Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Perjodohan Part 2


__ADS_3

Saat mendengar suara pecahan dia segera masuk ke dalam rumahnya. Amel mencari asal suara itu, lalu dia masuk ke dalam kamar orangtuanya.


"Bapak..." teriak Amel saat melihat bapaknya sudah jatuh di lantai dengan wajah pucatnya


"Bapak... Bapak kenapa" tanya Amel khawatir dengan mata yang mulai berkaca-kaca dengan kepala bapaknya berad dipangkuan Amel


"Pah... Bapak bangun" lirih Amel yang sudah menangis


"Mama dimana" tanyanya dengan dirinya sendiri, karena dari tadi dia tidak pernah melihat Mamanya sejak dia datang.


Kemudian dia pergi mencari mamanya, dia bolak balik ke dapur, kamar mandi dan dibelakang rumahnya namun dia tidak menemukan mamanya


"Mama kemana sih"


" Oh iya Bapak.... Aku harus segera membawanya ke rumah sakit" kata Amel setelah mengingat kembali Bapaknya yang sudah tidak sadarkan diri didalam kamar


DI RUMAH SAKIT


Dokter masih sibuk didalam ruangan ICU memeriksa Bapaknya.


"Drrrttt drrtttt"


"Halo mah... Mama dimana"? tanya Amel


"Mama di rumah, tapi Bapak kamu Mel" kata Mamanya. "Bapak kamu hilang dia tidak ada dikamar" lanjutnya lagi


"Mah.. Bapak sedang di Rumah Sakit. Tadi Aku yang membawanya" kata Amel dengan isakan tangisnya


"Apa? Bapak kenapa" Tanya Fatma


"Saat Aku sudah sampai Bapak sudah tidak sadarkan diri" jelas Amel


"Tunggu Mama disana" Kata Fatma lalu mematikan telfonnya.


Tidak lama kemudian Dokter yang menangani Bapaknya sudah keluar


"Bagaimana keadaan Bapak saya dok?" Tanya Amel yang sangat khawatir


"Masa kritisnya sudah lewat, untungnya nona membawanya tepat waktu kalau tidak, saya tidak tau apa yang akan terjadi." jelas dokter


"Kalau boleh tahu, Bapak saya sakit apa dok" tanya Amel


"Apa nona belum tahu?" tanya Dokter


"Tau apa Dok" Tanya Amel yang tidak tau apa-apa


"Jadi begini, pak Imron terkena penyakit kanker paru-paru dan kemungkinannya untuk sembuh sangat sedikit


"Apa?". Amel sangat kaget saat mendengar penyakit bapaknya itu, dia benar-benar tidak tahu soal penyakit bapaknya yang dia tahu bapaknya itu hanya sakit batuk biasa saja.


" Terima kasih dok. Apa saya sudah boleh masuk" tanya Amel lagi


"Iya silahkan, tapi jangan sampai mengganggunya


Amel pun masuk ke dalam. Dia menjatuhkan air matanya dia tidak bisa melihat bapaknya terbaring lemah.


"Pah bangun" kata Amel yang menangis dan digenggamnya tangan bapaknya itu

__ADS_1


"Kenapa bapak tidak memberitahu Amel" katanya lagi dengan isakan tangisnya


"Bapak bangun, Aku tidak bisa melihat bapak begini. Bapak harus kuat" kata Amel. Namun dia berbalik ke arah pintu saat mendengar ada yang masuk,


" Mel bagaimna keadaan bapak sekarang" tanya mama Fatma yang baru saja datang dan sudah menangis sesunggukan


"Bapak sudah tidak kenapa-kenapa, masa kritisnya sudah lewat" jelas Amel


"Mama kenapa sembunyikan ini dari saya?" tanya Amel


mendengar kata-kata Amel, mamanya sudah mengetahui arah pembicaraan anaknya itu


"Maaf nak, tapi bapak yang tidak mau kalau kamu tahu tentang penyakitnya ini" kata Fatma yang menunduk


"Tapi kan Aku berhak tau mah, Aku kan anak kalian kenapa kalian sembunyikan rahasia besar dari Amel" kata Amel yang menatap mamanya yang tidak bisa diartikan


"Iya nak, maafkan kami"kata Fatma


"Kamu istirahat saja dulu, biar bapak mama yang rawat" kata Fatma


"Tidak Mah, biar Aku yang menjaga bapak" jawab Amel


"Tapi kamu kan harus istirahat, kamu baru saja dari perjalanan jauh" kata Fatma


" Tidak Mah, Aku tidak capek" kata Amel


" Yasudah kalau begitu"


Mereka pun sepakat menjaga bapaknya bersama-sama. Tidak lama kemudian mereka tidur, Amel tidur dengan memegang tangan bapaknya dan kepalanya menunduk menyentuh kasur yang ditempati bapaknya itu, sedangkan mamanya tidur disamping Amel dengan kursi yang satunya lagi.


"Bapak... Bapak sudah sadar" kata Amel yang sangat senang melihatnya. Mendengar suara Amel, Mamanya pun ikut bangun karena suara Amel.


"Mah lihat! Bapak sudah sadar" kata Amel kepad mamanya


"Eh iya Mel, cepat panggil dokter" kata Mamanya


"Dok.. dok.. pak Dokter" teriak Amel yang keluar dari ruangan


Tidak lama kemudian mereka datang untuk memeriksa Bapaknya


"Sebaiknya Ibu dan nona diluar dulu" kata salah satu perawat yang ada disana"


" Baik" kata Amel dan Fatma bersamaan.


Tidak lama kemudian dokter keluar


"Bagaimana keadaan bapak saya dok" tanya Amel yang sudah tidak sabar


" Alhamdulillah pasien sudah membaik dan dia sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat" jelas dokter


"Alhamdulillah" jawab Amel dan Fatma bersamaan dia sangat senang melihat bapaknya suda sembuh


"Kalau begitu saya permisi dulu" kata dokter


"Iya dok. Terima kasih" kata Amel dan hanya dijawab dengan anggukan oleh dokter itu


Kemudian mereka masuk, dan melihat laki-laki paruh bayah itu sedang berbaring dengan matanya yang terbuka.

__ADS_1


"Bapak" kata Amel kemudian memeluk erat bapaknya


"Jangan pernah tinggalin Amel" katanya lagi


"Iya nak" jawab Bapaknya


"Nak duduk dulu, ada sesuatu yang mau Bapak bicarakan sama kamu" kata Imron


"Iya apa Pah?" tanya Amel penasaran


"Sebenarnya alasan bapak sama mama memanggil kamu pulang itu karena kami mau bicarakan hal yang sangat penting sama kamu" kata Imron dengan suara yang lemah


"Iya apa pah?" kata Amel


"Nak, kami melakukan ini semua hanya semata-mata demi kebaikan kamu nak" jelas Imron yang membuat Amel semakin kebingunan


"Iya pah, memangnya apa yang kalian lakukan" tanya Amel yang sudah sangat penasaran


"Karena umur bapak tidak lama lagi...." kata Imron namun dipotong oleh Amel


"Bapak jangan pernah berkata begitu lagi" kata Amel yang kesal mendengar ucapan bapaknya itu


"Dengarkan dulu bapak bicara Mel, bapak belum selesai bicara" kata Imron


"Iya pah" jawab Amel. Kemudian Imron melanjutkan pembicaraannya


"Karena dokter sudah memvonis bapak sudah tidak bisa sembuh lagi, Kami ingin melihat kamu menikah, Jadi bapak sama mama sepakat untuk menjodohkan kamu" jelas Imron


"What?" Amel kaget mendengar kata bapaknya barusan


"Apa yang bapak katakan. Jodoh? Aku dijodohkan?" kata Amel yang tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar


"Iya nak kami mau kamu menikah dengan anak sahabat bapak" jelasnya lagi


"Tapi pah, Amel belum mengenal laki-laki itu bagaimna bisa Amel menikah dengannya. Bagaimana kalau dia penjahat atau psikopat?" kata Amel mencoba menolak perjodohan ini


"Tidak nak, dia itu anaknya baik seperti orang tuanya" kata Imron


"Iya nak, kali ini coba turuti permintaan bapak mu. Dia ingin melihat kamu menikah dan bahagia" kata Fatma


Setelah berpikir panjang diapun menerimanya, ia lakukan demi kebahagiaan orangtuanya


"Baik mah. Aku akan terima perjodohan ini demi kalian" kata Amel sambil mengela nafas panjang dan membuangnya


"Terima kasih nak" Kata Imron


"Iya pah ini sudah menjadi kewajiban Amel sebagai anak untuk membahagiakan kalian dan berbakti kepada kalian" jelas Amel


Kemudian mereka pun salin berpelukan. Namun tiba-tiba HP Amel bergetar


"Drrttt Drrttt"


Dia kemudian mengambil ponsel didalam tasnya. Matanya terbelalak Saat melihat nama yang menelfon


"Ngapain dia menelfon" kata Amel dalam hatinya.


^_^

__ADS_1


__ADS_2