Bunda sama Ayah saja deh bagaimana bagusnya" kata Indra


"Makasih nak" kata Irna sambil memeluk putranya


"Iya bunda" balas Indra


Namun dia belum bisa sepenuhnya menerima perjodohan ini karena sejujurnya hati Indra masih untuk Amel, apalagi orang yang mau dijodohkan dengannya belum dia kenal.


"Maaf bunda" lirih Indra dalam hatinya karena dia belum bisa menerima perjodohan ini


****


"Bapak... Mama... Aku sudah sampai" Teriak Amel saat sudah tiba di depan rumahnya. Namun saat dia sudah didepan pintu tiba-tiba


"Praaaakkk"


^_^


Jangan lupa yah like, tip, and votenya. Terima kasih yang sudah mendukung. Ini adalah karya pertama saya mohon masukannya yang membangun untuk perbaikan ke depannya.


Dan jangan lupa yah jadikan vaforite agar ada notif jika sudah update


Semoga kita senantiasa selalu dalam lindunganNya dan dalam keadaan sehat wal 'afiat


Terima Kasih :)


^_^

__ADS_1


__ADS_2